21 Okt

“Mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?
(Rm 7:18-25a; Luk 12:54-59)
Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.” (Luk 12:54-59), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Di dalam kehidupan sehari-hari cukup banyak tanda-tanda, entah yang dibuat untuk kepentingan tertentu atau terjadi secara alamiah di lingkungan hidup kita maupun di dalam tubuh kita sendiri. Di dalam tubuh kita sendiri ada tanda-tanda  akan terjadinya perubahan phisik atau kesehatan dan bagi rekan-rekan perempuan dewasa kiranya ada tanda-tanda khusus ketika akan mengalami menstruasi atau bagi yang sudah menikah tanda-tanda akan hamil. Hemat saya ketika kita peka akan tanda-tanda dalam tubuh kita serta mampu menilainya, maka kita juga akan peka terhadap tanda-tanda zaman. Maka kami harap pertama-tama kita masing-masing peka terhadap tanda-tanda yang ada di dalam tubuh kita masing-masing. “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?”, demikian sabda atau kritikan Yesus terhadap orang-orang munafik. Marilah kita lihat, cermati dan imani tanda-tanda kehadiran Tuhan dalam hidup kita sehari-hari, dalam lingkungan hidup dan kerja kita, terutama dalam diri manusia, saudara-saudari kita, yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citra Tuhan. KehadiranNya dalam diri manusia antara lain menjadi nyata dalam kehendak baik, maka marilah kita lihat dan imani kehendak baik saudara-saudari kita, dan kami percaya masing-masing dari kita pasti memiliki kehendak baik. Kita sinerjikan kehendak baik kita untuk mengusahakan, membangun dan memperdalam perdamaian atau persaudaraan sejati di antara umat manusia di bumi ini.
·   Di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku” (Rm 7:22-23), demikian kesaksian iman Paulus, yang kiranya baik menjadi refleksi atau permenungan kita sebagai umat beragama atau beriman. Kecenderungan anggota-anggota tubuh kita memang lebih terarah untuk melakukan perbuatan dosa, hanya mengikuti selera pribadi atau kemauan sendiri, demi kenikmatan tubuh. Sebaliknya sebagaimana dikatakan oleh Paulus “di dalam batinku aku suka hukum Allah”, maka baiklah apa yang ada di dalam batin dengan kerja keras dan bantuan rahmat Tuhan kita wujudkan di dalam perbuatan atau tindakan. Dengan bantuan rahmat Tuhan alias bersama dan bersatu dengan Tuhan kita pasti akan mampu mewujudkan kehendak atau hukum Allah yang ada di dalam batin kita. Memang sendirian saja kita akan lebih sulit mewujudkannya, maka marilah kita bekerjasama mewujudkannya, saling membantu dan menolong sesuai dengan kemampuan, kemungkinan dan kesempatan kita masing-masing. Dengan bekerjasama atau bergotong-royong kita akan lebih berdaya dan bergairah dalam mewujudkan apa yang ada di dalam batin kita. Hendaknya kita juga dengan rela dan jiwa besar mensharingkan apa yang ada di dalam batin kita kepada saudara-saudari kita, sehingga kita juga saling diperkaya. Kepada mereka yang masih merasa “menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuh”, untuk segera membebaskan diri, dan jika perlu minta bantuan orang lain. Sebagai tawanan dosa kami harapkan tidak takut atau tidak malu minta bantuan kepada orang lain. Percayalah, imanilah bahwa banyak orang siap untuk membantu anda, karena orang baik yang berkehendak baik sangat banyak.
“Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu. Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu. Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku” (Mzm 119:66.68.76-77)
Ign 21 Oktober 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: