Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup: Yoh.14:6-14

JALAN menuju ke kota itu banyak. Ada jalan yang lurus, jalannya bagus, tetapi agak jauh. Ada jalan pintas, lebih dekat, tetapi jalannya agak jelek, berkelak-kelok dan menanjak. Maka kalau orang mau pergi ke kota itu harus pikir-pikir lewat jalan mana? Jalan itu meski jauh, tetapi kalau itu menuju kepada tujuan ya tidak menjadi soal. Demikian juga kalau orang harus pergi kota itu melalui jalan yang jelek dan menanjak, kalau itu dapat sampai; itu pun juga tidak apa-apa.

Yang paling menjengkelkan yaitu kalau ternyata jalan ini menyesatkan, tidak membawa orang sampai ke tujuannya. Yang dipesoalkan di sini adalah jalan menuju Kerajaan Sorga atau jalan menuju kebahagiaan abadi. Banyak orang pada zaman sekarang ini mencoba mencari jalan menuju kebahagiaan, baik kebahagiaan di dunia ini maupun kebahagiaan di akhirat.

Ada banyak golongan, kelompok, atau sekte agama yang menawarkan jalan menuju kebahagiaan itu. Tetapi tidak benar. Maka ada agama yang menawarkan sebagai satu-satunya agama yang paling benar di dunia ini, karena dianut banyak orang dan bahkan mengatakan bahwa agama lain itu sesat. Itulah sebabnya Tuhan Yesus dalam Sabda perpisahan-nya mengatakan kepada para murid-Nya : Aku adalah jalan, kebenaran dan hidup.

Dalam firman ini Tuhan Yesus memberikan jaminan bahwa Ia adalah satu-satu nya jalan ke Sorga, karena Dia adalah Putera Bapa sendiri yang membawa orang-orang yang mempercayakan diri kepadaNya. Bahwa Yesus adalah jalan menuju Bapa telah berulang kali Ia katakan, Jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus ini membawa orang kepada kebenaran. Maka ciri jalan yang menuju kepada kebahagiaan atau Kerajaan Sorga adalah kebenaran.

Artinya melalui jalan ini orang semakin menemukan kebenaran dalam hidupnya berdasarkan ajaranNya dan orang dapat semakin merasakan adanya kehidupan diantara orang-orang yang percaya kepadaNya (yang berupa kedamaian, kerukunan, kebersamaan dan persaudaraan yang membuat orang semakin bersukacita.) Sebaliknya jalan yang tidak melalui Yesus nampaknya jalan itu akan membawa orang kepada kebahagiaan tetapi semu, karena tidak membawa kebenaran dan kehidupan.

Kata-kata Yesus adalah kata-kata Bapa sendiri. Ajaran Yesus adalah kehendak Bapa sendiri. Maka sungguh benar kalau Tuhan Yesus mengatakan: Barang siapa percaya kepadaKu akan hidup, yaitu yang melaksanakan pekerjaan yang Aku lakukan. Nampaknya jalan itu sempit dan terjal, namun membawa orang kepada kehidupan kekal.

Photo credit: Ilustrasi (Courtesy of Vivi07)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. Renungan yohanes 14:6
  2. khotbah yohanes 14:1-14
  3. renungan injil yohanes 14 : 6 _14
  4. renungan kristen tentang jln kbenaran dan hidup
  5. Yohanes 14:1-14
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: