Apa Motivasi Anda?

Ayat bacaan: Yes 29:13-14
==================
“Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.”


“Si A itu alim banget.. setiap kali di telpon dia selalu bilang mau berdoa..” Apakah berdoa sudah pasti mencerminkan kekudusan seseorang? Bisa jadi, tapi ada 1001 alasan orang untuk berdoa. Ada orang yang berdoa hanya ketika mereka dalam kesesakan, begitu hidup tenang kembali, mereka pun lupa berdoa. Ada yang berdoa agar terlihat hebat di mata orang lain. Ketika makan sendirian, doa cuma 5 detik, tapi begitu dia diundang makan ke rumah calon mertua, doanya bisa 5 menit. Ada yang berdoa hanya sebagai basa basi, karena itu sudah menjadi rutinitas dalam keluarga sejak kecil, ada yang berdoa jika ada waktu luang, atau kapan teringat. Ada yang berdoa dengan tujuan memperalat Tuhan demi kepentingan pribadi. Doa dilakukan agar mendapat uang, kesehatan, pasangan dan tujuan-tujuan duniawi lainnya. Ada yang rajin dalam berdoa, tapi hidupnya sama sekali tidak mencerminkan kekudusan sama sekali. Ada yang berdoa cuma menyampaikan teks hafalan yang sudah puluhan tahun itu-itu saja. Ada yang tidak pernah absen ke gereja, tapi di gereja kerjanya cuma sms-an, ngobrol dengan teman, lirak lirik kiri kanan atau malah menguap dan tertidur. Ada yang menari dan menyanyi sekuat-kuatnya tapi hatinya sedang membayangkan menjadi artis top yang sedang konser.

Pada masa Yesaya, ada banyak bangsa Israel yang munafik. Mereka terus hanyut dalam pusaran kesesatan. Kalaupun mereka sadar bahwa Tuhan itu nyata, mereka masih juga bercabang hati. Tidak ada kasih dan ibadah yang benar-benar tulus datang dari hati. Tuhan membenci hal seperti itu. Di masa Yesus pun, Yesus mencela orang-orang Farisi yang dari luar seolah-olah kelihatan alim, tapi perilakunya sama sekali tidak mencerminkan apa yang mereka ajarkan seperti yang bisa kita baca dari injil Matius 23.

Berhati-hatilah dengan dosa kemunafikan, karena dosa ini sulit terlihat oleh orang lain. Seringkali dosa ini disamarkan oleh kerajinan berdoa dan beribadah, senyum ramah, nyanyian, tapi itu tidak berasal dari hati.Berdoa haruslah mencerminkan sebuah hubungan sejati yang intim antara kita dengan Allah. Bukan karena keinginan-keinginan yang sifatnya sementara, bukan cuma meminta berkat, tapi yang terutama adalah karena kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita. Fokuskan perhatian anda sepenuhnya ketika anda membuka jalur hubungan dengan Allah tanpa terganggu oleh kesibukan dan masalah hidup yang sedang menyita pikiran. Utarakan apa yang datang dari isi hati anda, puji dan sembah Dia dengan ucapan syukur yang datang dari hati, bukan berdoa hafalan yang sudah diperkatakan bertahun-tahun. Dan hiduplah penuh kasih dengan mengacu pada pribadi Kristus, bukan cuma di bibir saja seperti orang Farisi. Mari kita jaga hati dan diri kita untuk mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh dan menyadari betapa kasih setiaNya selalu tercurah dalam hidup kita.

Doa yang tulus datang dari hati yang mengasihi Tuhan, disertai perilaku yang mencerminkan pribadi Yesus, itulah yang berkenan di hadapan Tuhan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment