Akibat Ketidaktaatan

Ayat bacaan: Yunus 1:4
==================
“Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.”

angin ribut, badai, yunus

Berada dalam kapal yang sedang terombang ambing ditengah gelombang laut yang sedang mengamuk memang mengerikan. Saya punya pengalaman akan hal ini pada tahun 1992. Saat itu saya sedang dalam perjalanan dari Bali menuju Lombok dengan menggunakan kapal ferry. Di tengah perjalanan ombak begitu ganas. Seisi kapal terasa terlempar kesana kemari. Saya ingat betul saat itu hampir seluruh penumpang mabuk karenanya. Ada yang tertidur, banyak juga yang muntah-muntah. Kru kapal sibuk menyediakan kantong plastik sebagai tempat muntah. Penumpang yang duduk di depan juga disarankan untuk pindah ke belakang. Berjam-jam mengalami ombak ganas seperti itu adalah pengalaman yang cukup menakutkan dan tidak terlupakan.

Apa yang dialami Yunus rasanya lebih menyeramkan dari pengalaman saya. Angin ribut dan badai besar pada saat itu pasti lebih dahsyat dari yang saya gambarkan diatas sampai-sampai dikatakan kapal nyaris terpukul hancur. Yunus diutus Tuhan untuk pergi ke Niniwe, sebuah kota besar dengan sekitar 120 ribu penduduk pada masa itu untuk mengingatkan mereka supaya bertobat dan menghindari murka Tuhan turun atasnya. Tapi bukannya taat, Yunus malah melarikan diri dan berpikir bahwa Tuhan hanya ada di Israel dan tidak akan bisa melihatnya jika ia lari ke Tarsis. Apa yang terjadi? Tuhan menurunkan angin ribut disertai badai besar disebabkan oleh ketidaktaatan Yunus pada firmanNya. Bukan saja Yunus yang mendapatkan masalah serius, tapi juga orang lain yang ada bersama-sama dengannya di kapal. Kerugian materi dan hal psikologis yang mungkin mereka alami ketika itu tidaklah sedikit. Apa yang dialami Yunus tidak cukup sampai disitu. Seperti yang kita ketahui, Yunus pun harus mengalami hidup di dalam perut ikan besar selama tiga hari tiga malam. Dari dalam perut ikan, Yunus berdoa, dan diselamatkan setelah berjanji untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan.

Melawan Tuhan dan tidak menuruti kehendakNya akan berujung pada kesusahan dan penderitaan. Terkadang bukan diri kita sendiri saja yang harus menanggung konsekuensinya, tapi bisa pula berakibat pada orang-orang di sekitar kita, yang harus turut menanggung derita akibat keputusan kita yang keliru. Penderitaan, kesusahan, kesengsaraan akan silih berganti menerpa kita seperti angin ribut dan badai besar. Belajar dari kisah Yunus, kita harus hidup taat sesuai kehendakNya agar hidup kita luput dari terpaan angin dan badai. Jangan sampai kita harus mengalami dulu semua malapetaka untuk bisa menjadi taat pada firmanNya. Gantungkanlah hidup anda kepada Kristus dan lakukan sesuai kehendakNya dengan taat agar kita dijauhkan dari murka Allah. “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yohanes 3:36)

Melawan kehendak Tuhan hanya akan berujung pada penderitaan dan kesengsaraan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment