Alm. Sr. Yosepha AK, ‘Penguasa’ SD Murukan II Susteran Wedi Klaten

RIP lilin

TAHUN 1970-an, di kota kecil bernawa Wedi yang berlokasi di ujung selatan Kabupaten Klaten ada dua sekolah dasar katolik yang moncer kala itu. Yakni, SD Kanisius Murukan I yang muridnya semuanya laki-laki dan di seberang timur ada SD Kanisius Murukan II yang lebih dikenal dengan sebutan SD Susteran, persis di sebelah Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi. (Baca juga: Suster Abdi Kristus, ADSK, dan Jesuit (6)

Di SD Susteran Wedi inilah, pada kisaran tahun-tahun 1970-an almarhumah Suster Yosepha AK mengabdikan diri sebagai kepala sekolah untuk sekolah dasar khusus anak-anak perempuan di tlatah Kecamatan Wedi ini. (Baca juga: RIP Suster Yosepha AK di Ungaran)

Penulis adalah alumnus TK Theresia Susteran ini dan karena SD Susteran hanya menerima murid-murid perempuan, maka saya pun pindah ke SD Murukan I untuk pendidikan SD.

Meski secara manajerial terpisahkan antara SD Murukan I “Pria” dan SD Murukan II Susteran (Perempuan), namun relasi antar kedua sekolahan katolik bersutan Yayasan Kanisius Cabang Surakarta ini tetap akrab. Beberapa kali, pada kisaran tahun 1970-1977an itu, penulis menyaksikan Direktur Yayasan Kanisius Cabang Surakarta alm. Romo Guido van Delft SJ sering wira-wiri mengunjungi kedua sekolah katolik andalan Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten ini.

Ternyata orang Wedi
Semua kakak perempuan saya lulusan SD Murukan II Susteran Wedi. Beberapa di antaranya mengenyam tahun-tahun pendidikan sekolah dasar di bawah asuhan alm. Suster Yosepha AK yang waktu itu menjabat Kepala Sekolah SD Murukan II Susteran.

Menurut cerita kakak-kakak perempuan saya, alm. Suster Yosepha AK termasuk kepala sekolah yang luar biasa ‘galak’ alias super disiplin. Meski berpostur mungil dengan balutan bingkai kacamata hitam yang khas menempel di pucuk atas hidungnya, tampilan alm. Suster Yosepha AK di hadapan para muridnya jauh di atas ‘kepala’ alias super pede, berwibawa –dan ya itu tadi— juga ‘galak’ alias disiplin.

Dasar saya termasuk anak nakal, sekali waktu ketika baru saja mengikuti misa bulanan di Paroki Wedi bersama alm. Romo Tjokroatmadja Pr, saya kena jewer kuat oleh alm. Suster Yosepha AK ini. Saya tidak ingat persis, kenapa kuping saya dijewer kuat oleh mendiang suster anggota Kongregasi Abdi Dalem Sang Kristus (ADSK) atau kini disebut Abdi Kristus (AK) ini.

Selang beberapa tahun kemudian, barulah saya tahu bahwa ternyata mendiang Suster Yosepha AK ini aslinya juga dari Paroki Wedi. Persisnya lahir dan menikmati masa kecilnya di sebuah desa di jalur akses penting dari Birit menuju kawasan Pasung untuk selanjutnya menyusuri desa-desa sebelum Gunung Kidul melalui Rembangsore.

Juga baru beberapa tahun kemudian, saya menjadi tahu ternyata alm. Suster Yosepha AK (Abdi Kristus) ini adalah kakak kandung dari Romo Is Warnabinarja SJ, mantan magister novis tahun 1986-an di Novisiat SJ Girisonta, Karangjati, Ungaran.

Para murid perempuan alumni SD Murukan II Susteran Wedi kurun waktu studi tahun 1970-1980an sudah barang tentu berterima kasih kepada almarhumah Suster Yosepha AK ini. Berkat tangan dingin dan sikap ‘galak’ (baca: disiplin) beliau inilah, para alumni SD Susteran Wedi ini sudah banyak yang berhasil merintis jalan menuju sukses.

Suster Yosepha AK, sumonggo ngasoa kanthi tentrem wonten pangayunan nDalem. Requiescat in pace.

Tautan: Official website Kongregasi Suster Abdi Kristus di http://suster-abdikristus.org/

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: