Ada Banyak Cara Tuhan

Ayat bacaan: Yesaya 55:8-9

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Ada seekor kodok yang secara tidak sengaja masuk ke dalam rumah saya. Saya pun berusaha menangkap tanpa menyakitinya untuk kemudian dikembalikan ke luar, ke alam dimana ia seharusnya berada. Tapi ternyata kodok itu cukup cekatan. Ia terus melompat kesana kemari dan terlihat panik, seolah saya ingin melakukan sesuatu yang jahat terhadapnya. Pada suatu ketika ia pun terperangkap di pojokan, dimana kedua sisinya langsung saya sekat dengan karton dan lubang satu-satunya untuk keluar tertutup oleh tubuh saya. Kodok itu terlihat diam dan menempel di sudut dinding. Akhirnya saya berhasil menangkapnya dan kemudian melepaskannya kembali di kebun. Ia pun kembali melompat dengan bebas, dan itu tentu lebih baik baginya karena ia berada di habitat dimana sang kodok seharusnya berada.

Ada banyak cara Tuhan

Ada banyak cara Tuhan

Seringkali situasi sulit hadir di dalam hidup kita, membuat kita memutar otak untuk bisa menuntaskan masalah dan keluar sebagai pemenang. Ada banyak cara yang bisa kita ambil baik dengan cara yang benar maupun yang salah untuk menyelesaikannya. Ada kalanya kita terjebak bagaikan kodok dalam ilustrasi di atas setelah berusaha melompat kesana kemari mencari jalan keluar, dan pada satu ketika kita hanya bisa terduduk lemas dan berpikir bahwa segalanya sudah selesai, semua jalan sudah tertutup dan kita tidak akan bisa lepas dari situasi sulit tersebut. Entah berbagai bentuk tekanan, krisis, tumpukan masalah, hutang atau sakit penyakit dan sebagainya. Begitu beratnya tekanan, dan begitu putus asanya kita melihat tidak lagi ada jalan keluar, kita bisa tanpa sadar melupakan eksistensi Tuhan yang kuasanya sungguh tak terbatas di atas segalanya. Dan Tuhan punya begitu banyak cara, yang seringkali bahkan ajaib alias tidak terpikirkan atau terbayangkan oleh nalar kita dalam mengangkat kita keluar dari sudut sempit untuk kemudian meletakkan kita pada tempat yang membuat kita bisa melompat-lompat kembali penuh sukacita dalam kebebasan.

Ayat bacaan hari ini tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Firman Tuhan berkata: “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9). Awalnya sulit bagi saya untuk memahami ayat ini, tetapi kemudian saya mengerti bahwa ayat ini berbicara akan sesuatu yang sangat besar. Ini adalah ayat yang menunjukkan betapa besarnya Allah yang tidak akan mampu terselami dengan kemampuan akal kita yang begitu terbatas. Kita boleh hebat dengan menciptakan teknologi dan terus berkembang maju di segala bidang, tapi tetap saja kita tidak akan pernah mampu mencapai tingkat seperti Tuhan. Kita tahu bahwa Tuhan selalu rindu untuk memberkati dan menolong anak-anakNya, dan selanjutnya kita pun harus tahu pula bahwa Tuhan punya seribu satu cara untuk menggenapinya. Acap kali cara yang dipakai Tuhan itu ajaib, tidak pernah terpikirkan oleh kita, tidak terselami, bahkan tidak mampu dipecahkan dengan akal logika kita.

Ada begitu banyak contoh ajaib yang bisa kita dapati di dalam Alkitab. Coba lihat bagaimana Tuhan menolong Elia lewat burung-burung gagak yang membawa roti dan daging setiap pagi dan petang ketika ia berada di sungai Kerit. (1 Raja Raja 17:1-6). Kemudian lihatlah bagaimana Tuhan menolong seorang janda yang terjerat hutang lewat sedikit sisa minyak yang ia miliki. Tuhan sanggup mengisi bejana-bejana hingga melimpah, lalu menyuruh perempuan itu untuk pergi menjual minyak untuk menutupi hutangnya. Bahkan begitu melimpah sehingga si janda masih memiliki sisa uang yang bisa ia pakai untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya. (2 Raja Raja 4:1-7). Lantas bagaimana dengan kisah Perkawinan di Kana dimana Yesus mengatasi masalah kehabisan anggur hingga berlimpah-limpah? (Yohanes 2:1-11), atau mengenai penggandaan lima roti dan dua ikan yang dimiliki seorang anak kecil untuk memberi makan lebih dari 5000 orang? (Matius 14:13-21). Atau lihatlah bagaimana Tuhan secara ajaib membelah Laut Teberau agar bangsa Israel bisa berjalan di tengah dan selamat dari bala tentara Firaun yang kemudian tenggelam disana. (Keluaran 14:1-31). Ini baru beberapa contoh saja, karena ada begitu banyak contoh di dalam Alkitab yang mencatat bagaimana bervariasinya perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan untuk menolong dan memberkati anak-anakNya.

Hingga hari ini pun berbagai mukjizat yang ajaib masih bisa kita saksikan. Orang sakit disembuhkan, rumah tangga atau diri seseorang dipulihkan, orang-orang yang terikat mengalami pelepasan dan sebagainya, bahkan orang mati yang bangkit kembali pun masih juga terdengar hingga hari ini. Saya sudah menyaksikan begitu banyak mukjizat Tuhan yang sangat ajaib dengan mata kepala sendiri, bahkan sudah pula mengalami sendiri banyak diantaranya. Satu kesimpulan yang saya petik adalah bahwa Tuhan sanggup, bahkan lebih dari sanggup menolong anak-anakNya dengan seribu satu cara sampai kapanpun.

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan yesaya 55:8
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: