5 Juli – Hos 2:13.14b-15.18-19; Mat 9:18-26

“Imanmu telah menyelamatkan engkau”

(Hos 2:13.14b-15.18-19;  Mat 9:18-26)

 

“Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu” (Mat 9:18-26), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Kita semua mengakui diri sebagai orang beriman, namun apakah kita semua sungguh menghayati atau mewujudkan iman kita ke dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari mungkin boleh dipertanyakan. Dalam Warta Gembira ini dikisahkan iman seorang kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan, dimana apa yang mereka imani menjadi kenyataan atau terwujud. Permohonan mereka yang penuh iman dikabulkan oleh Tuhan, maka marilah kita meneladan dua pribadi tersebut, lebih-lebih bagi mereka yang sedang, lesu, frustrasi, putus asa, dst..Marilah dengan rendah hati kita buka dan persembahkan sepenuhnya kepada Tuhan apa yang sedang kita rasakanm takuti atau khawatiirkan atau yang menjadi beban hidup kita. Kita renungkan dan imani sabda Yesus  Teguhkanlah hatimu, imanmu menyelamatkan engkau”. Kegiatan dan kesibukan kita setiap hari antara lain: makan, minum, istirahat/tidur, bekerja/belajar, dst…, maka jika kita mendambakan hidup selamat, damai sejahtera, sehat wal’afiat dan bahagia, marilah aneka kegiatan dan kesibukan tersebut kita jiwai dengan iman. Makan dan minum dalam atau dengan semangat iman berarti mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, tidak membahayakan kesehatan tubuh, maka juga tidak mengikuti selera pribadi. Bekerja atau belajar dengan atau dalam semangat iman kiranya identik dengan menghayati tugas belajar maupun bekerja bagaikan sedang beribadah, sehingga buah-buah pembelajaran maupun pekerjaan semakin menyucikan diri kita sendiri maupun mereka yang kena dampak buah pembelajaran atau pekerjaan kita.

·   “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN” (Hos 2:18-19). Kutipan ini merupakan penghayatan iman nabi Hosea yang begitu mesra bersatu dengan Tuhan, sehingga menggambarkan relasinya dengan Tuhan bagaikan relasi suami-isteri yang saling mengasihi dengan penuh mesra dan kehangatan.. Sebagai orang beriman kita semua dipanggil untuk meneladan penghayatan nabi Hosea tersebut diatas, berrelasi atau berkomunikasi dengan Tuhan dengan mesra dan hangat, dengan kata lain menghayati segala sesuatu dalam Tuhan atau menemukan Tuhan dalam segala sesuatu. Tentu saja kemesraan dan kehangatan pertama-tama dan terutama terjadi dalam relasi antar manusia sendiri, maka hemat saya kemesraan dan kehangatan kasih ini harus terjadi di dalam setiap keluarga maupun relasi suami-isteri yang dibangun dan didasari oleh kasih. Kami percaya ketika orang menerima pengalaman kasih mesra dan hangat di dalam keluarga, maka dengan mudah akan  tergerak untuk senantiasa berhubungan dengan mesra dan hangat dengan siapapun, tanpa pandang bulu, SARA, jabatan, kedudukan atau usia. Para bapak dan ibu, suami dan isteri kami harapkan menjadi teladan atau contoh hidup kasih mesra dan hangat bagi anak-anak yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada anda sekalian. Demikian juga kami berharap kepada rekan-rekan imam, biarawan maupun biarawati, untuk menjadi teladan dalam penghayatan perintah utama dan pertama dari Yesus, yaitu “saling mengasihi satu sama lain”, dan dengan penuh kasih berdoa bagi mereka yang memusuhinya.

 

“Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga. Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan” (Mzm 145:2-5).

Jakarta, 5 Juli 2010

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan harian matius 9: 18-26
  2. ilustrasi kematian bac mat 9:18-26
  3. ilustrasi mat 9:18-26
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: