Anda Bukan Paling Malang, Masih Banyak Lainnya Lebih Sengsara

desperate“Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia” (1 Kor 15, 19) BANYAK  orang sering merasakan bahwa dirinya merupakan orang yang paling malang di dunia ini. Seseorang merasa bahwa dirinya paling malang, saat terbaring di rumah sakit dalam waktu yang lama; saat […]

desperate

“Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia” (1 Kor 15, 19)

BANYAK  orang sering merasakan bahwa dirinya merupakan orang yang paling malang di dunia ini.

Seseorang merasa bahwa dirinya paling malang, saat terbaring di rumah sakit dalam waktu yang lama; saat seorang remaja tidak bisa ikut teman-temannya tur dan liburan; saat seseorang kehilangan dompet beserta semua isinya yang berharga; saat seseorang terjebak dalam kemacetan lalu lintas selama berjam-jam; saat  perjuangannya gagal dan usahanya terpuruk; saat pulang kerja dan tidak mendapatkan sesuatu yang bisa dimakan untuk menggal perutnya yang kosong; saat seseorang tidak mampu memperbaiki rumahnya yang sudah retak dan hampir ambruk. Orang merasakan dirinya paling malang saat mereka berada di dalam kesulitan, sakit, penderitaan, permasalahan berat.

Saat seseorang merasa hidupnya gelap dan buntu. Saat seseorang tidak bisa menemukan jalan keluar yang memberikan pengharapan akan masa depan. Banyak orang lahir dalam keluarga yang sudah berkecukupan. Semua kebutuhan hidupnya telah tercukupi. Banyak pembantu siap melayani dan menyediakan apa saja yang diinginkan.

Sejak kecil tidak pernah mengalami hidup yang sulit dan keras. Akibatnya, kesulitan dan penderitaan kecil seringkali membangkitkan ‘rasa malang’ dalam diri seseorang.

Menurut St. Paulus, seseorang disebut paling malang bukan hanya dalam hal-hal yang terjadi di dalam kehidupan saat ini. Orang disebut paling malang kalau tidak mempunyai pengharapan akan kebangkitan atau tidak mempunyai iman akan kebangkitan orang mati. Kristus telah bangkit dari alam maut
dan masuk ke dalam kemuliaan surgawi.

Setiap orang yang percaya kepada-Nya akan dipersatukan pula di dalam kebangkitan dan kemuliaan. Maka betapa paling malangnya, orang yang tidak percaya akan hal ini, karena mereka tetap akan berada  di dalam kegelapan yang paling gelap. Teman-teman, selamat berkarya dan berkah Dalem.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply