22 Nov

“Waspadalah supaya kamu jangan disesatkan”
(Dan 2:31-35; Luk 21:5-11)
Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.” (Luk 21:5-11), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Sesilia, perawan dan martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Saya ingin hatiku bersih dan tubuhku tidak tercemar. Keperawananku telah saya janjikan bagi Tuhan”, demikian kata-kata Sesilia, yang cantik, dalam menanggapi pinangan seorang pemuda bernama Valerianus. Valerianus pun tidak marah, tetapi justru terharu oleh jawaban Sesilia dan akhirnya ia belajar tentang agama Katolik serta akhirnya menjadi Katolik.  Karena kesetiaan imannya akhirnya Sesilia dihukum mati dengan pedang. Setia pada penghayatan iman pada masa kini kiranya juga harus menghadapi aneka tantangan, hambatan dan masalah, bahkan ada aneka macam rayuan atau tawaran yang menyesatkan, yang kelihatan menarik dan mempesona. Usaha pencemaran hati dan tubuh memang dapat lahir dari diri kita sendiri maupun dari orang lain di sekitar kita. Godaan atau penyesatan yang mendatangi muda-mudi pada umumnya erat kaitannya dengan kenikmatan seksual, entah itu dengan beronani atau bermasturbasi atau berhubungan seks dengan lawan jenis.  Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak baik rekan-rekan muda-mudi maupun para orangtua untuk waspada terhadap aneka rayuan atau tawaran yang dapat mencemarkan hati maupun tubuh, yang ada relasinya dengan kenikmatan seksual. Para orangtua hendaknya menjadi teladan atau saksi kesetiaan dalam perkawinan alias tidak pernah selingkuh, dan pada waktunya sesuai dengan perkembangan pribadi anak, hendaknya orangtua memberi bimbingan dalam hal seksual kepada anak-anaknya. Kepada rekan-rekan muda-mudi kami harapkan menghadirkan diri sedemikian rupa sehingga tidak merangsang lawan jenis tergoda untuk berbuat jahat atau yang tak bermoral.
·   Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi”(Dan 2:34-35). Kutipan ini kiranya menggambarkan bahwa aneka macam jenis harta benda yang ada di dunia ini bersifat sementara saja, tidak ada yang abadi. Namun dalam kenyataan banyak orang tersesat dengan berbakti kepada harta benda duniawi yang sementara itu, sehingga hidupnya sungguh mengadalkan diri pada harta benda atau uang, dan dengan uangnya orang menyesatkan diri dengan membeli orang alias melacur atau menggauli gadis-gadis atau perawan cantik dengan imbalan segepok uang. Dengan kata lain orang yang demikian itu membuat manusia bagaikan harta benda saja, mencemarkan tubuhnya sendiri maupun tubuh orang lain. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan anda semua untuk tidak ‘gila akan uang atau harta benda’, dan kepada rekan-rekan perempuan kami harapkan juga tidak dengan mudah menjual diri alias melacur dengan alasan apapun. Rekan-rekan laki-laki, entah yang masih remaja/belum menikah atau sudah berkeluarga serta beruang, kami harapkan juga tidak dengan mudah menggunakan uangnya untuk menccmarkan dirinya sendiri maupun orang lain. Marilah kita saling membantu dalam menjaga dan mengusahakan kebersihan hati maupun tubuh kita masing-masing, sebagai citra atau gambar Allah.
Pujilah Tuhan, hai segala buatan Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala malaekat Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segenap langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala air di atas langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala tentara Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya” (Dan 3:57-61)
Ign 22 November 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: