4 Feb – Ibr 13:1-8; Mrk 6:14-29

"Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu”

(Ibr 13: 1-8; Mrk 6:14-29)

 

“Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.” (Mrk 6:21-29), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Penguasa atau pemimpin yang ‘gila harta/uang, gila kedudukan/jabatan dan gila kehormatan duniawi’ sungguh membahayakan bagi orang-orang baik dan benar yang berjuang demi kebenaran dan kebaikan. Herodes adalah penguasa atau pemimpin yang demikian itu, dan kiranya pada masa kini juga ada pemimpin atau penguasa yang demikian antara lain penguasa atau pemimpin diktator. Mereka yang mencoba merongrong kedudukan atau kehormatan penguasa atau pemimpin diktator pada umunnya segera  disingkirkan atau dihabisi, entah dengan cara kasar atau cara halus. Cara-cara itu misalnya: memutarbalikkan perkara, diam-diam meracuni pejuang kebenaran sebagaimana pernah terjadi pada diri Munir, dst.. Dengan uang dan kuasanya orang memang dapat berbuat apapun sesuai dengan keinginan atau gejolak nafsunya, termasuk mengingini isteri saudaranya yang cantik sebagaimana dilakukan Herodes. Kami berharap kepada para pejuang kebenaran untuk terus berjuang melawan aneka macam bentuk kebohongan atau manipulasi yang masih marak terjadi di Indonsia masa kini. Kasus korupsi dibelokkan menjadi percaturan politik, menutupi kasus korupsi dengan mengangkat dan membesar-besarkan kasus kecil, sehingga perhatian rakyat dibelokkan, dst.., itulah yang sering terjadi di negeri kita tercinta ini. Fakta bahwa masih cukup banyak rakyat menderita dan miskin menunjukkan bahwa pemimpin beserta para pembamtunya kurang atau tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat.

·   Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.” (Ibr 13:4). Tempat tidur bagi suami-isteri adalah tempat untuk memadu kasih, dan di tempat tidur itulah mereka semakin memperdalam dan memperkuat kasih mereka. Namun di tempat tidur juga pada umumnya terjadi perselingkuhan, misalnya tempat-tempat tidur di hotel-hotel atau losmen/tempat penginapan. Kita semua diingatkan untuk menjaga kesucian hidup perkawinan. Maka pertama-tama kami mengajak dan mengingatkan para suami-isteri untuk senantiasa saling setia satu sama lain dalam mengasihi sampai mati, sedangkan kepada kita semua hendaknya tidak mengganggu mereka yang telah menjadi suami atau isteri. Serapat-rapatnya anda menyimpan tindakan perzinahan atau perselingkuhan pada suatu saat akan terbongkar juga. Mereka yang suka berselingkuh dengan berganti-ganti pasangan selingkuh, penghakiman Allah kemungkinan akan terjadi dengan penyakit yang anda alami, yang tak akan tersmbuhkan, misalnya HIV. Jika kita semua dapat menjadi kesucian atau kesetiaan hidup berkeluarga sebagai suami-isteri kiranya hidup bersama di dunia ini sungguh damai, aman-tenteram dan sejahtera baik lahir maupun batin, jasmani maupun rohani. Secara khusus kami berharap kepada rekan muda-mudi atau remaja untuk tidak mengadakan hubungan seks bebas dengan pacar atau tunangannya, hendaknya saling menjaga dan mengingatkan agar sebagai jejaka atau perawan tetap setia pada jati dirinya, tidak jatuh menjual keperawanannya atau keperjakaannya hanya demi kenikmatan sesaat dan kemudian akan menderita selamanya.

 

“TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu” (Mzm 27:1.3.5).

      

Jakarta, 4 Februari 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. khotbah Markus 13:1-8
  2. renungan Markus 6:14-29
  3. khotbah markus 13 1-8
  4. Markus 13:1-8
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: