Andalkan Tuhan

Ayat bacaan: Yeremia 17:5-6
======================
“Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.”

andalkan Tuhan, jangan mengandalkan manusia, jangan mengandalkan kekuatan sendiri

Dalam perjalanan hidup saya sebelum bertobat, saya mengalami banyak hal dimana saya mengandalkan kekuatan manusia. Mengandalkan kemampuan sendiri, dan memakai jalur-jalur lainnya untuk menggapai sukses. Yang pasti bukan Tuhan, karena pada waktu itu saya tidak mengenal Tuhan. Pekerjaan, jodoh, hidup, semuanya dengan mengandalkan manusia dan harta, bahkan terkadang kegelapan pun ikut berperan di dalamnya. Saya bisa mencapai kesuksesan, namun kemudian semuanya ludes, hilang musnah. Meskipun pada waktu jaya itu saya hidup makmur, namun hidup saya “kering” rasanya. Tidak ada rasa sukacita seperti yang saya rasakan saat ini. Saya tidak peduli teman, yang penting menguntungkan. Jika dibandingkan dengan sekarang, pendapatan saya tidak sebanding dengan saat itu, namun saat ini damai sukacita memenuhi hati saya setiap saat. Saya selalu dicukupkan, saya selalu merasakan kehadiran Tuhan dalam keluarga, pekerjaan dan pelayanan. Dalam keadaan sulit sekalipun, berkali-kali Tuhan sudah membuktikan kuasaNya yang ajaib turun atas saya dan keluarga. Ini semua hadir ketika saya merubah pola hidup saya 180 derajat, bukan lagi mengandalkan manusia, melainkan mengandalkan Tuhan, percaya dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan, dan hanya pada Tuhan. Seorang istri yang luar biasa pun Dia sediakan, betapa saya merasakan kebahagiaan sebenarnya lewat segala sesuatu yang Tuhan sediakan bagi hidup saya hari ini.

Yeremia dengan tegas mengingatkan kita untuk mengandalkan Tuhan dengan segenap diri kita. Bukan mengandalkan manusia lain, bukan mengandalkan kekuatan sendiri. Dengan mengandalkan sesuatu yang bukan Tuhan, itu artinya kita menduakan Tuhan, dan tidak ada tempat bagi orang yang menomor duakan Tuhan, yang telah menciptakan kita seturut rupaNya dan yang memiliki rencana luar biasa bagi hidup kita. Tidak main-main, Tuhan mengutuk orang-orang yang seperti ini. “Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.” (Yeremia 5-6). Sebaliknya, Tuhan memberkati orang-orang yang berpengharapan kepadaNya. “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (ay 7-8). Seperti pohon yang tumbuh di tepi air, pohon yang akan terus mendapatkan cukup air, tidak akan pernah kekeringan dan layu, malah akan terus berbuah. Ini janji Tuhan yang luar biasa bagi orang-orang yang terus mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan senantiasa ke dalam keputusanNya. Saya mengalami sendiri apa yang mungkin terjadi ketika mengandalkan Tuhan di atas segalanya. Berbagai mukjizat, perlindungan, kedamaian penuh sukacita, penyertaanNya, sungguh membuat hidup ini bisa terasa jauh lebih indah.

Mungkin pekerjaan Tuhan tidak instan, namun pertolonganNya akan selalu hadir tepat waktu. Semua itu, baik cepat atau lambat, jika kita serahkan sesuai kehendakNya bertujuan untuk kebaikan kita. Dia tahu apa yang terbaik bagi kita, lebih dari apa yang terbaik menurut kita. Kita harus mengakui bahwa kita tidaklah mampu untuk menentukan jalan kita sendiri. Kita butuh penyertaan Tuhan, karena hari-hari yang kita lalui tidaklah mudah. Yeremia menyadari itu “Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.” (Yeremia 10:23). Tuhan lebih mengenal kita lebih dari siapapun. Tuhan selalu siap melindungi orang-orang yang setia kepadaNya. “Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa.” (1 Samuel 2:9). Maka sudah selayaknya kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Hiduplah dengan tuntunan Roh Kudus, berpeganglah selalu dengan erat.

Ketika kita menjadi orang-orang setia yang selalu mengandalkan Tuhan dan bukan manusia atau kekuatan diri sendiri, Tuhan tidak akan sabar untuk mencurahkan kasih dan pertolonganNya kepada orang-orang yang selalu rindu padaNya. “Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!” (Yesaya 30-18). Lihatlah, Tuhan menanti-nantikan untuk menunjukkan betapa Dia mengasihi kita. Ketika hal ini berlaku, Dia akan mendengar dan menjawab segala teriakan dan tangisan kita. (ay 19). Apakah saat ini ada di antara teman-teman yang sedang dalam bergumul dengan masalah? Apapun itu, andalkanlah Tuhan. Dia sanggup mengangkat anda keluar dari masalah itu. Hubungan kita dengan Tuhan telah dipulihkan oleh penyelamatan Kristus. Datanglah pada Tuhan, hampirilah tahtaNya, dan berserulah. Pada waktunya, Tuhan akan mengangkat anda. “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16). Tuhan tengah menanti-nanti kedatangan orang-orang yang percaya dan menggantungkan harapannya tanpa putus kepadaNya. Andalkanlah Tuhan, bukan yang lain. Tuhan pasti menjawab dan memberikan jalan keluar terbaik.

Tuhan rindu untuk mencurahkan kasih dan pertolonganNya kepada orang yang selalu haus akan Tuhan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply