Ada Umat Tuhan Lainnya Disekitar Kita

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 18:10
==================
“…banyak umat-Ku di kota ini.”

Menjadi bagian dari minoritas mungkin tidak mengenakkan, bahkan bisa mendatangkan kesulitan-kesulitan tersendiri. Ada seorang teman yang baru saja pindah ke sebuah daerah yang sama sekali asing baginya, dan ia pun bercerita bahwa ia merasa kesepian karena sulit mencari teman untuk berbagi terutama mengenai masalah keimanan. Mungkin ada diantara anda yang saat ini berada dalam lokasi-lokasi dimana anda kerap tersudut dan terpinggirkan. Mungkin anda mengalami hak-hak anda dibatasi/dikebiri atau malah mengalami beberapa tekanan. Di dunia hari ini situasi seperti itu bukan lagi hal baru. Meski diatur dalam undang-undang, pemerintah semakin lemah dalam melindungi warganegara minoritas dan cenderung membiarkan masalah-masalah kemanusiaan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang punya hak untuk mengatur, membatasi bahkan mengakhiri hidup orang yang berbeda dengan mereka. Kalau bukan seperti itu, mungkin anda berada dalam profesi-profesi tertentu yang cenderung banyak godaan. Saya sendiri berkecimpung di dunia entertainment yang dianggap banyak orang sebagai lingkungan yang tidak baik bagi kelangsungan pertumbuhan iman kita. Benar, ada banyak hal disana yang jika tidak hati-hati bisa cepat membuat kita jatuh dan hancur, bahkan dalam sekejap mata. Kita bisa melihat orang-orang yang tadinya hidup taat tapi kemudian menjadi korban akibat godaan dari kehidupan di dunia hiburan. Tapi percayakah anda, apabila saya berkata bahwa meski dunianya banyak godaan bahkan penyesatan, tetap saja ada orang-orang percaya yang tetap memilih untuk hidup lurus sesuai firman Tuhan? Percayakah anda meski sudah terlanjur mendapat cap buruk lewat banyak selebritis yang mempertontonkan sikap-sikap buruk, Tuhan masih memiliki ‘orang-orang’Nya  untuk berkecimpung disana, dan masih akan terus menempatkan umatNya untuk menjadi lentera yang menerangi kegelapan? Listen to this: no matter where you are right now, wherever you’re being placed, God still has His people to walk side by side with us. God still has his people wherever you go. 

Perasaan terasing di sebuah lingkungan baru juga pernah dialami Paulus dalam menjalankan misi pelayanannya ketika sampai di Korintus, sebuah kota yang terletak di Yunani. Pada masa itu Korintus dikenal sebagai kota yang memiliki moral buruk dan gemar melakukan kejahatan termasuk didalamnya korupsi. Itu tentu bukan tempat yang bersahabat bagi orang percaya, apalagi mengingat Paulus memiliki panggilan untuk mewartakan kabar keselamatan. Melakukan itu di kota yang terkenal buruk akhlaknya? Salah-salah hidupnya bisa berakhir disana. Paulus merasakan hal itu, sama seperti kita apabila dihadapkan pada situasi yang sama. Tapi Tuhan mengetahui perasaannya kemudian mengambil tindakan untuk meneguhkan Paulus lewat sebuah penglihatan. “Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” (Kisah Para Rasul 18:9). Jangan takut, kata Tuhan, teruslah berjalan dan jangan menyerah. Kira-kira seperti itu pesan Tuhan kepada Paulus. Tuhan mendorong Paulus untuk meneruskan misinya. Untuk itu Tuhan menjanjikan seperti ini: “Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” (ay 10). Selain Tuhan berjanji bahwa Dia tidak akan mampu menyentuh Paulus, Tuhan juga mengingatkan Paulus bahwa dia tidaklah sendirian di kota itu. Bukan saja Tuhan sendiri berada bersamanya dan berjanji melindungi, tetapi ada banyak umat Tuhan lainnya yang sesungguhnya berada di sana. Hanya saja Paulus mungkin belum bertemu atau melihat mereka, karena ia baru saja tiba disana. Oleh karena itu Paulus tidak perlu merasa was-was dan sendirian berada di sebuah kota dengan kondisi moral yang buruk seperti itu.

Dari situasi Paulus ini kita bisa belajar bahwa meskipun kita berada dalam sebuah kota atau lingkungan yang sama sekali asing bagi kita, meski situasinya terlihat buruk, sesungguhnya Tuhan tetap berada bersama kita. Disamping itu kita juga harus menyadari bahwa ada saudara-saudari seiman yang bisa dijumpai disana. Apa yang perlu kita lakukan adalah menemukan dimana mereka berada, membuka diri untuk berkenalan dan mulai membangun hubungan, menjauhi sikap-sikap eksklusif, segan, malu dan sebagainya. Kita harus mau membuka diri, dan sesama orang percaya yang berdiam di sebuah tempat yang sama bisa saling dukung, saling bantu, saling mengingatkan dan sebagainya sehingga bisa tumbuh bersama. Dengan semangat persaudaraan kita akan jauh lebih kuat dalam menghadapi arus deras penyesatan dan rupa-rupa tekanan atau hal lainnya yang berlawanan dengan ketetapan Tuhan. Lewat membangun hubungan sinergi dengan rekan-rekan seiman, kita akan mampu berbuat sesuatu bagi Kerajaan Allah , menjadi terang dan garam yang akan memberkati orang, lingkungan, kota atau bahkan negara.

Jika ada diantara teman-teman yang mungkin baru pindah ke sebuah tempat baru dan merasa kesepian disana, atau mungkin anda merasa hak-hak hidup anda dibatasi, atau mungkin profesi anda ada dalam lingkungan yang tidak kondusif, ingatlah bahwa anda tidak pernah sendiri. Secara khusus Tuhan sudah berkata bahwa anda sebenarnya tidaklah pernah sendirian. Selain Tuhan berdiri disamping anda, selalu ada saudara-saudari seiman yang akan anda temukan seandainya anda mau membuka diri, berkenalan dan bersahabat dengan mereka. Ingatlah bahwa di dalam Kristus kita semua bersaudara, terlepas dari denominasi apa yang anda anggap mampu mendukung pertumbuhan iman anda hingga kini. Anda berada pada tempat anda saat ini bukanlah sebuah kebetulan atau tanpa makna. Tuhan punya rencana yang indah atas penempatan anda disana, ada tugas yang menanti untuk dikerjakan. Kita tidak pernah direncanakan Tuhan sebagai mahluk individual yang anti-sosial, Tuhan justru menginginkan kita untuk menjadi orang-orang yang mau mengulurkan jabat persahabatan dengan siapapun tanpa terkecuali. Jika anda baru saja pindah atau memasuki dunia yang sama sekali asing bagi anda, pergunakan waktu-waktu yang ada untuk berkenalan dengan banyak orang. Temukanlah umat Tuhan lainnya dan bertumbuhlah bersama. Jangan khawatir, cemas apalagi takut, karena Tuhan sudah berkata “Jangan takut…sebab banyak umatKu di kota ini.”

Even when the world go against you, God still have His people to help you out

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: