86.400 Detik per-Hari

Ayat bacaan: Efesus 5:16
===================
“dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

memanfaatkan, mengisi waktu

Membaca kisah-kisah sukses berbagai tokoh selalu membawa kekaguman tersendiri bagi saya. Rata-rata dari mereka harus melalui masa-masa sulit penuh penderitaan sebelum akhirnya mencapai sukses. Kegagalan bukannya tidak pernah ada, tapi yang membedakan adalah keteguhan tekat dan semangat pantang menyerah untuk terus mencoba. Jika mereka bisa sukses, mengapa kita tidak? Apakah waktu yang diberikan kepada mereka jauh lebih besar dari kita? Apakah Bunda Teresa, Leonardo da Vinci hingga Bill Gates memiliki waktu yang berbeda ukuran dengan kita? Tentu saja tidak. Kita hidup di dunia yang sama, kita sama-sama manusia seperti mereka dengan ukuran dan kapasitas otak yang sama. Ada 86.400 detik yang dihadiahkan Tuhan kepada kita setiap harinya, dan itu berlaku sama bagi semua orang. Kalikan itu dengan umur kita sekarang, maka kita akan terkejut melihat angkanya. Apa yang kita pakai untuk mengisi milyaran atau trilyunan detik yang sudah kita lalui hingga saat ini? Satu pembelajaran yang selalu saya dapati dari kisah sukses para tokoh adalah komitmen mereka untuk tidak membuang-buang waktu. Mereka selalu mempergunakan segala waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang mereka peroleh. Dan seringkali membuang-buang waktu menjadi masalah utama yang membuat kita tidak kunjung berhasil.

Baik dalam Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru kita mendapati peringatan berulang-ulang lewat firman Tuhan untuk menghargai waktu dengan sebaik-baiknya. Membuang-buang waktu jelas bukan karakter yang dimiliki oleh orang percaya, tapi nyatanya masih banyak diantara kita sendiri yang terus melewatkan kesempatan dan menyia-nyiakan waktu yang seharusnya bisa kita pergunakan, baik untuk berhasil dalam hidup, untuk memberkati sesama atau bahkan untuk sekedar mengucap syukur kepada Tuhan atas segala berkat dan penyertaanNya. Sebuah bagian dari doa Musa yang dicatat dalam kitab Mazmur menggambarkan kesadarannya akan betapa pentingnya waktu yang telah disediakan bagi kita. “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12). Dibandingkan kekekalan yang menanti kita, hidup di dunia ini memanglah singkat. Tetapi bukankah 86.400 detik sehari seharusnya lebih dari cukup bagi kita untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan?

Dalam panggilan untuk hidup sebagai anak-anak terang yang disampaikan Paulus dalam surat Efesus 5:1-21 kita bisa melihat dengan jelas bagaimana kita bisa mengisi dan memanfaatkan waktu kita dengan baik. Bacalah rangkaian ayat yang terdapat disana untuk mendapatkan apa saja yang harus kita lakukan untuk menggambarkan kehidupan sebagai anak terang yang berkenan di hadapan Tuhan. Hidup dalam kasih (ay 2), menjauhi rupa-rupa kecemaran (ay 3), menghindari perkataan kotor, kosong, sembrono atau tidak pantas (ay 4), menjaga pergaulan kita (ay 6-7) dan banyak lagi hal yang bisa kita lakukan dalam rentang waktu yang telah disediakan bagi kita. Intinya,pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (ay 16). Kita juga diingatkan agar terus berusaha menangkap apa yang dikehandaki Tuhan. “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (ay 17). Peringatan yang sama bisa kita lihat pula dalam Kolose. Disana dikatakan: “Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. (Kolose 4:5). Bukannya terpengaruh terhadap perilaku orang yang tidak mengenal Tuhan, tetapi hadapilah dengan penuh hikmat, dan pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Ini tugas kita sebagai anak-anak Tuhan yang seharusnya membawa terang ke sekeliling kita.

86.400 detik per-hari. Dengan apa kita mengisinya? Sudahkah kita mempergunakan setidaknya sedikit dari detik-detik itu untuk mengucap syukur kepada Tuhan? Sudahkah kita mempergunakannya untuk berdoa dan terus membangun hubungan yang lebih dalam lagi kepada Tuhan? Berapa banyak waktu yang kita pakai untuk mempergunakan semua talenta yang diberikan Tuhan demi memuliakanNya, menapak naik untuk sukses dan memberkati sesama dengan apa yang kita miliki? Atau pikirkanlah ini: seberapa penting kita menganggap waktu yang ada? Waktu yang sudah lewat tidak akan pernah bisa kembali lagi. Jika kita masih terbiasa membuang-buang waktu, ini saatnya untuk berubah. “supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.” (1 Petrus 4:2). Mari kita memanfaatkan waktu yang masih ada dengan sebaik-baiknya. Pastikan bahwa 86.400 detik per-hari itu kita pergunakan dengan baik.

Pergunakanlah waktu dengan bijaksana, jangan sia-siakan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply