27nov

"Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan”
(Why 14:14-20; Luk 21:5-11)

” Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit” (Luk 21:5-11), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Musim penghujan di wilayah Indonesia pada hari-hari ini mungkin sudah merata di seluruh wilayah. Di beberapa daerah dapat terjadi bencana alam, misalnya banjir, tanah longsor, puting beliung, banjir lahar dingin di lereng gunung Merapi dst… , yang mengakibatkan kehancuran atau kerusakan bangunan atau sarana-prasarana kebutuhan hidup sehari-hari. Di beberapa daerah ketegangan antar suku dan bangsa juga masing terjadi, mereka saling menghancurkan dan membunuh. Tanda-tanda yang dahyat macam itu dapat mendorong orang untuk berpikir atau berangan-angan: apakah dunia akan segera musnah alias akhir zaman segera tiba. Memang semua yang ada dipermukaan bumi ini pada waktunya akan musnah atau berlalu tanpa bekas. Hidup di dunia ini bagi kita semua juga tidak lama, hanya sebentar saja dan kematian kita akan terjadi kapan kita juga tidak tahu. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan ada sekalian untuk senantiasa hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur, mengikuti ajaran-ajaran benar bukan ajaran salah dan menyesatkan. Aneka bentuk pemalsuan juga dapat merebak di sana-sini, maka hendaknya sungguh waspada mana yang asli atau palsu, dan hendaknya kemudian lebih memilih yang asli. Dan tentu saja kita sendiri juga senantiasa hidup dan bertindak dengan jujur, apa adanya, tidak bersandiwara atau pura-pura. Hilangkan atau hancurkan aneka bentuk kepalsuan serta kebohongan dalam diri anda sedini mungkin dan jangan ditunda-tunda, jika anda mendambakan hidup selamat, bahagia dan damai sejahtera lahir maupun batin, jasmani maupun rohani, fisik maupun spiritual. Pertanyaan refleksi pribadi: apakah kita semua dalam perjalanan penghayatan iman sampai kini semakin suci, semakin membaktikan diri sepenuhnya kepada Penyelenggaraan Ilahi?

·   Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak." Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah.Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam.Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit” (Why 14:15-18). Kutipan ini kiranya menggambarkan kemurkaan Allah terhadap ciptaan-ciptaanNya, karena dosa dan kebejaran moral ciptaan-ciptaanNya, terutama manusia. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak semua saja yang masih berdosa atau tak/kurang bermoral untuk segera bertobat dan memperbaharui diri, tidak ada kata terlambat untuk bertobat atau memperbaharui diri. Kemurkaan Allah terjadi bukan karena kehendakNya, melainkan karena dosa dan kebobrokan kita sebagai manusia, yang tak tahu syukur dan terima kasih dalam cara hidup dan cara bertindak. Marilah kita bayangkan bahwa besok kita akan mati atau meninggal dunia: apakah yang akan anda lakukan hari jika besok harus meninggal dunia? Tentu ada orang yang berpikir: karena hidup tinggal satu hari maka baiklah berfoya-foya seenaknya. Hemat kami pikiran yang benar dan harus menjadi nyata dalam tindakan adalah bahwa karena tinggal satu hari maka saya akan melakukan perbuatan baik apapun tanpa pandang jenis tugas atau pekerjaan.

“Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya” (Mzm 96:10-13)
Ign 27 November 2012

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: