Aksi Paskah PMKRI, membuat meja jualan bagi pedagang mama-mama Papua di pasar

IMG-20180322-WA0019

Memasuki Pasar Baru Mopah Merauke, Papua, semua akan melihat bahwa sebagian besar meja jualan milik mama-mama Papua di pasar itu sudah rusak dan tidak layak untuk digunakan. Anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Merauke Santo Fransiskus Xaverius juga melihat hal itu.

“Berdasarkan diskusi dengan teman-teman, akhirnya kita sepakati untuk bentuk Tim Aksi Paskah dan kami meminta dukungan senior-senior agar kita bisa melakukan aksi sosial ini. Ini juga bagian dari misi kami, PMKRI, harus terlibat dan berjuang bersama masyarakat kecil, terutama yang membutuhkan bantuan atau pertolongan,” kata Ketua saat ditemui PEN@ Katolik di Pasar Mopah 23 Maret 2018.

Dalam menyambut Perayaan Paskah 2018 dan sebagai bentuk kepedulian, tegasnya, PMKRI Cabang Merauke berinisiatif membantu mama-mama Papua dengan menggalang aksi sosial dan turun langsung ke Pasar Baru Mopah Merauke, untuk membuat meja jualan yang baru bagi pedagang mama-mama Papua.

Dengan sumbangan sukarela dari para anggota serta bantuan para donatur, PMKRI berhasil mengumpulkan bahan untuk membuat meja jualan, “lalu dikerjakan sendiri oleh para anggota, meja jualan lengkap dengan peti penyimpan barang dagangan,” jelas Yohanis.

PMKRI menargetkan untuk menyediakan sebanyak 20 meja dengan ukuran 3 x 4 meter. Namun untuk saat ini dengan bahan yang ada, baru bisa disiapkan setengah dari yang ditargetkan. “Target kami 20 meja, namun karena bahan belum mencukupi, kami akan bangun 10 dulu. Kami akan tetap bekerja sesuai target kami, seperti permintaan dari mama-mama,” lanjut Yohanis.

Dia juga berharap agar aksi sosial seperti ini bisa dilakukan oleh seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di Kabupaten Merauke. OKP, jelasnya, perlu memiliki kepekaan untuk melihat berbagai persoalan di masyarakat, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke harus punya keseriusan melihat kebutuhan mama-mama pasar asli Papua.

“Pasar ini menjadi kebutuhan kita semua. Untuk itu saya juga berharap OKP-OKP yang lain untuk bersama sama kita melihat kebutuhan di pasar. Apa yang bisa kita bantu ya kita bantu,” harap Yohanis.

Melihat kondisi di lapangan, penghasilan mama-mama dari hasil jualannya masih jauh tertinggal dengan para pendatang, karena tempat penjualan kurang baik, bahan yang dijual masih tergantung pada alam dan belum ada pendampingan dalam hal berdagang, maka “Kami meminta pemerintah daerah lebih fokus pada pembangunan pasar. Perlu dibangun pasar lokal khusus untuk menjual pangan lokal bagi orang asli. Selanjutnya harus ada pendampingan agar mereka mampu bersaing. Sudah saatnya pasar mama-mama Papua berdiri sendiri,” kata Yohanis.

Koordinator Pedagang Mama-Mama Papua, Devota Basik-Basik, mengapresiasi kepedulian PMKRI Cabang Merauke, karena menurut dia, aksi yang dilakukan sangatlah membantu mama-mama Papua yang sudah tidak lagi memiliki tempat jualan yang layak seperti sebelumnya.

“Kami senang ada yang peduli akan kebutuhan kami di pasar. Pemerintah tidak perhatikan kita di sini, meja-meja jualan semua sudah tidak layak,” keluhnya.(Getrudis Saga Keo)

IMG-20180322-WA0016IMG-20180322-WA0018

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: