29 Nov

“Semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”

(Yes 11:1-10; Luk 10:21-24)

“Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Luk 10:21-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Orang-orang yang disebut bijak pada umumnya berfungsi sebagai pimpinan dan dengan demikian perhatiannya lebih terarah pada apa-apa yang bersifat umum dan besar serta kurang memperhatikan hal-hal atau perkara-perkara kecil dan sederhana. Yang memperhatikan hal-hal atau perkara kecil dan sederhana pada umumnya adalah orang-orang kecil seperti para pembantu atau pelayan rumah tangga dan kantor. Yang kita butuhkan dalam hidup sehari-hari adalah hal-hal atau perkara-perkara kecil dan sederhana seperti makan dan minum, pakaian bersih, kamar dan tempat kerja bersih, halaman bersih dst.., dan yang mengurus semuanya itu adalah para pembantu atau pelayan alias orang-orang kecil. Para pelayan atau pembantu rumah tangga dan kantor pada umumnya juga tahu selera pribadi orang-orang yang harus dilayani alias semua anggota rumah tangga atau kantor. Para pelayan harus melayani semua orang sedemikian rupa sehingga mereka yang dilayani senang, bahagia dan sejahtera. Para pelayan atau pembantu rumah tangga atau kantor yang baik mampu ‘melihat’ dengan baik, cermat dan tepat apa yang harus dikerjakan sehingga semua yang dikerjakan berkenan bagi semuanya. Maka dengan ini kami mengajak anda sekalian untuk dengan rendah hati ‘melihat’ perkara-perkara atau hal-hal kecil yang kita butuhkan dalam hidup dan kerja kita setiap hari. Selain perkara atau hal kecil dan sederhana hendaknya juga diperhatikan anak-anak kecil, orang-orang miskin dan berkekurangan yang ada di lingkungan hidup maupun kerja kita masing-masing. “Small is beautiful” = kecil itu indah, demikian kata sebuah pepatah. Bukankah anak kecil atau bayi lebih menarik dan mempesona daripada  anak-anak besar atau orang-orang dewasa?

·   Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia” (Yes 11:9-10), demikian penglihatan nabi Yesaya akan masa depan yang dijanjikan oleh Tuhan. “Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk” itulah dambaan, harapan dan kerinduan kita dalam hidup dan kerja bersama. Dambaan, harapan dan kerinduan itu akan menjadi kenyataan atau terwujud jika kita usahakan bersama dengan kerja keras serta bantuan rahmat Tuhan. Saya merasa dambaan, harapan dan kerinduan tersebut hendaknya pertama-tama diusahakan dan menjadi nyata dalam keluarga kita masing-masing. Dengan kata lain anak-anak sedini mungkin di dalam keluarga dididik dan dibina untuk tidak melakukan kejahatan atau kebusukan sekecil apapun, dan tentu saja pertama-tama dan terutama dengan teladan konkret dari para orangtua atau bapak-ibu. Hendaknya antar kakak-adik dilatih dan dibina saling berbuat baik dan saling mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap tenaga. Pengalaman relasi yang baik antar orangtua dan anak akan menjadi modal masa depan untuk relasi antara bawahan dan atasan, pengalaman relasi yang baik antar kakak-adik akan menjadi modal masa depan dalam berrelasi antar rekan belajar atau bekerja , pengalaman relasi antar anggota rumah tangga dan pembantu atau pelayan rumah tangga akan menjadi modal masa depan dalam relasi kita dengan orang-orang kecil, sederhana, miskin dan berkekurangan. Apa yang dialami dan ditterima dalam keluarga akan dikembangkan dalam kehidupan bersama yang lebih besar dan kompleks.

Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.”

(Mzm 72:7-8.12-13)

Ign 29 November 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply