6 Cara untuk Hidup Penuh Sukacita menurut St. Yohanes Bosco


December 19, 20176 Cara untuk Hidup Penuh Sukacita menurut St. Yohanes Bosco


Jika ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri mengenai manusia, adalah bahwa kita semua ingin bahagia. Kita mendambakan sukacita—sukacita yang tidak terbatas dan tidak pernah berakhir.


Masalahnya, kita sering mencari kebahagiaan di tempat-tempat yang salah, yang meninggalkan diri kita frustrasi dan sedih. Berlimpahnya buku self-help (menolong diri sendiri) menunjukkan bahwa kita begitu membutuhkan panduan untuk menjalani hidup yang baik.


Seseorang menemukan rahasia untuk benar-benar bahagia. Nama orang tersebut adalah St. Yohanes Bosco. Ia adalah seorang pria yang telah mengalami banyak pencobaan, tetapi juga menjalani hidup yang penuh dengan kegembiraan dan sukacita. St. Yohanes Bosco begitu bahagia sehingga ia sering tidak mampu menahannya. “Teman yang terkasih,” begitu ia menulis kepada seorang rekannya, “Aku adalah seseorang yang menyukai sukacita dan karenanya berharap untuk melihatmu dan semua orang bahagia. Jika kamu melakukan seperti yang aku katakan, kamu akan memiliki hati yang penuh sukacita dan gembira.”


Jadi, bagaimana St. Yohanes Bosco menemukan kebahagiaan yang sejati? Inilah enam hal yang ia rekomendasikan untuk menjalani hidup yang bersukacita:

1. Hiduplah untuk Allah saja.

“Berikanlah kepada Allah segala kemuliaan terbesar dan hormatilah Dia dengan seluruh jiwamu. Jika kamu sadar bahwa kamu memiliki dosa, singkirkanlah dosa tersebut sesegera mungkin melalui Pengakuan Dosa yang baik.”

2. Jadilah pelayan bagi sesama.

“Jangan menyakiti siapapun. Di atas segalanya, milikilah kerelaan untuk melayani orang lain. Tuntutlah dirimu lebih daripada kamu menuntut orang lain.”

3. Berhati-hatilah dalam pergaulanmu.

“Jangan mempercayai mereka yang tidak beriman kepada Allah dan tidak menaati perintah-Nya. Mereka yang tidak ragu untuk menghina Tuhan dan tidak memberikan kepada-Nya apa yang seharusnya mereka berikan akan memiliki lebih sedikit keraguan untuk menghinamu dan bahkan mengkhianatimu ketika saatnya tepat bagi mereka.”

4. Berhati-hatilah dengan pengeluaranmu.

“Jika kamu tidak ingin hancur, jangan membuat pengeluaran yang lebih banyak daripada yang kamu hasilkan. Kamu harus selalu mengingat hal ini dalam pikiranmu dan selalu mengukur kemampuanmu yang sesungguhnya dengan akurat.”

5. Jadilah rendah hati.

“Jadilah rendah hati. Berbicaralah sesedikit mungkin tentang dirimu dan jangan memuji dirimu di hadapan orang lain. Ia yang memuji dirinya sendiri, meskipun hal tersebut adalah benar-benar hasil usahanya, berisiko kehilangan pandangan yang baik dari orang lain. Ia yang hanya mencari pujian dan penghormatan dari orang lain bisa dipastikan memiliki kepala kosong yang terisi oleh angin . . . ia tidak akan memiliki kedamaian jiwa dan tidak akan dapat diandalkan dalam usahanya.”

6. Pikullah salibmu.

“Pikullah salib di punggungmu dan ambillah apa adanya, kecil atau besar, entah dari teman atau musuh dan dari dari kayu apapun itu dibuat. Orang yang paling cerdas dan bahagia adalah ia yang walaupun mengetahui bahwa ia ditakdirkan untuk memikul salib seumur hidup, dengan sukarela dan pasrah menerima yang Allah kirimkan kepadanya.”


Menemukan kebahagiaan sejati tidak rumit. Semua orang, bahkan seorang anak kecil, bisa hidup dengan aturan sederhana ini. Namun, resep di atas cukup melawan arus, bukan? Cara-cara tersebut benar-benar berlawanan dengan apa yang dikatakan masyarakat mengenai apa yang akan membuat kita bahagia. Sesungguhnya, tak masalah apapun yang masyarakat katakan. Orang-orang yang paling bersukacita adalah para kudus—laki-laki dan perempuan seperti St. Yohanes Bosco. Mereka benar-benar selalu bahagia karena mereka telah menemukan rahasia bahwa kekudusanlah yang merupakan kebahagiaan sejati. Dan mereka ingin kamu menemukannya juga.



Diterjemahkan secara bebas dari:
The Catholic Gentlemen. Six Ways to Live a Joyful Life from St. John Bosco.


Sumber: Inspire.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: