Apa pun Situasinya, Ekaristi Puncaknya

Paus misa by CNSSENANG rasanya kita bisa menyelesaikan tugas sepanjang hari ini. Baru saja saya pulang misa arwah. Dalam homili, saya berkatekese singkat. “Apa pun situasi hidup umat beriman Katolik, Ekaristi puncaknya. Kita berduka atas kematian, kita Ekaristi. Kita suka cita atas kenaikan jabatan, kelahiran, ketulusan, sertifikasi, kita berekaristi. Dengan kata lain situasi suka atau duka, umat beriman […]

Paus misa by CNS

SENANG rasanya kita bisa menyelesaikan tugas sepanjang hari ini.

Baru saja saya pulang misa arwah. Dalam homili, saya berkatekese singkat. “Apa pun situasi hidup umat beriman Katolik, Ekaristi puncaknya. Kita berduka atas kematian, kita Ekaristi. Kita suka cita atas kenaikan jabatan, kelahiran, ketulusan, sertifikasi, kita berekaristi. Dengan kata lain situasi suka atau duka, umat beriman tetap bersyukur (Ekaristi: Puji Syukur)”.
Hari ini, Yesus bersukacita karena Roh Kudus. Sebab, anak mampu melihat Bapa. Dalam Ekaristi arwah, saya mengatakan bahwa orang yang telah mati berjumpa dan melihat Bapa secara pribadi. Sedang kita yang hidup masih meraba gambaran Allah Bapa.
Saudara-saudari terkasih, kita pasti melihat Allah Bapa kelak. Namun sekarang, kita melihat Allah Bapa dengan IMAN. Pengalaman hidup pun menjadi sarana kita berjumpa dengan Allah melalui sesama. Apalagi dengan Ekaristi, kita mengalami kebersatuan dengan PutraNya Tuhan kita.
Kalau ada iklan mengatakan “apapun makanannya, minumnya ******”.
Kita pun juga bisa mengatakan, apapun situasi perasaanku, Ekaristi tempatku berserah kepada Allah.
Feel free untuk Pokoke Ekaristi Puncak Imanku.‎
Kredit foto: Paus misa (CNS)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply