Akar Pahit (2)

(sambungan)Akan halnya tips, ada sebuah ayat yang berisi kunci untuk menghindari tumbuhnya akar pahit ini dalam kitab Ibrani. “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimb…

(sambungan)

Akan halnya tips, ada sebuah ayat yang berisi kunci untuk menghindari tumbuhnya akar pahit ini dalam kitab Ibrani. “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan Kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” (Ibrani 12:15). Agar kita bisa mencegah tumbuhnya akar pahit, yang bukan saja merugikan diri sendiri tapi juga mampu menimbulkan masalah dan mencemarkan banyak orang, kita harus senantiasa melekat erat pada kasih karunia Allah. Menyadari kasih karuniaNya dan memupuknya terus dalam hati kita. Itulah yang dikatakan bisa mencegah tubuhnya akar pahit yang mencemarkan dan menghancurkan ini. Melekatlah seerat-eratnya, semampu-mampunya, sekuat-kuatnya. Itu akan mampu mencegah tumbuhnya akar pahit itu dalam diri kita. Perhatikanlah bahwa jika kepahitan kita biarkan tumbuh semakin dalam di dalam diri kita, maka buah-buah yang kita hasilkan pun akan pahit, bahkan bisa membinasakan bukan saja diri kita tetapi juga diri orang lain. (Wahyu 8:11).

Perhatikanlah apa bunyi ayat penutup dalam rangkaian keseluruhan Alkitab: “Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.” (Wahyu 22:21). Alkitab diakhiri dengan pesan kasih karunia. Ini menunjukkan betapa pentingnya bagi kita untuk sadar akan kasih karunia Tuhan Yesus di dalam perjalanan hidup ini.

Sedalam apapun akar pahit itu sudah terlanjur menusuk hati kita, ingatlah bahwa kita harus terus belajar untuk mengampuni. Yesus bersabda: “ampunilah dan kamu akan diampuni.” (Lukas 6:37). Lebih lanjut dikatakan pula: “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)”. (Markus 11:25-26).

Betapa pentingnya bagi kita untuk memampukan diri kita akan hal ini. Tidak peduli sebesar apapun kekecewaan atau sakit hati kita terhadap seseorang, Tuhan mau kita mengampuni mereka. Mengampuni sepenuhnya, bukan setengah-setengah, bukan hanya dimulut tapi dilepaskan dari hati yang terdalam dengan sungguh-sungguh. Mungkin rasa sakit itu begitu luar biasa sampai kita tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengatasinya, tetapi kita bisa belajar untuk mengandalkan Tuhan. Sadari kasih karuniaNya dan teruslah melekat padanya, serahkan sepenuhnya semua kepada Tuhan dan biarkan Roh Kudus bekerja dalam diri anda. Itu akan memampukan anda untuk melakukan hal tersulit yang terlihat tidak mungkin sekalipun, termasuk dalam hal memberi pengampunan.

Cegahlah akar pahit sejak dini sebelum ia keburu tertanam dalam hati kita. Jika sudah terlanjur dalam, belajarlah untuk mengampuni. Jika anda tidak sanggup melakukannya sendiri, ijinkan Tuhan yang membantu anda, tetapi miliki terlebih dahulu kelembutan hati. Tanpa itu karya Tuhan tidak akan bisa terjadi dalam diri kita. Akar pahit ini bisa membinasakan diri anda, dan juga merepotkan orang-orang disekitar anda. Anda tidak akan pernah bisa melangkah maju menikmati segala janji dan rencana Tuhan apabila anda terus membiarkan diri anda terbelenggu oleh akar-akar pahit ini.

Memelihara akar pahit tidak akan membawa hasil apapun selain menambah beban dalam hidup kita yang akan membuat kita semakin lama semakin berat dalam melangkah. Hidup cuma satu kali, dan Tuhan merencanakan banyak hal istimewa bagi masa depan anda. Jangan biarkan akar pahit ini mencemarkan hidup anda dan menggagalkan dalam menerima janji-janji Tuhan termasuk keselamatan dalam Kristus.

Adakah akar pahit yang hari ini menghambat langkah anda? Lepaskanlah segera dengan melepaskan pengampunan yang dimampukan oleh kasih karunia Allah. Jangan menjauh daripadanya dan masuklah ke dalam hidup yang ringan, damai dan penuh sukacita.

Akar pahit yang tumbuh dalam hati tidak membawa manfaat melainkan berbagai penderitaan kepada kita maupun orang lain

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply