Alergi (1)

Ayat bacaan: 1 Tesalonika 5
=================
“Abstain from evil [shrink from it and keep aloof from it] in whatever form or whatever kind it may be.” (English AMP)

alergi

Jika anda mengidap alergi akan sesuatu, tentu anda akan tahu bagaimana rasanya jika anda menyentuh apa yang anda alergikan itu. Alergi adalah sebuah reaksi berlebihan yang terjadi di dalam tubuh akibat adanya kontak terhadap substansi tertentu. Penyebab alergi bisa bermacam-macam dan masuk ke dalam tubuh lewat berbagai cara. Misalnya jika terhirup (lewat pernafasan), lewat suntik, dari makanan (seperti seafood, telur dan sebagainya) atau kontak-kontak langsung pada kulit seperti kosmetik, logam pada perhiasan/jam tangan dan sebagainya. Bisa pula lewat serbuk tanaman atau jenis rerumputan tertentu, sengatan serangga, bulu hewan dan lain-lain. Berbagai zat tambahan pada makanan seperti penyedap masakan, pewarna atau pengawet pun bisa menimbulkan alergi bagi beberapa orang. Orang bisa mengalami alergi yang berbeda-beda. Seorang teman saya akan segera gatal-gatal sekujur tubuhnya jika mengkonsumsi makanan laut terutama udang. Ada pula yang alergi akan sengatan lebah atau gigitan serangga seperti semut. Saya sendiri alergi terhadap logam dari jam tangan. Setiap saya mempergunakan jam tangan yang terbuat dari logam, maka bengkak merah yang rasanya sangat gatal akan muncul di sekitar area dimana jam tangan itu bersentuhan dengan kulit. Jika kita tahu apa yang bisa membuat kita alergi, tentu kita harus menghindarinya agar kesehatan kita tidak menjadi terganggu.

Ketika alergi biasanya berpengaruh terhadap tubuh secara fisik, ada pula bahaya-bahaya yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan spiritual kita. Seperti halnya alergi-alergi yang menyerang tubuh di atas, kita harus mewaspadai beberapa hal yang menimbulkan alergi pada kerohanian kita. Di dalam Alkitab kita bisa menemukan beberapa hal yang harus kita hindari jika tidak mau terkena alergi rohani ini.

1. Segala jenis kejahatan (Every kind of evil).
Ayat bacaan kita hari ini menyatakan dengan jelas bahwa kita harus menjauhkan diri dari segala macam bentuk kejahatan. “Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.” (1 Tesalonika 5:22). Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “Abstain from evil [shrink from it and keep aloof from it] in whatever form or whatever kind it may be.” Dengan mengingat hal ini, kita harusnya berpikir ulang akan segala sesuatu hal yang berhubungan dengan kejahatan sebelum kita melakukannya, walaupun kecil. Mengambil bagian dalam berbagai jenis kejahatan akan merusak kesehatan kita secara spiritual dan membuat kita kehilangan janji-janji Tuhan. Ketika dosa-dosa yang kita anggap besar bisa kita hindari, hendaklah kita pun mencermati dosa-dosa yang mungkin kelihatannya sepele seperti kebohongan kecil, hanya ikut kecipratan hasil korupsi, sesekali mengkonsumsi sesuatu yang buruk dalam bergaul dan sebagainya. Kita harus berhenti memberi toleransi-toleransi akan kesalahan seperti ini, karena biarpun kecil jika kita biarkan terus akan membawa dampak dalam eskalasi yang terus meningkat. Alkitab sudah mengingatkan hal itu: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yakobus 1:14-15).

2. Pertengkaran akibat soal-soal yang dicari-cari, bodoh atau tidak layak
Firman Tuhan dalam 2 Timotius 2:23 mengingatkan hal ini: “Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran.” Dalam Titus pun kita bisa menemukan ayat yang kurang lebih sama. “Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.” (Titus 3:9). Selalu saja ada orang yang akan memancing perdebatan dan seringkali perdebatan itu sia-sia belaka alias tidak ada gunanya. Karena itu jika ada yang memancing pertengkaran dalam bentuk apapun, jangan terpancing. Apa yang harus kita lakukan justru adalah berusaha melakukan pekerjaan yang baik. “Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.” (ay 8).

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. khotbah yakobus 1:17-27
  2. renungan yakobus 1:17-27
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: