Agar Tidak Menjadi Batu Sandungan

batu sandunganMatius 17:22-27 YANG mengagumkan adalah sikap Yesus dan perintahnya kepada para murid. Walaupun Yesus sadar bahwa orang- orang berusaha membunuhNya, namun ketika tiba di Kapernaum ada seorang pemungut pajak mendatangi Nya, Yesus mengatakan kepada para muridnya:” Tetapi  agar kita tidak menjadi batu sandungan bagi mereka bayarlah pajak itu. Caranya: pergilah memancing ke danau. Dan ikan […]

batu sandungan

Matius 17:22-27

YANG mengagumkan adalah sikap Yesus dan perintahnya kepada para murid. Walaupun Yesus sadar bahwa orang- orang berusaha membunuhNya, namun ketika tiba di Kapernaum ada seorang pemungut pajak mendatangi Nya, Yesus mengatakan kepada para muridnya:” Tetapi  agar kita tidak menjadi batu sandungan bagi mereka bayarlah pajak itu. Caranya: pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah  itu dan bayarkan kepada mereka, bagiku dan bagimu.”

Yesus mau memberi teladan kepada para muridNya dan kepada orang yang suka mangkir kalau harus membayar pajak. Yesus tidak mau bahwa kelompok nya menjadi batu sandungan, atau menjadi penyebab orang-orang tidak mau membayar pajak, dengan berbagai alasan. Lebih-lebih kalau orang sadar bahwa membayar pajak itu berarti membayar kepada pemerintah penjajah.

Dan Yesus memerintahkan kepada muridNya agar memancing ikan di danau. Ini mau menunjukkan bahwa kalau orang mau membayar pajak itu sebenarnya tidak sulit, karena satu kali pancingan sudah dapat untuk membayar. Dan lebih-lebih Yesus mau menunjukkan supaya murid berusaha dan bertanggung-jawab.

Yesus juga menyinggung bahwa para murid dan orang-orang bebas tidak bebas karena masih diperintah oleh Raja penjajah. Yesus menyatakan bahwa dirinya akan dibunuh dan jadi korban ini sebenarnya menunjukkan pembebasan yang sesungguhnya. Sebab dengan wafat dan kebangkitan Yesus ini Kerajaan Allah dibuka dan orang yang termasuk di dalamnya menjadi anak-anak Allah.

Maka pesan bagi kita ialah bahwa kita supaya menjadi warga negara yang setia bukan hanya dalam hal memberikan pajak, tetapi dengan mengikuti  Yesus kita juga dapat menyumbangkan gagasan kasih, kebenaran dan keadilan. Sebab walaupun pajak menumpuk tetapi  kalau keadilan tidak ada, maka masyarakat juga tidak tertolong.

Dan sumbangan terbesar dari Umat Katolik, yaitu kalau dapat mempertahankan kesatuan dan kerukunan. Karena yang merupakan momok besar di masyarakat yitu adanya keluarga yang berantakan. Dalam hal ini pun Yesus mengatakan: Agar kita jangan menjadi batu

Pada hari ini kita diberi teladan oleh Santa Clara.yang berani meninggalkan kemapanan hidup serta kekayaanNya untuk mengikuti teladan Yesus, yaitu melalui jalan penderitaan, agar dapat berbagi dengan orang lain yang menderita dan membaktikan hidupnya sama sekali bagi Tuhan dan sesama.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply