9Agt

“Engkau bukan memikirkan apa yg dipikirkan Allah melainkan apa yg dipikirkan manusia.”

(Yer 31:31-34; Mat 16:13-23)

“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Mat 16:13-23), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Sikap mental materialistis sudah begitu menjiwai banyak orang, sehingga pikirannya senantiasa terarah atau terkonsentrasikan pada hal-hal dunia atau mungkin manusiawi, namun tidak sampai pada Yang Ilahi. Sabda hari ini mengingatkan dan mengajak kita semua, umat beriman, untuk senantiasa mengarahkan pikiran kepada Yang Ilahi atau Allah. Ingatlah dan sadari bahwa apa yang akan kita lakukan pada umumnya sangat tergantung pada apa yang kita pikirkan: begitu bangun pagi hari kita memikirkan apa, itulah yang akan kita lakukan sepanjang hari atau menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita sepanjang hari. Kami berharap begitu bangun pagi pikiran diarahkan kepada Yang Ilahi atau Allah, antara lain begitu bangun segera berdoa singkat untuk berterima kasih dan bersyukur kepada Allah bahwa masih dianugerahi hidup dan kesehatan, dan dengan rendah hati mohon rahmat dan bantuan Allah agar sepanjang hari yang akan dilalui atau dijalani senantiasa hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah. Mengarahkan pikiran kepada Allah berarti senantiasa memikirkan apa yang baik, menyelamatkan dan membahagiakan, terutama keselamatan atau kebahagiaan jiwa manusia. Jika kita senantiasa memikirkan yang demikian itu, maka sepanjang hari kita pasti senantiasa melakukan apa yang baik, dan tidak pernah mengecewakan orang lain. Semoga cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari tidak menjadi batu sandungan bagi saudara-saudari kita untuk berbuat jahat.

·   Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku” (Yer 31:33), demikian firman Tuhan melalui nabi Yeremia. Marilah firman Tuhan ini kita tanggapi dengan rendah hati dan keterbukaan. Apa yang ada dalam hati dan batin memang mempengaruhi atau menjiwai cara berpikir atau pikiran kita. Apa yang ada di dalam batin dan hati bagaikan ‘akar’ dalam sebuah tanaman, tidak kelihatan di permukaan, namun sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang bersangkutan. Kami berharap agar batin dan hati senantiasa memperoleh perhatian yang memadai dalam aneka bentuk pendidikan atau pembinaan, entah di dalam keluarga, sekolah atau masyarakat. Salah satu usaha untuk itu antara lain rajin untuk membaca dan merenungkan apa yang tertulis di dalam Kitab Suci atau aneka tata tertib dan aturan yang terkait dengan hidup, panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Atau mungkin anda mempunyai rumusan singkat visi atau spiritualitas, baiklah jika rumusan kata-kata singkat tersebut ditulis dengan baik dan kemudian ditaruh di atas meja atau ditempel di pintu-pintu kamar kita, sehingga setiap hari dapat melihat dengan harapan juga dapat mencecap dalam-dalam visi atau spiritualitas tersebut dan kemudian menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita. Kami percaya bahwa anda semua masing-masing memiliki motto hidup pribadi atau bersama, baiklah motto tersebut dicecap dalam-dalam.

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu” (Mzm 51:12-15)

Ign 9 Agustus 2012

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: