3 Feb – Ibr 12:18-19.21-24; Mrk 6:7-13

“Mereka mengusir banyak setan dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka

(Ibr 12:18-19.21-24; Mrk 6:7-13)

 

“Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.” (Mrk 6:7-13), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Blasius, Uskup dan martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Para murid dipanggil dan diutus oleh Yesus untuk mengusir roh-roh jahat serta menyembuhkan aneka macam penderita sakit. Dalam melaksanakan tugas pengutusan mereka diharapkan tidak mengandalkan diri pada harta benda, alat-alat atau sarana-prasana dan uang, melainkan pertama-tama dan terutama kehadiran diri mereka, sebagai murid-murid Yesus. Memang pada umumya orang kerasukan setan atau menderita sakit karena kurang (merasa) dikasihi, maka hemat saya alat pengusiran setan maupun penyembuhan penderita sakit pertama-tama dan terutama adalah kasih. Bahasa Inggris ‘rumah sakit’ adalah ‘hospital’, dan dari kata ‘hospital’ dapat menjadi kata sifat ‘hospitality’, yang berarti keramahan atau kelemah-lembutan. Maka kami berharap kepada mereka yang berpartisipasi dalam proses penyembuhan penderita sakit apapun kami harapkan menghadirkan diri dengan ramah dan lemah-lembut. Keramahan dan kelemah-lembutan anda akan menggairahkan hidup penderita sakti, sehingga dari pribadi penderita sakit tumbuh dan berkembang kekuatan untuk penyembuhan  dirinya. Para murid ‘mengoles dengan minyak’ para penderita sakit dan mereka sembuh. Apa yang dilakukan oleh para murid di sini pada masa kini dikenangkan dengan pemberian ‘minyak suci’ /Sakramen Orang Sakit bagi para penderita sakit. Maka baiklah jika mungkin para penderita sakit keras diusahakan dapat menerima sakramen ini atau pengurapan minyak suci. Secara khusus hari ini kita kenangkan St.Blasius, yang doa dan berkatnya diimani dapat menyembuhkan sakit tenggorokan, maka baiklah pada hari ini kita usahakan untuk dapat menerima “Berkat Santo Blasius”.

·    "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar." (Ibr 12:21), demikian kata Musa setelah menerima penglihatan perihal ‘gunung/bukit yang suci’. Gunung atau bukit memang bagi kebanyakan suku diimani sebagai tempat suci atau keramat. Sebagai contoh gunung Merapi di Jawa Tengah sering disebut sebagai ‘kyai’, kyai Semar, dan ketika meletus diimani sedang memberi berkat. Ketika gunung sedang memberi berkat alias meletus memang banyak orang sangat ketakutan dan gemetar. Maaf kalau sedikit porno: buah dada perempuan sering juga disebut sebagai gunung/bukit nona, dan laki-laki yang melihatnya dapat gemetar, entah gemetar karena gairah nafsu seksual atau takut menyentuhnya atau menciumnya. Bukankah dari buah dada juga dikeluarkan air susu ibu yang menyehatkan? Dengan kata lain kami berharap kepada para ibu yang sedang memiliki bayi atau anak untuk memberi ASI yang memadai bagi anak-anaknya agar anak-anak tumbuh berkembang menjadi sehat wal’afiat, segar bugar dan cerdas. Ingat dan perhatikan pada umumnya ibu menyusui bayinya lebih sering pada buah dada sebelah kiri, sehingga kepada bayi bagian kananlah yang menempel di buah dada ibu. Menyusui selain memberi gizi phisik juga gizi rohani atau spiritual, yaitu kasih. Kami berharap belahan otak bagian kanan anak-anak dapat memperoleh perhatian yang memadai dalam proses pendidikan atau pembinaan, tidak hanya belahan otak bagian kiri saja. Otak bagian kiri lebih pada pikiran, sedangkan bagian kanan pada rasa atau kasih sayang. Rasa dan kasih sayang ini antara lain dapat dikembangkan dan diperdalam dalam seni (suara, lukis, tari, dst..) serta olaharaga, maka hendaknya jangan diabaikan pembinaan seni dan olahraga bagi anak-anak.

 

Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita 48:3 Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.”(Mzm 48:2-4)

 

Jakarta, 3 Februari 2011  Gong Xi Fa Cai”  

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: