Apa Yang Anda Lihat?

Ayat bacaan: 2 Korintus 10:5
=======================
“…Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus..”

titik hitam, renungan harian


Gambar apa yang anda lihat di sebelah kiri? Sebuah titik hitam? Kalau ya, anda sama seperti saya ketika mendapatkan penglihatan kertas seperti itu pada suatu malam. Saya ingat betul, siangnya saya baru saja mengeluarkan komentar yang negatif. Istri saya hobi mengumpulkan kupon yang diperoleh dari hasil belanja di Matahari Hypermart. Ketika kupon telah terkumpul,dia hendak menukarkannya dengan satu set sendok saji yang sejak awal dia idamkan. Tapi ternyata sendok saji itu telah habis stoknya, dan yang ada hanyalah set sendok yang terlihat biasa saja. Saya pun berkata dengan ringan, bahwa itu akal-akalan penjual saja, iming-iming barang bagus yang jumlahnya stoknya sedikit. Dia dengan yakin berkata bahwa barangnya akan masuk lagi, dan dia akan menunggu. Malamnya saya mendapat penglihatan kertas putih dengan titik hitam. Dan ada pertanyaan yang muncul di dalam hati saya: “Apa yang kamu lihat?” Saya jawab, “titik hitam”. Kemudian saya mendengar lagi, “kenapa titik hitam itu yang dilihat, kenapa tidak bagian lain berwarna putih, yang jelas lebih besar porsinya ketimbang titik hitam itu?” Saya pun tersentak. Ya, itu bentuk pikiran negatif saya yang hanya melihat dari satu sisi, hanya titik hitam, tapi tidak melihat gambaran keseluruhan dari apa yang disajikan di depan saya, di hidup saya.

Hingga hari ini sebenarnya saya merasa saya telah banyak berubah. Sejak kecil saya terbentuk menjadi orang yang selalu pesimis, berpikiran negatif dan penuh kekhawatiran. Perlahan tapi pasti, sejak menerima Yesus dalam hidup saya, transformasi pikiran itu pun terjadi. Tuhan telah membantu saya untuk merubah pola pikiran negatif yang telah berakar sekian lama menjadi bentuk-bentuk pikiran positif. Saya bisa memandang orang dan dunia ini dengan kacamata yang lebih terang, dengan dasar kasih. Tapi ternyata itu semua belum cukup. Terkadang saya masih juga terjatuh pada pola pikiran negatif. Itu terbukti dari penglihatan kertas putih bertitik hitam ini.

Manusia cenderung lebih melihat sisi negatif daripada positif. Kita lebih tertarik pada tajamnya duri ketimbang merasakan harumnya bunga. Ironisnya, ini seringkali kita lakukan tanpa sadar. Sejak awal saya memang ingin sekali mentransformasi pola pikiran negatif ini untuk keluar dari hidup saya. Hidup positif jauh lebih sehat, lebih baik bagi diri, hati dan jiwa kita. Memang dalam hidup kita sering dihadapkan pada berbagai situasi yang memancing sisi negatif kita untuk keluar, tapi kita harus berusaha sekuatnya agar titik hitam itu tidak mendominasi kita, apalagi kalau sampai titik hitam itu semakin besar.

Dunia penuh dengan negativisme, tapi kita punya Yesus Kristus, dimana kita seharusnya tampil beda dengan apa yang menjadi kecenderungan dunia. Kita harus mampu menawan semua hal tersebut, jangan tenggelam dalam pemikiran yang salah, menghakimi terlalu cepat sebelum kita melihat dulu keseluruhan kondisi.Kita harus segera keluar dari pola negatif ini, dan pilihlah pikiran positif. Kita harus selalu mulai melihat sisi positif dari segala hal seperti yang diingatkan Paulus pada Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Dan dengan demikian, damai sejahtera akan selalu menyertai hidup kita. Akan halnya cerita diatas, istri saya ternyata benar. Dia mendapatkan sendok saji yang dia idamkan.

Hidup penuh pikiran positif, mendasarkan pikiran pada hal-hal yang baik, selain menyehatkan diri, juga akan membuat kita tampil beda, penuh damai sejahtera dan sukacita. Mari kita sama-sama belajar untuk fokus kepada kertas putih ketimbang titik hitam.



Hidup luar biasa dengan pikiran positif ditengah dunia yang negatif menunjukkan kita adalah anak-anak Allah yang mencerminkan diri-Nya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment