Mgr. Agustinus Agus Pr memberi Sakramen Krisma kepada Yenny Wu. (Vincent Dimas)

SAKRAMEN Krisma  sering juga disebut Sakramen Penguatan (Confirmation). Sakramen Krisma lhanya diterima oleh umat Katolik, setelah sebelumnya mereka menerima terlebih dahulu Sakramen Baptis dan Sakramen Ekaristi. Artinya, Penguatan diberikan setelah yang bersangkutan dibaptis dan sudah menerima Komuni Pertama.


Penguatan merupakan satu dari tiga macam Sakramen Inisiasi: Baptis, Ekaristi, dan Krisma. Dengan tindakan Uskup atau Vikjen yang melakukan pengurapan di dahi penerima dan tepukan ringan di pipi dalam upacara Sakramen Krisma, maka umat secara resmi dikukuhkan menjadi anggota Gereja Katolik secara penuh.


Bertepatan dengan Hari Raya Pentakosta, Minggu20 Mei 2018 kemarin, telah berlangsung upacara penerimaan Sakramen Krisma kepada 95 orang. Sakramen Krisma diberikan oleh Bapak Uskup Mgr. Agustinus Agus Pr di Gereja St. Yoseph Paroki Katedral Pontianak.


Tepuk ringan di pipi sebagai tanda penguatan untuk berani bersaksi akan iman dan mengimplementasikan iman dalam keseharian hidup.

Hadir bersama Uskup di altar adalah Romo Alexius Alek Pr, Romo Yosef Maswardi Pr,  dan Romo Andreas Kurniawan OP.


Berani bersaksi


Dalam homilinya, Uskup berharap bahwa mereka yang telah menerima Sakramen Krisma hendaknya semakin dipenuhi dengan Roh Kudus sehingga semakin dewasa dalam iman. Mereka hendaknya juga berani menjadi saksi kebangkitan Kristus dan mampu mengimplementasikan imannya dalam keseharian sebagai warga masyarakat dan Gereja.


“Tugas Anda sekalian adalah menjadi agen-agen pemberani dalam mewartakan kebangkitan Kristus dengan berbagai cara; baik dalam tutur kata maupun tingkah laku,” ungkapnya.


Hari Raya Pentakosta 20 Mei 201 di Gereja St. Yoseph Katedral Pontianak di mana dilangsungkan penerimaan Sakramen Krisma kepada 95 orang.

Menurut Mgr. Agus, memang cukup berat tanggungjawab ini. Tugas pengutusan ini tentu mempunyai konsekuensi, apalagi menjadi saksi dalam situasi zaman sekarang yang sedang ‘sakit’ saat ini.


Namun sebagai gembala yang baik,  ia ingin mengajak seluruh umat agar percaya bahwa kekuatan Roh Kudus  itu nyata. Kekuatan ilahi inilah yang telah dicurahkan masuk ke dalam hati penerima Sakramen Krisma sehingga kepada masing-masing diberikan daya, kekuatan yang luar biasa, melampaui segala ketakutan, kecemasan, kekhawatiran. Dan itulah yang terjadi dan dialami oleh Para Rasul  dalam sejarah Gereja Perdana pada saat Hari Pentakosta.


“Jangan takut untuk bersaksi,  karena jaminan kita adalah Yesus sendiri. Dia yang akan menyertai kita sampai akhir zaman dan memberi kita jaminan hidup yang kekal,” ungkap Mgr. Agus mengakhiri homilinya.


Mgr. Agustinus Agus bersama imam konselebran, anggota DPH Paroki Katedral, dan 95 orang penerima Penguatan.

Monsinyur Agustinus Agus, bersama misdinar, para imam konselebran, dan Wali Krisma.

Setelah penerimaan Sakramen Krisma oleh Mgr. Agus Pr, semua penerima Penguatan mendapat bingkisan kecil kenang-kenagan berisi Rosario, Doa Kronka Kerahiman Ilahi, gambar Yesus dan foto kenangan bertandatangan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus Pr.


Kemudian di akhir misa, setelah berkat penutup seluruh peserta berfoto bersama Uskup, para imam konselebran, dan Wali Krisma.

Kredit foto: Vincent Dimas.Sumber: Adiward.

Sr. Maria Seba SFIC

Suster biarawati SFIC (Sororum Franciscalium ab Immaculata Conceptione a Beata Matre Dei) kelahiran Lubuk Sabuk, Sanggau; sekarang ditugaskan belajar di Politeknik Tonggak Equator Jurusan Business English and Management di Pontianak, Kalbar.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.