Allah Mengasihi Kita Melalui Hati Terkudus Yesus

0
30

12 Juni RI

Jumat 12 Juni 2015
HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS
Hos 11:1.3-4.8c-9; Mzm 12:2-3.4bcd.5-6; Ef 3:8-12.14-19; Yoh 19:31-37

… Salah seorang dari prajurit itu menikam lambung Yesus dengan tombak, dan segera mengalirlah darah serta air keluar. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberi kesaksian ini, dan kesaksiannya benar! Dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci, “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan” dan nas lain yang mengatakan, “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.” …

Hari ini adalah Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus. Hati-Nya ditikam oleh tombak demi keselamatan kita.

Dalam Injil hari ini kita baca, St. Yohanes melukiskan bahwa Hati-Nya ditikam dengan tombak. Dan itu merupakan penggenapan atas nubuat Nabi Zakharia yang mengatakan bahwa mereka akan memandang yang mereka tikam” (Zakh 12:10).

Hati Yesus Yang Mahakudus yang ditikam demi keselamatan kita mewahyukan kasih-Nya kepada kita. Itulah alasan mengapa Yesus mau disalibkan untuk menyelamatkan kita dari perbudakan dosa dan maut. Dalam salib-Nya, kita melihat kasih Allah yang dicurahkan bagi kita secara sempurna.

St. Paulus mengatakan bahwa Yesus Kristus telah mengasihi kita dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah (Ef 5:2). Kasih-Nya sempurna karena Ia adalah belas kasih, keadilan dan pengampunan.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang Hati-Nya ditikam dengan tombak demi keselamatan kita. Ia juga memanggil kita untuk menyerahkan diri kita dalam kasih pengorbanan satu terhadap yang lain.

Tuhan Yesus Kristus, syukur bagi-Mu sebab kasih-Mu Kau nyatakan kepada kami melalui Hati-Mu Yang Mahakudus. Semoga kami mengasihi seperti Dikau mengasihi dengan hati yang berkorban hingga semakin banyak orang mengenal belas kasih-Mu. Semoga kami mengasihi dengan murah hati seperti Dikau kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here