237 Anak Katolik Tujuh Paroki Temu KKI di Stasi St. Maria Immaculata Sidareja

sidareja3HARI Minggu, 5 Oktober 2014, bertepatan dengan Hari TNI, Idul Adha, dan Minggu Biasa XXVII, anak-anak KKI Keuskupan Purwokerto mempunyai acara sendiri:Temu KKI Se Dekenat Selatan. Acara KKI Dekenat Selatan diadakan di Paroki St. Yoseph Sidareja, tepatnya di Stasi St. Maria Imaculata Cisumur. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyambut Hari Minggu Misi Sedunia yang bertepatan pada […]

sidareja3

HARI Minggu, 5 Oktober 2014, bertepatan dengan Hari TNI, Idul Adha, dan Minggu Biasa XXVII, anak-anak KKI Keuskupan Purwokerto mempunyai acara sendiri:Temu KKI Se Dekenat Selatan. Acara KKI Dekenat Selatan diadakan di Paroki St. Yoseph Sidareja, tepatnya di Stasi St. Maria Imaculata Cisumur.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyambut Hari Minggu Misi Sedunia yang bertepatan pada tanggal 19 Oktober 2014. KKI Dekenat Selatan memang mengajukan kegiatan tersebut dikarenakan pada pertengahan Oktober ada Ujian Tengah Semester.

Temu KKI Dekenat Selatan pada tahun 2014 mengambil tema “Aku Bangga Menjadi Anak Katolik”. Para pendamping KKI Dekenat Selatan telah mempersiapkan acara ini sejak bulan Juni 2014 lalu. Adapun latarbelakang dari tema tersebut adalah keprihatinan anak-anak Katolik yang bersekolah di Sekolah Negeri. Anak-anak sering mendapat perlakuan yang tidak menguntungkan, seperti diejek, dijauhi, dan bahkan ada yang disuruh melepas kalung salib. Dari keprihatinan itulah, kami pendamping KKI Dekenat Selatan mengusung tema tersebut.

Aula sepak bola
Sejak hari Sabtu, 4 Oktober 2014, Umat Stasi St. Maria Imaculata beserta para siswa SMP Yos Sudarso bekerja bakti untuk menyambut acara ini. Acara diadakan di aula SMP Yos Sudarso Cisumur. Aula luar yang biasa dipakai untuk bermain sepak bola untuk anak-anak setempat, diubah menjadi aula megah dan indah.

sidareja6

Tak rotan, akar pun jadi: Lapangan sepak bola menjadi lapangan tampilan dimana ratusan anak katolk dari tujuh paroki di Dekenat Selatan Keuskupan Purwokerto berkumpul mengikuti Temu KKI. (Dok. Romo Christy Mahendra Pr/Paroki Sidareja)

Aula yang terbuka berubah menjadi aula yang nyaman untuk anak-anak berkumpul dan berdinamika. Di dalam aula dirangkai panggung berukuran 4 x 6 meter untuk penampilan anak-anak dan misa penutup. Suara sound system dan dekorasi panggung membuat suasana SMP Yos Sudarso megah dan indah.

Antusiasme umat Cisumur sangat baik. Hal ini terlihat dari kerja bakti, sumbangan tikar karpet serta terpal untuk menahan angin mereka bawa dari rumah, serta ronda malam untuk menjaga aula yang sudah terhias rapih.

Acara dimulai pada pukul 9.00 pagi dengan registrasi peserta dari 7 Paroki. Pagi hari, sekitar pukul 07.00, Sidareja dan sekitarnya diguyur hujan. Hujan membuat khawatir para pendamping KKI sedekenat.

sidareja1

Aku Bangga Menjadi Anak Katolik Indonesia: Dalam Temu KKI di Stasi St. Maria Immaculata Cisumur di Paroki Sidareja di Kabupaten Cilacap ini, semua anak katolik bangga mengucapkan identitasnya sebagai anak-anak Gereja Katolik. Tak terkecuali para ibu pendamping, panitia dan segenap pasukan ramai pendukung acara ini. (Dok. Romo Mahendra Christy Pr/Paroki Sidareja)

Namun, Tuhan mempunyai rencana indah. Tepat pukul 9.00, hujan reda dan cukup cerah. sehingga acara dapat berjalan dengan lancar tanpa debu dan angin kencang. Tepat pukul 9.30, RD. Christy sudah membunyikan theme song KKI Dekenat Selatan, yaitu lagu berjudul Aku Bangga Menjadi Anak Katolik dan Ut Omnes Unum Sint.

Pembawa acara, Mbak Itha (Gombong), Mas Paulus (Karang Anyar), dan Indy (Cilacap), siap menggoyang anak-anak untuk membangkitkan semangat mereka. Dengan iringan semi mars, lagu Aku Bangga Menjadi Anak Katolik dinyanyikan bersama. Lagu itu dinyayikan berkali-kali karena antusias anak-anak sangat semangat. Untuk meredam semangat mereka, Lagu Ut Omnes Unum Sint dengan ritme semi dangdut pun membuat anak-anak bergoyang. Seakan-akan, anak-anak tidak mempunyai lelah.

sidareja2

Ut Omnes Unum Sint: Tak hanya anak-anak katolik yang berbangga diri menjadi anak-anak Tuhan dalam Gereja Katolik. Para pendamping pun ikut bangga mendampingi anak-anak Tuhan ini dalam Temu KKI se-Dekenat Selatan Keuskupan Purwokerto pada hari Minggu tanggal 5 Oktober 2014 di Stasi Maria Immaculata Cisumur, Paroki Sidareja. Satu semangat dalam Ut Omnes Unum Sint. (Dok. Romo Christy Mahendra Pr/Paroki Sidareja)

Setelah anak-anak bernyanyi dan menari dua  lagu, Pak Bekti (Majenang) sebagai Ketua KKI Dekenat Selatan membuka acara KKI Se Dekenat Selatan. Setelah pembukaan dari Ketua KKI Dekenat Selatan, RD. Christy Mahendra, Koordinator Sub KKI Dekenat Selatan, mengajak anak-anak berkumpul per paroki untuk menuliskan harapan-harapan dari acara ini. Anak-anak diminta menuliskan 1 kata harapan yang akan ditulis oleh pendamping paroki. Kemudian kertas yang berisi harapan-harapan dari anak-anak akan diikat di 20 balon.

Anak-anak diminta untuk ke sawah untuk melepaskan balon harapan mereka. semua anak-anak dan pendamping membentuk lingkaran sembari memegang balon yang telah diikatkan kertas harapan.

RD. Christy mengajak anak-anak untuk berdoa agar harapan-harapan anak-anak KKI Dekenat Selatan menjadi kenyataan.

RD. Christy memberkati seluruh harapan mereka. Setelahh hitungan ketiga, RD. Christy memerintahkan seluruh anak-anak untuk melepaskan balon ke udara. Anak-anak bertepuk tangan dan berteriakan melihat harapan mereka terbang tinggi ke udara.Pelepasan kertas harapan ke udara merupakan simbolik anak-anak yang beriman. Anak-anak yang beriman mempunyai harapan masa depan.

Tampilan tiap paroki
Acara dilanjutkan dengan tampilan-tampilan tiap paroki dengan tema Aku Bangga Menjadi Anak Katolik.

  • Tampilan pertama dari Paroki Sidareja. Paroki Sidareja menampilkan tarian Selayang Pandang.
  • Paroki Kebumen menampilkan tarian KKI dengan selendang berwarna 5 benua dan tulisan Aku Bangga Menjadi Anak Katolik.
  • Paroki Majenang menampikan paduan suara.
  • Paroki Gombong menampilkan pantomin dengan kisah seorang anak Katolik yang sering dibully teman-temannya.
  • Paroki Karanganyar menampilkan puisi dengan judul Batu Penjuru.
  • Paroki Kroya menampilkan Geguritan dengan Bahasa Jawa.
  • Stasi Cisumur menampilkan Geguritan dengan Bahasa Jawa.
  • Paroki Cilacap akan menampilkan pertunjukan untuk mengisi renungan dalam misa penutupan.
sidareja3

Anak-anak Katolik Indonesia di Dekenat Selatan Keuskupan Purwokerto: Stasi St. Maria Immaculata Cisumur, Paroki Sidareja, Kabupaten Cilacap menjadi tuan rumah untuk acara Temu KKI bagi ratusan anak katolik, puluhan panitia dan pendamping dan sejumlah pastor. (Dok. Paroki Sidareja)

23 kelompok
Anak-anak yang hadir berjumlah 237 anak, 75 pendamping, dan sekitar 100 umat stasi Cisumur. Anak-anak dibagi menjadi 23 kelompok dan 2 pendamping. Mereka akan berefleksi dan pengendapan. Sebelum masuk dalam kelompok, mereka menonton film Duty sebagai pengantar refleksi bersama.

Mereka menggunakan teras SMP Yos Sudarso untuk berefleksi dan makan siang. Sementara anak-anak berdinamika dan makan siang, seluruh penghantar, pendamping, para rama, para orangtua, dan umat Cisumur juga makan bersama.

Umat Cisumur menyediakan makanan ala Umat Cisumur, yaitu kuluban, sayur gudeg, oseng tempe, sambal, ikan, B1, dan lainnya. Tidak ada satu pun orang yang tidak makan. Semua orang menikmati makanan baik dari pesenan panitia maupun dari Cisumur. Ramah tamah dan diskusi pun terjadi. semua peserta dan pendamping membaur tanpa memandang paroki yang berbeda.

sidareja4

Dukungan hirarki Dekanat Selatan Keuskupan Purwokerto: Para pastor di wilayah Dekenat Selatan mendukung program acara Temu KKI di Cisumur dengan kesediaan mereka memimpin perayaan ekaristi meriah namun sederhana di kawasan pedesaan di Paroki Sidareja. (Dok. Paroki Sidareja)

Tepat pukul 13.20, Misa penutupan dimulai

Misa dipimpin oleh Rm. Dwiyantoro, Deken Dekenat Selatan, dan Konselebrasi dari beberapa paroki, yaitu RD. Vidi Wahyudi (Kebumen), RP. Nico Ola OMI (Cilacap), RD. V. Suranto (Sidareja), RD. Dody Kurnianto (Majenang), dan RD. Christy Mahendra (Sidareja).

Pada bagian renungan, KKI dari Paroki Cilacap menampilkan teater musikal yang sangat menarik dan bagus. Para umat dan anak-anak sangat menikmati dan terhibur. Pesan yang diangkat dari teater itu adalah Bangga Menjadi Katolik.
RD. Christy menyimpulkan bahwa anak-anak KKI ibarat benih anggur yang masih perlu dijaga dan digarap, agar dapat berbuah manis dan berlimpah.

sidareja5

Bangga menjadi anak-anak Tuhan dalam Gereja Katolik: “Aku Bangga Menjadi Anak Katolik” menjadi semangat utama dalam Temu KKI se-Dekenat Selatan Keuskupan Purwokerto di Stasi St. Maria Immaculata Cisumur, Sidareja, Minggu 5 Oktober 2014. (Dok. Paroki Sidareja)

Para orangtua, guru, romo, suster adalah penggarap dan penjaga kebun anggur itu. Iman Katolik diibaratkan benih anggur. oleh karena itu, Kegiatan KKI ini menjadi perangsang dan inspirasi anak-anak untuk mengolah dan mendalami di setiap paroki masing-masing. pukul 14.15, misa usai. sebelum pulang, KKI tiap paroki mengadakan tukar kado berupa makanan khas tiap paroki. setelah itu foto bersama tiap paroki bersama para romo yang belum pulang.

Viva Anak-Anak Misioner.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply