Albania: Umat Beragama Bisa Hidup Rukun, Bagaimana Kita?

albania 3

ALBANIA – sebuah negara di kawasan Balkan—bisa menjadi contoh kerukunan hidup umat beragama antara umat Islam, Ortodoks dan Katolik. Dan hebatnya lagi, kebaikan ini terjadi di Eropa.

Islam di Albania (Sunni & Sufi Bektashi) tidak memiliki akar semangat jihad dalam artian negatif dan tidak terpengaruh oleh Syariah. Islam di Albania adalah Islam toleran (Marco Invernizzi: Radio Maria 23 Sept 2014). Setelah 50 tahun di bawah rezim komunis, bangunan gereja bisa dibangun tanpa ada masalah, meskipun Islam di sana merupakan penduduk mayoritas.

Kebebasan beragama di Albania berlangsung baik. Masing-masing umat beragama di sana memahami bahwa kehidupan tanpa Tuhan (ateisme) yang menjadi penderitaan mereka di bawah regim komunis telah menghancurkan bangsa itu. Paus Fransiskus pun terkesima.

Dubes Albania Ardian Ndreca untuk Tahta Suci beragama Katolik (Tempi 21 Sept 2014):

“Di bawah rezim komunis, semua agama dilarang. Setelah komunisme runtuh kami menderita kemiskinan, kami bertekuk-lutut. Lalu kami menjalani sebuah periode transisi yang tampak tiada habisnya”.

“Sekarang akhirnya kami bangkit. Selain itu, Paus Fransiskus hendak menggarisbawahi suatu aspek penting dari bangsa kami: Kenyataan bahwa kami berhasil mengatur sebuah pemerintahan dari kesatuan nasional yang terdiri dari umat Muslim, Ortodoks dan Katolik”.

VATICAN-RELIGION-POPE-ALBANIA-POLITICS

Albania menyambut Paus Fransikus: Inilah suasana meriah masyarakat Albania yang gembira menyambut kunjungan perdana Paus Fransikus di negara yang konon dianggap paling mikin di kawasan Balkan. (Ist/Tempi)

albania 2

Albania tanahair Beata Bunda Teresa dari Kalkuta: Umbul-umbul bertebaran di sepanjang jalan utama di Albania, negara asal Beata Bunda Teresa dari Kalkuta. (Ist/Tempi)

VATICAN-RELIGION-POPE-ALBANIA-POLITICS

Paus memberkati anak-anak Albania: Paus Fransiskus menerima sambutan hangat dari Pemerintah Albania dalam kunjungan perdananya di negara bekas rezim komunis di kawasan Balkan ini. (Ist/Tempi)

“Sebuah contoh yang benar, saat ini, tentang bagaimana orang-orang dapat saling bekerja sama, sebuah contoh kelangsungan kerukunan hidup beragama. Tidak komunisme, maupun kelaparan, mampu merampas Tuhan dari hati kami.”

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia masih menjadi contoh kerukunan hidup beragama? Apakah rakyatnya masih percaya kepada Tuhan? Ataukah perlahan keyakinan beragama sudah mulai rapuh? Apakah nilai-nilai keagamaan masih menjadi dasar untuk mencapai kebaikan bersama? Ya, apabila Pancasila masih tetap dihormati dan dijalankan. Ya, apabila semboyan kesatuan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” masih diyakini oleh setiap rakyatnya.

Kredit foto: Kunjungan Paus Fransiskus di Albania. (Tempi Italia)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: