50 Tahun Sekolah Tinggi Tarakanita (STARKI): Mengabdi untuk Negeri

Perayaan Ekaristi Syukur memperingati 50 tahun STARKI bersama Mgr. Ignatius Suharyo, Romo Windyatmaka SJ, dan Romo Yumartono SJ. (Dok STARKI)

TAHUN 2018 menjadi tahun istimewa bagi seluruh civitas academica Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Tarakanita (STIKS Tarakanita). Dulu, lembaga pendidikan tinggi ini dikenal dengan nama LPK Tarakanita atau Aksek Tarakanita.


Namun, kini sebuah branding baru telah digelar yakni Sekolah Tinggi Tarakanita atau STARKI.


Mengapa? Tepatnya, pada tanggal 10 Januari 2018 lalu, STARKI telah merayakan harijadinya yang ke-50 tahun. Sepanjang merefleksikan perjalanan keberadaannya  selama kurun waktu 50 tahun ini, banyak hal patut disyukuri. Itu antara lain fakta, STARKI masih tetap eksis hingga sekarang. 


Mengabdi untuk negeri


Sebagai ungkapan syukur atas pesta emas HUT 50 tahun STARKI, rangkaian berbagai perayaan telah digelar sejak 10 Januari 2017.  Seluruh program kegiatan ini nantinya  akan ditutup dengan perayaan puncak tanggal 4 November 2018.


Tema yang diusung adalah “Mengabdi untuk Negeri”.


Kesadaran atas jatidiri serta tanggungjawab yang melekat sebagai bagian dari bangsa Indonesia telah menjadi roh penggerak semangat bersama dalam seluruh proses perayaan ini.  Itu juga  menjadi bahan refleksi atas keberadaan STARKI, sebuah lembaga pendidikan tinggi yang selalu berupaya memberi kontribusi berarti bagi kemajuan Indonesia, khususnya kaum perempuan.


Kegiatan lomba membuat tumpeng.

Berbagai rangkaian kegiatan telah direncanakan dalam rangka mensyukuri 50 Tahun STARKI. Aneka kegiatan yang telah berlangsung selama kurun waktu 2017 hingga Januari 2018 antara lain:

Perayaan Ekaristi Syukur bersama Bapak Uskup KAJ Mgr. Ignatius Suharyo, 10 Januari 2018.Napak tilas.Lomba kompetensi kesekretarisan.Public speaking tingkat SMA-SMK.

Sedangkan kegiatan yang akan diselenggarakan di tahun 2018 meliputi program sebagai berikut:

Bedah buku 50 Tahun STARKI, April 2018.International Business and Communication Seminar, Juli 2018.Bakti sosial.STARKI parade, September 2018.Perayaan puncak berupa Misa Syukur, 4 November 2018.

Selain program acara di atas, kami juga akan menggelar kegiatan berkala dalam bentuk Doa Novena 50 Tahun STARKI,  nyekar ke makam para perintis yang telah meninggal dunia, dan kunjungan keluarga para pendahulu. 


Libatkan semua pihak


Di hampir semua kegiatan tersebut, kami selalu melibatkan segenap anggota civitas academica STARKI dan alumni. Ini bertujuan agar terciptalah sinergi positif di antara semua pihak. Pada gilirannya, hal itu akan mendukung terselenggaranya kegiatan-kegiatan tersebut.


“Keterlibatan semua pihak menadi  sarana kami berterimakasih atas pendidikan yang telah kami terima di STARKI. Berkat semuanya itu, kami memiliki karier cemerlang,” tutur alumnus STARKI.


Seorang mahasiswa STARKI mengungkapkan ini.  “Saya bersyukur bahwa ketika tengah kuliah,  STARKI tepat merayakan 50 tahun keberadaannya. Ini menjadi kesempatan bagus bagi saya dan segenap mahasiswa bisa terlibat langsung dalam berbagai program kegiatan.”


“Kami juga mendapat kesempatan bisa  belajar bagaimana bekerjasama dengan dosen,  karyawan, dan lebih dari semuanya itu juga bisa terpacu untuk semakin kreatif,” tambahnya. 


Lomba public speaking dengan para peserta para murid SMA, SMK.

Semangat STARKI


STARKI adalah lembaga pendidikan tinggi yang diampu oleh para Suster Carolus Borromeus (CB). Sebagai lembaga pendidikan tinggi, STARKI selalu berupaya setia berkiblat pada  visi dan tekun menjalankan misinya.


Berdasarkan data sejarah, misi awal ketika lembaga pendidikan tinggi ini didirikan antara lain keinginan bersama untuk mewujudkan insan cendikia, khususnya kaum perempuan, yang berbelarasa, profesional, bermoral, dan berwawasan internasional.


Oleh karena itu dan hingga saat ini,  STARKI tetap setia mendidik perempuan-perempuan muda agar memiliki keterampilan, khususnya di bidang kesekretarisan dan komunikasi. Kepiawaian alumni STARKI dalam menyelesaikan tugas-tugas kesekretarisan dan komunikasi tidak diragukan lagi. Apalagi, hal itu juga dibenarkan berdasarkan berbagai ‘testimoni’ perusahan-perusahan ternama yang teah merekrut banyak alumni STARKI. 


Nilai Cc5


Selain dari segi intelektualitas dan profesionalitas, para alumni STARKI juga dikenal menonjol dalam hal memiliki karakter yang berintegritas. Itu sudah menjadi semacam cirikhas yang menjadi milik setiap insan alumni.


Mereka itu menghayati dan mempraktikkan nilai-nilai “Cc5” yakni:

Compassion.Celebration.Competence.Community.Creativity.Conviction

Program seminar.

Semua itu telah menjadi nafas orientasi dan kiblat ‘nilai’ yang selalui dihayati dan dipraktikkan oleh mereka yang pernah dan tengah belajar di STARKI.


Berbagai kisah pengalaman kesetiaan mempertahankan visi dan pengalaman jatuh bangun menghidupi Cc5 itu dikumpulkan dan dirajut dalam bentuk buku yang khusus diterbitkan dalam rangka 50 tahun STARKI. Para dosen dan mahasiswa telah berkontribusi dengan menyumbangkan tulisan testimonial pengalaman mereka selama berkarya dan belajar di STARKI.


Alumni juga menyumbang tulisan  yang mengisahkan bagaimana Cc5 itu tetap bergaung dan mereka hidupi dan hayati, sekalipun sudah berada di luar STARKI.


50 kisah testimonial itu kiranya menjadi representasi praktik pendidikan dan penanaman nilai  Cc5 di STARKI.


Workshop penulisan buku dengan narasumber dari Harian Kompas: Gregorius Hariadi Saptono.

“Nabi’ kecil masa kini


Angka 50 sering kali mengacu pada kematangan pribadi orang sekaligus menjadi momen atas puncak produktivitas. Bagi STARKI, usia 50 tahun itu juga menandai kematangannya sebagai lembaga pendidikan tinggi.


Namun, 50 tahun  itu belum menjadi puncak pencapaian STARKI. Perjalanan masih sangat panjang dan semakin berat, seiring tantangan dunia yang juga berkembang.


Dalam homilinya saat memimpin Perayaan Ekaristi Syukur 50 Tahun STARKI awal tahun 2018 lalu, Bapak Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo, mengingatkan agar para suster, segenap dosen, karyawan, mahasiswa untuk menjadi ‘nabi’ kecil.


Menjadi nabi berarti orang tersebut selalu berwawasan ke depan dan berperilaku tidak bertentangan dengan Kitab Suci.


Beliau berharap agar segenap civitas academica STARKI mampu berperan menciptakan keadilan dan kebaikan bersama di masyarakat. Monsinyur juga menandaskan, semua pihak diharapkan melihat setiap pengalaman dengan matahati sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat.


Perayaan 50 Tahun STARKI ini diharapkan semakin mendorong siapa pun di pelayanan STARKI  menjadi ‘nabi’ zaman kini. Masing-masing diharapkan berupaya agar STARKI selalu eksis, dipercaya masyarakat, dan mampu memberi sumbangsih demi kemajuan bangsa Indonesia.


Selamat Pesta Emas 50 Tahun Sekolah Tinggi Tarakanita.


“Nabi-nabi’ kecil masa kini


Angka 50 sering kali mengacu pada kematangan pribadi orang sekaligus menjadi momen atas puncak produktivitas. Bagi STARKI, usia 50 tahun itu juga menandai kematangannya sebagai lembaga pendidikan tinggi.


Namun, 50 tahun  itu belum menjadi puncak pencapaian STARKI. Perjalanan masih sangat panjang dan semakin berat, seiring tantangan dunia yang juga berkembang.


Dalam homilinya saat memimpin Perayaan Ekaristi Syukur 50 Tahun STARKI awal tahun 2018 lalu, Bapak Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo, mengingatkan agar para suster, segenap dosen, karyawan, mahasiswa untuk menjadi ‘nabi-nabi’ kecil.


Menjadi nabi berarti orang tersebut selalu berwawasan ke depan dan berperilaku yang tidak bertentangan dengan Kitab Suci.


Beliau berharap agar segenap civitas academica STARKI mampu berperan menciptakan keadilan dan kebaikan bersama di masyarakat. Monsinyur juga menandaskan, semua pihak diharapkan  melihat setiap pengalaman dengan matahati sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat.


Perayaan 50 Tahun STARKI ini diharapkan semakin mendorong siapa pun di pelayanan STARKI  menjadi ‘nabi-nabi’ zaman kini. Masing-masing diharapkan berupaya agar STARKI selalu eksis, dipercaya masyarakat, dan mampu memberi sumbangsih demi kemajuan bangsa Indonesia.


Selamat Pesta Emas 50 Tahun Sekolah Tinggi Tarakanita.


Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: