6 Jan

“Engkaulah AnakKu yang Kukasihi”

(1Yoh 5:5-13; Mrk 1:7-11)

Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus." Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Mrk 1:7-11), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Yesus, Sang Penyelamat dunia, memang Yang terkasihi oleh Allah. Kita semua yang beriman kepadaNya kiranya juga diharapkan sebagai yang dikasihi oleh Allah, maka marilah kita mawas diri apakah kita menghayati diri sebagai yang dikasihi oleh Allah. Kasih Allah kepada kita telah dicurahkan secara melimpah ruah melalui orang-orang yang memperhatikan dan mengasihi kita sejak kita dilahirkan di dunia ini melalui aneka cara dan bentuk, dan tentu saja pertama-tama dan terutama melalui orangtua kita masing-masing khususnya ibu kita yang telah mengandung dan melahirkan kita. Maka sekali lagi saya angkat lagu “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”. Maka marilah kita berusaha dengan rendah hati untuk senantiasa menjadi yang berkenan kepada Allah dan sesama kita kapan pun dan dimana pun. Kita akan berkenan kepadaNya maupun sesama kita jika kita menghayati sabdaNya dan sabdaNya yang utama adalah agar kita saling mengasihi satu sama lain. Maka kepada mereka yang masih membenci atau memusuhi sesamanya kami ajak untuk bertobat atau memperbaharui diri. Apakah saya mengasihi siapapun yang setiap hari hidup dan bekerja bersama kita? Jika kita mampu mengasihi mereka yang dekat dengan kita setiap hari, maka untuk mengasihi mereka yang jauh atau asing akan mudah, sebaliknya jika kita tak mampu mengasihi mereka yang dekat dengan kita, maka mengasihi yang jauh atau asing berarti melarikan diri dari tanggungjawab.

·   Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu” (1Yoh 5:5-7). Air, darah dan roh adalah unsur utama kehidupan. Roh atau jiwa membuat kita memiliki kreatifitas, cita-cita dan dambaan, darah membuat kita sehat wal’afiat , sedangkan air membuat kita segar. Air juga menjadi penyalur tenaga listrik dalam tubuh kita, sebagaimana fungsi air antara lain mengalirkan sesuatu, demikianlah dalam tubuh kita mengalirkan tenaga ke seluruh tubuh. Ketiganya adalah satu berarti jika ketiga baik dan berfungsi prima dalam diri kita, maka kita dimanapun dan kapanpun akan mampu memberi kesaksian kabar baik alias kapan pun dan dimana pun senantiasa mewartakan atau menyebarluaskan apa yang baik. Mungkin yang perlu kita usahakan adalah kesehatan darah dan kecukupan air dalam tubuh kita. Untuk menjaga dan mengusahakan kesehatan darah hendaknya berpedoman ’empat sehat lima sempurna’ dalam mengkonsumsi makanan, dan juga sejauh mungkin menyingkiri makanan-makanan dan minuman-minuman instant atau kemasan. Pengalaman menunjukkan bahwa generasi muda masa kini yang terbiasa mengkomsumsi jenis makanan dan minuman instant memiliki daya tahan tubuh lemah serta mudah terserang penyakit. Komsumsilah makanan dan minuman yang alamiah, yang belum diintervensi aneka macam obat atau pengawet. Hendaknya juga minum air putih yang memadai atau secukupnya setiap hari; air putih biasa bukan yang steril sama sekali. Makanan dan minuman alamiah memang mengandung bakteri pembusuk, yang kita butuhkan untuk membusukkan sisa makanan dan minuman dalam tubuh kita. Mereka yang mengkomsumsi makanan dan minuman steril pada umumnya dengan mudah akan sakit diare, dan untuk itu sering orang lalu mengkonsumsi suplemen-suplemen. Suplemen-suplemen berupa tablet dst.. pada dasarnya juga kurang sehat. Ketika kondisi darah kita baik dan kita kecukupan air maka dengan mudah kita digerakkan oleh roh (semangat, cita-cita, dambaan) dan dengan demikian kita akan hidup dinamis, bergairah dan tidak pernah  mudah lelah, serta memiliki daya tahan tubuh prima.

” Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.” (Mzm 147:13-15)

Ign 6 Januari 2012

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: