Air dan Api

Ayat bacaan: Yesaya 43:2-3a
=====================
“Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”

air dan api

“Menghadapi kesulitan dalam hidup sudah menyedihkan, tetapi adalah jauh lebih sedih lagi ketika menyadari bahwa kita menghadapinya sendirian.” Demikian ucapan teman saya pada suatu kali ditengah menghadapi beberapa masalah sekaligus. Salah satu ketakutan terbesar manusia yang sudah berulang kali terbukti lewat banyak orang adalah ketika mereka merasa kesepian, tanpa teman, tanpa saudara, dan masih harus menjalani hidup mereka sendirian. The greatest fear is the fear of being alone, demikian sebuah ungkapan yang terkenal dalam bahasa Inggris yang menggambarkan hal itu. Jika hidup sendirian saja sudah sulit, bagaimana jika kita tengah terjepit di tengah beberapa masalah sekaligus, dan kemudian merasa menghadapinya sendirian? Itulah yang dikatakan dan dirasakan oleh teman saya tadi. Mungkin benar, bahwa kita tidak bisa sepenuhnya berharap kepada orang lain untuk menolong kita setiap kali kita menghadapi masalah. Tapi benarkah kita memang sendirian? Are we really alone when we are in the times of trouble? Alkitab berkata tidak. Ada Tuhan yang sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita, dan kita tahu bahwa Allah tidak akan pernah ingkar janji.

Kemarin kita sudah melihat bahwa ada 3 kunci yang harus kita pegang dalam menghadapi situasi terjepit, yaitu dalam kisah terbelahnya Laut Teberau. (Keluaran 14). Dari ayat 13 kita bisa melihat kunci-kunci tersebut, yakni jangan takut, berdiri tetap, dan fokus kepada penyertaan Tuhan. Satu lagi yang tidak kalah pentingnya sehubungan dengan tiga kunci ini adalah agar kita menyadari betul bahwa kita tidak pernah sendirian, sebab Tuhan selalu ada beserta kita dalam kondisi apapun. Dan Dia hadir dengan kasih dan kuasaNya yang tak terhingga. Dia mampu melindungi anak-anakNya dengan segala cara, bila perlu lewat mukjizat-mukjizatNya yang ajaib dan tak terselami akal sekalipun. Kisah indah penyelamatan Tuhan terhadap bangsa Israel ketika tengah terjepit antara laut yang membentang luas dengan ratusan bala tentara Firaun yang mengejar dari belakang sudah membuktikan itu. Dengan kuasaNya yang ajaib Tuhan membuat air laut terbelah, berdiri tegak bak dinding di kedua sisinya, sehingga orang Israel bisa berjalan melintasi lautan yang terbelah bagaikan berjalan di tanah yang kering. Tidak masuk akal, tetapi nyata. Sebagai bukti kuatnya, kisah ini pun disebutkan berulang kali dalam kitab-kitab lainnya dalam rentang masa yang jauh sesudah kejadian tersebut.

Sebuah ayat yang menarik bisa kita baca di dalam kitab Yesaya. Disana dikatakan: “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” (Yesaya 43:2-3a). Air dan api, demikian dua elemen yang dipakai dalam ayat tersebut, itu menggambarkan penderitaan atau kesulitan-kesulitan yang kita lalui dalam hidup kita. Dalam menghadapi gelombang air yang ganas, atau di tengah nyala api yang panas, Tuhan menjanjikan penyertaanNya yang menyelamatkan. Kita memang harus melalui air yang terkadang bisa berombak tinggi, dan kita juga terkadang harus menempuh api yang panas. Tetapi Tuhan berkata bahwa meski harus menyeberang air kita tidak akan hanyut, dan kalaupun harus melalui api kita tidak akan terbakar. Seperti itulah janji Tuhan, dan itu menunjukkan dengan jelas bahwa dalam kondisi sesulit apapun Tuhan tetap ada bersama kita, dan Dia siap untuk selalu melindungi kita.

Kembali kepada kisah Tuhan yang membelah Laut Teberau agar bangsa Israel bisa selamat dari kejaran pasukan Mesir pimpinan Firaun, dalam Keluaran 15:1-21 kita bisa melihat bunyi nyanyian Musa bersama dengan bangsa Israel yang selamat. “Karena nafas hidung-Mu segala air naik bertimbun-timbun; segala aliran berdiri tegak seperti bendungan; air bah membeku di tengah-tengah laut.” (ay 8). Dengan kuasa yang tak terbatas Tuhan membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dia membelah air hingga berdiri pada kedua sisi bagai tembok, dan disanalah kemudian bangsa Israel berjalan bagai melintasi tanah kering. Dalam ayat 19 kita bisa membacanya: “Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut.” Itulah bukti kasih setia Tuhan yang sungguh nyata. Bangsa Israel sudah mengalaminya, dan jika demikian, mengapa tidak buat kita?

Berkali-kali Tuhan sudah mengingatkan kita akan penyertaanNya. Lihatlah Firman Tuhan ketika Yosua baru diangkat menggantikan Musa. “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Yosua 1:5). Lalu Penulis Ibrani pun mengingatkan hal yang sama: “Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5b). Yesus sendiri juga berkata: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20b). Demkian seringnya Tuhan mengulangi hal yang sama, itu menunjukkan bahwa janji ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk selalu kita ingat.

Gelombang air pasang mungkin tengah kita hadapi atau sewaktu-waktu harus kita lewati. Nyala api yang panas padda suatu ketika tidak bisa kita hindari. Tuhan tidak berjanji bahwa kita bisa hidup 100% tanpa kesulitan, tetapi Tuhan berjanji bahwa apapun yang kita hadapi tidak akan membinasakan kita. Seperti apa yang terjadi pada bangsa Israel, Tuhan sanggup membelah lautan masalah sehingga kita bisa melewatinya bagai berjalan di tanah kering dan sampai ke ujungnya dengan selamat. Demikian pula ketika berhadapan dengan api, kita bisa melewatinya tanpa terbakar, seperti yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego. (Daniel 3). Masalah boleh datang, tetapi ingatlah bahwa kita tidak pernah sendirian menghadapinya. Jika anda tengah berhadapan dengan situasi seperti itu, datanglah kepadaNya dan percayakan semuanya ke dalam tanganNya. Lakukan segalanya tepat seperti yang telah Tuhan firmankan, dan anda akan menyaksikan bagaimana kuasa Tuhan yang tak terbatas itu sanggup membawa anda melintasi masalah dengan penuh kemenangan.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan yang akan senantiasa menyertai kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: