30 Juli

"Tidak halal engkau mengambil Herodias!"

(Im 25:1.8-17; Mat 14:1-12)

” Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya." Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.” (Mat 14:1-12), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·    Dalam Warta Gembira hari ini ditampilkan tokoh Herodes dan Yohanes Pembaptis: Herodes dikenal sebagai orang yang gila terhadap kuasa, harta, hormat dan perempuan, sedangkan Yohanes Pembaptis dikenal sebagai seorang nabi yang berani berkorban demi kebenaran, maka ia berani menegor raja Herodes “Tidak halal engkau mengambil Herodias”. Herodias adalah isteri Filipus, saudara Herodes. Memang orang yang kaya akan harta benda, terhormat dan berkuasa mudah tergoda untuk kawin-cerai, termasuk merebut isteri otang lain atau suadaranya atau berselingkuh seenaknya. Sebagai orang beriman kita memiliki tugas kenabian, maka marilah kita hayati kenabian kita dengan meneladan Yohanes Pembaptis. Hendaknya tidak takut dan tidak gentar memberantas aneka bentuk kejahatan, korupsi serta perselingkuhan. Maka secara khusus kami mengajak para penegak dan pejuang kebenaran untuk dengan tegas memberantas kejahatan, korupsi dan perselingkuhan. Kami harapkan para penegak hukum seperti hakim, jaksa, polisi dst..tidak ‘tebang pilih’ dalam memberantas kejahatan dan korupsi. Para pejabat dan petinggi hidup bermasyarakat, bernegara dan berbangsa hendaknya menjadi teladan hidup jujur, tidak korupsi dan tidak berbuat jahat. Demikian juga para wakil rakyat yang duduk di DPR maupun DPRD; ingatlah anda adalah wakil rakyat yang harus memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan/organisasi. Ketua anda adalah rakyat, maka sebagai wakil rakyat jika tidak melaksanakan kehendak rakyat, tahu akibatnya: anda akan dipecat oleh rakyat dengan cara rakyat. Marilah kita hayati iman dan ajaran agama kita di dalam hidup sehari-hari dengan hidup baik, berbudi pekerti luhur atau bermoral; hendaknya jangan mengambil milik orang lain tanpa izin pemilik yang bersangkutan.

·   “Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu” (Im 25;17), demikian kutipan Firman Allah kepada Musa berkenaan dengan tahun Yobel. Marilah firman ini kita renungkan dan hayati, sebagai bukti bahwa kita sungguh beriman, memepersembahkan diri seutuhnya kepada Allah. “Janganlah kamu merugikan satu sama lain, sebaliknya hendaknya kamu saling menguntungkan satu sama lain”. Win-win solution” itulah pedoman atau acuan ketika harus menyelesaikan aneka masalah atau pertentangan. Secara khusus kami berharap kepada para pengusaha atau memperkerjakan orang, hendaknya memberi imbal jasa atau gaji yang memadai, sehingga mereka yang membantu usaha anda sungguh dapat hidup sejahtera. Para pengusaha hendaknya ingat bahwa para buruh atau pegawai yang membantu keberhasilan usahanya. Jika anda tidak mensejahterakan buruh atau pegawai anda, maka ada kemungkinan mereka akan bekerja seenaknya serta melakukan korupsi. Jika pengusaha pelit dalam mensejaherakan buruh atau pegawainya, maka para buruh atau pegawai juga akan pelit menyumbangkan tenaga dan waktunya dalam bekerja. Tahun Yobel juga merupakan tahun pengampunan, maka baiklah kami mengajak anda yang memberi hutang kepada orang lain untuk memberi pengampunan, entah membebaskan semua hutangnya atau sebagian dari hutangnya. Kepada mereka yang bermusuhan kami harapkan untuk berdamai dan saling mengampuni.

” Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya,  supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.” (Mzm 67:2-3.5)

Ign 30 Juli 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: