Ayat bacaan: Efesus 6:1-3
====================
“Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.”

Melawan orang tua sepertinya menjadi kebiasaan bagi banyak anak muda di jaman ini. Seorang teman yang anaknya sebentar lagi memasuki usia puber mulai mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi masa-masa dimana anak biasanya mulai sulit diatur atau diingatkan. Perasaan seperti ini mungkin dialami pula oleh banyak orang tua yang usia anaknya di kisaran yang sama, atau sudah duluan mengalami. Ada anak-anak yang sudah sulit dinasihati sejak kecil, ada yang mengalami perubahan sikap ketika menjelang dewasa. Anak sering menganggap orang tuanya diktator, sedang orang tua menganggap anaknya pembangkang. Berbeda pendapat dengan orang tua itu tidak salah, sepanjang sikap yang kita tunjukkan tidak dengan melawan apalagi dengan kekerasan. Koridor peraturan dengan jelas sudah disampaikan dalam firman Tuhan, agar perbedaan ini tidak sampai berlarut-larut sehingga melukai hubungan antara anak dan orang tua.

Seorang anak dituntut untuk menghormati orang tuanya tanpa syarat. Melawan atau membangkang orang tua tidak pernah mendapat pembenaran di mata Tuhan, apapun alasannya. Firman Tuhan berkata: “Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.” (1 Timotius 5:3). Ayat yang sudah saya sampaikan dalam renungan kemarin dengan jelas mengatakan bahwa anak cuculah yang seharusnya menjadi orang pertama yang wajib memperhatikan nasib mereka. Bukan pembantu, bukan perawat, bukan pula panti jompo atau orang lain. Belajar berbakti dan belajar membalas budi orang tua dan nenek/kakek merupakan kewajiban yang tidak bisa diwakilkan atau diabaikan. Firman Tuhan dengan tegas berkata bahwa apa yang berkenan bagi Tuhan adalah sikap dari anak dan cucu yang mau berbakti dan tahu membalas budi. Tuhan tidak suka orang-orang percaya yang tidak tahu membalas budi, bersikap habis manis sepah dibuang, kacang lupa kulit, apalagi jika ini dilakukan terhadap orang tua sendiri.

Hal menghormati orang tua sangatlah penting dimata Tuhan. Ayat bacaan hari ini yang diambil dari surat Paulus kepada jemaat Efesus. “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” (Efesus 6:1-3). Paulus mengingatkan mreka kembali akan salah satu dari 10 Perintah Allah yang turun lewat Musa yang berbunyi: “Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” (Ulangan 5:16). Menghormati orang tua atau mentaati mereka bukan hanya mengacu pada hubungan disaat keduanya masih segar bugar, tetapi justru akan sangat terlihat dari bagaimana sikap kita menghadapi orang tua yang sudah sakit-sakitan atau lemah di usia senjanya. Menghormati orang tua bukan tergantung dari baik tidaknya mereka membesarkan kita, tapi itu merupakan keharusan yang mutlak untuk dilakukan oleh para anak di mata Tuhan. Firman Tuhan tidak berkata: “Hormatilah ayah dan ibumu jika mereka merawat dengan penuh kasih sayang dan tidak pernah marah atau menghukummu.” Tidak demikian bunyinya. Ketika Tuhan berfirman “hormatilah ayahmu dan ibumu”, itu sesuatu yang mutlak tanpa syarat. Dan dari apa yang disampaikan Paulus dalam surat Efesus, inilah yang bisa membawa usia yang panjang dan keadaan yang baik. Kita akan jauh dari berkat Tuhan apabila melanggar perintahNya, bahkan bisa menuai banyak masalah yang jelas merugikan diri sendiri.

Lalu bagaimana dengan orang tua? Firman Tuhan bagi orang tua dalam hal menghadapi anak akan saya bagikan pada renungan berikutnya.

Ayah, ibu, nenek, kakek, mereka adalah orang tua kita yang harusnya kita kasihi dan hormati. Terlepas dari kekurangan-kekurangan mereka, kita tidak akan ada tanpa mereka. Tidak jarang mereka harus berjuang dan berkorban banyak untuk membesarkan dan menyekolahkan kita. Selain orang tua sendiri, mertua pun harus kita hormati sebagai orang tua kita. Bukankah pasangan kita tidak ada tanpa mereka?  Mungkin ada diantara teman-teman yang memiliki orang tua yang terlalu keras dalam mendidik anak. Tapi sekeras-kerasnya mereka mengasuh atau malah sejahat-jahatnya mereka, tentu sedikit banyak ada hal-hal baik yang kita peroleh dari mereka, itupun pantas untuk dihargai. Diatas segalanya, kasih merupakan inti dasar kekristenan yang harus berlaku unconditional alias tanpa syarat. Jika kepada orang lain saja kita harus mengasihi, apalagi terhadap orang tua kita sendiri. Jika diantara teman-teman ada yang mengalami kepahitan terhadap orang tua, mulailah melunakkan hati dan melepaskan pengampunan. Hampiri mereka dan berbesar hatilah. Mulailah bangun kembali hubungan yang sudah terputus sekian lama dan jadikan kasih sebagai dasarnya. Jika anda selama ini terlalu sibuk sehingga jarang bertemu atau menghubungi orang tua anda, ambillah waktu sekarang juga sebelum terlambat. Berusahalah agar mereka bisa bahagia di hari-hari akhir mereka. Sehingga bukan saja mereka akan akan merasa bangga terhadap anak-anaknya, tapi Tuhan pun akan berkenan dan menghargai sikap seperti ini.

Tuhan berkenan kepada anak-anak yang berbakti dan tahu membalas budi kepada orangtuanya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.