MEMBACA buku ini seperti campuran antara membaca buku harian seorang ibu muda plus mengikuti serangkaian seminar: parenting, motivasi, dan hypnoterapy.

Buku ini berisi serangkaian 20-an cerita singkat yang berisi kisah nyata sang penulis alias sang bunda dalam interaksinya dengan si buah hati yang bernama seindah parasnya, Sekar Jovani Putri.

Priska (42) dengan terus terang mengakui bahwa cara dia dibesarkan oleh orangtuanya boleh dibilang ‘buruk’. Cara orangtuanya mendidik, kata dia, sungguh tidak tepat diterapkan untuk mengasuh seorang anak. Bukan hanya ketika dia masih kecil pada zaman dulu, dan apalagi pada zaman canggih sekarang.

Priska bertekad ‘luka batin’ yang pernah dia alami sebagai anak yang dididik tidak dengan lemah lembut dan banyak menelan kata-kata tidak baik itu jangan sampai terjadi pada anak semata wayangnya. Anak yang hadir setelah menunggu tujuh tahun usia pernikahannya.

Pencerahan dari anak
Maka tidaklah heran kita disuguhi dengan cerita pergulatan dan perjuangan Priska dalam menerapkan ilmu parenting yang ‘benar’ kepada anaknya. Tetapi rupanya dia dan Oh Kris, sang suami, dikejutkan dengan penalaran-penalaran Sekar yang kadang malah memberi pencerahan kepada mereka.

sekar

Inspirasi buat ibu: Sekar menjadi inspirasi buat ibunya dalam mendidik anak. (Ist)

Ini buku ‘ringan’ yang enak dibaca, sederhana, mengalir lancar seperti jalan tol (tentunya bukan tol yang macet). Buku yang jujur; sang penulis berani mengakui kesalahannya dalam mendidik – menaikkan suara dua oktaf dari normal, juga kesulitannya dalam mengendalikan temperamennya – yang ‘suka membanting barang ketika marah’.

Tidak hanya untuk (calon) ibu
Seperti yang tertulis dalam halaman kulit depannya: buku ini cocok untuk pasangan muda dan calon ibu. Target pembaca ini akan mendapatkan banyak hal, tidak hanya dari kacamata riil pengalaman penulis, tetapi juga ilmu-ilmu yang tidak segan diungkapkan dalam setiap kisah.

Memang Priska bukan seorang psikolog anak, tetapi melihat betapa seriusnya dia mempersiapkan kedatangan Sekar dengan memborong segala buku parenting, betapa getolnya dia belajar seperti kegigihannya mengikuti berbagai pendidikan hypnotherapy, financial planning, sampai graphology, maka pasti ada nilai baik yang dituangkannya.

Tetapi tidak hanya pasangan muda dan calon ibu yang akan senang membaca buku ini, semua orang yang terlibat dalam pendidikan anak baik formal maupun nonformal, orang yang sekedar ingin bacaan ringan sarat manfaat, juga akan tercerahkan.

Kita juga akan dibawa jatuh cinta kepada Sekar (8) yang membuat teka-teki begini:
“Mami, apa bedanya ‘Kalender’ dan ‘Mami’?,” kata Sekar
“Nggak tahu.”
“Kalau kalender, bertahan hanya dua belas bulan. Kalau Mami, bertahan selamanya di hatiku.”

Sekar yang pesta ulang tahunnya mau dirayakan bersama keluarga sopir dan keluarga pembantu, Sekar yang bisa menyumbangkan uang jajannya untuk kegiatan sosial. Sekar, yang sama normalnya dengan anak-anak lain, yang bisa membisu dan ketakutan, dan juga bisa ngambek.

Sejumput kisah
Kisah ‘Aku Mau Beli…” tentang Priska yang menolak keinginan Sekar membeli boneka baru pasti berguna bagi semua orang tua yang ingin mengajarkan financial planning kepada seorang anak kecil.

Di buku karya perdana Priska ini, kisah-kisah serupa salad yang tidak saja menyajikan kisah cinta Priska dan Sekar, tetapi juga terbaca tentang Priska yang bangkit dari kegetiran masa kecilnya. Dia mampu berdamai ketika akhirnya menjadi seorang ibu dan dikuatkan oleh ‘pencerahan’ Sekar, anak dan mataharinya.

Tidak sabar rasanya menunggu buku-buku selanjutnya yang bisa dipastikan akan menyusul. Mungkin penulis bisa membaginya ke dalam beberapa buku dengan fokus yang spesifik, ‘Pelajaran dari Sekar’ khusus aneka kisah pembelajaran yang bisa kita dapat dari anak kecil misalnya.

Judul buku: Anakku Matahariku, Kisah Inspiratif Ibu dan Putrinya
Penulis: Priska Devina
Jumlah hlm: 148
Penerbit: Gramedia, 2014

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.