31 Maret – Yer 7:23-28; Luk 11:14-23

“Siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."

(Yer 7:23-28; Luk 11:14-23)

 

“Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."(Luk 11:14-23), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Ketika para tokoh lintas agama di Indonesia mengangkat 18 kebohongan yang dilakukan oleh pemerintah, yang menunjukkan kebersamaan umat beragama, tidak lama kemudian muncul kerusuhan di Pandeglang dan Temanggung yang berkedok agama. Kami merasa kerusuhan tersebut sengaja dilakukan oleh mereka yang berkuasa atau berwenang dengan harapan bahwa kebersamaan umat beragama hanya sandiwara saja, dan salah satu saluran TV di Indonesia pun dengan gencar membicarakan masalah kerukunan umat beragama. Hemat saya semuanya itu dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari usaha pembongkaran masalah Bank Century serta korupsi perpajakan sekitar Gayus. Warta Gembira hari ini mengingatkan dan mengajak kita semua untuk menggalang dan memperdalam persaudaraan atau persahabatan sejati di antara kita, maka kami mengingatkan dan mengajak anda  sekalian untuk peka terhadap usaha-usaha lembut guna memecah belah kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Barangsiapa berusaha memecah belah kehidupan bersama dengan saling menuduh kelemahan dan kekurangan orang lain berarti tidak beriman, tidak percaya kepada Tuhan. Maka baiklah ketika kita menerima peringatan atau kritikan hendaknya dijadikan bahan mawas diri dengan rendah hati serta berterima kasih kepada mereka yang menyampaikan peringatan atau kritik. Marilah kita akui dan hayati bahwa kita semua adalah orang-orang berdosa, lemah dan rapuh, sehingga kita tidak tergerak dan terjebak untuk saling menuduh kelemahan, kekurangan dan dosa orang lain. Kami berharap kepada para pemimpin dalam kehidupan bersama dalam bentuk apapun dapat menjadi pemersatu, serta tidak menjadi batu sandungan yang menimbulkan permusuhan atau balas dendam.

·   Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!” (Yer 7:23), demikian peringatan Tuhan melalui nabi Yeremia kepada kita semua umat beragama atau beriman. Perintah Tuhan yang utama dan pertama-tama adalah perintah untuk saling mengasihi satu sama lain, sebagaimana Tuhan telah mengasihi kita sepenuhnya. Maka jika kita semua mendambakan hidup bahagia masa kini maupun masa depan ketika kita dipanggil Tuhan, hendaknya kita hidup dan bertindak saling mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap tubuh/kekuatan. Apa itu kasih? “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1Kor 13:4-7).Apa yang dikatakan oleh Paulus perihal kasih ini sungguh merupakan ajaran yang tiada duanya. Marilah kita sadari dan hayati bahwa masing-masing dari kita adalah buah kasih atau yang terkasih: diciptakan, dilahirkan dan dibesarkan dalam dan oleh kasih. Tanpa kasih kita tak mungkin hidup, tumbuh dan berkembang sebagaimana adanya pada saat ini. Jika masing-masing dari kita berani menghayati diri sebagai ‘yang terkasih’, maka panggilan untuk saling mengasihi, membangun dan memperdalam persaudaraan sejati tidak sulit, karena bertemu dengan orang lain berarti ‘yang terkasih’ bertemu dengan ‘yang terkasih’ dan dengan demikian otomatis saling mengasihi.

 

“Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.”

(Mzm 95:6-9)

Jakarta, 31 Maret 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. lukas 11:14-23
  2. tafsiran alkitab yeremia 7 : 23
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: