19 spt

“Semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya”
(Ezr 1:1-6; Luk 8:16-18)

"Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan
tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia
menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke
dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang
tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang
rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu,
perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai,
kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya
akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.” (Luk 8:16-18),
demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
•       Setiap manusia menerima anugerah Tuhan, antara lain berupa bakat,
hobby atau keterampilan, tergantung dari lingkungan hidupnya. Dalam
iman kiranya harus kita hayati bahwa semua anugerah tersebut kita
terima secara cuma-cuma dari Tuhan, maka selayaknya kita bagikan
dengan murah hati kepada saudara-saudari kita dalam lingkungan hidup
dan kerja maupun pergaulan kita dimanapun dan kapanpun. “Tidak ada
orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau
menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas
kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat
cahayanya”, demikian sabda Yesus. Ingatlah, sadari dan hayati bahwa
keterampilan semakin dibagikan kepada orang lain tidak akan berkurang
melainkan semakin bertambah dan handal, demikian juga dengan bakat,
hobby, kecerdasan/kepandaian dll… Sumbangkan keterampilan, bakat,
hobby, kecerdasan/kepandaian anda kepada sesama anda dimanapun dan
kapanpun, hendaknya jangan pelit untuk membagikan atau
menyumbangkannya. Selain diberikan atau disumbangkan kepada orang
lain, baiklah jika keterampilan, bakat, hobby, kepandaian atau
kecerdasan tersebut juga terus diperdalam dan dikuatkan dengan belajar
terus-menerus, misalnya mengikuti aneka kursus atau pendidikan yang
terkait atau sesuai dengan keterampilan, bakat, hobby dan kecerdasan
anda. Hendaknya jangan malu menampilkan atau menghadirkan diri dengan
penuh aktif dan proaktif dalam hidup bersama untuk membagikan
keterampilan, bakat, hobby atau kecerdasan tersebut, yang anda miliki.
Mereka yang pelit membagikannya akan menjadi orang ‘kerdil’ dalam
segala hal.
•       “Berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang
Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang
yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan
rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.Dan segala orang di sekeliling
mereka membantu mereka dengan barang-barang perak, dengan emas, harta
benda dan ternak dan dengan pemberian yang indah-indah, selain dari
segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela” (Ezr 1:5-6).
Mungkin pada saat ini di lingkungan hidup atau tempat tinggal dan
kerja anda sedang ada kegiatan pembangunan, entah phisik maupun
spiritual. Secara phisik misalnya pembangunan aneka macam
sarana-prasarana untuk kepentingan umum seperti gedung pertemuan,
tempat ibadat, dll.., hendaknya anda tidak berpangku tangan, melainkan
marilah meneladan umat di sekitar Yerusalem pada waktu itu: “membantu
mereka dengan barang-barang perak, dengan emas, harta benda dan ternak
dan dengan pemberian indah-indah, selain dari segala sesuatu yang
dipersembahkan dengan sukarela”. Jika kita tidak memiliki harta benda
atau uang, baiklah kita sumbangkan tenaga dan waktu kita bagi
pembangunan tersebut. Yang tidak kalah penting adalah pembangunan
kehidupan bersama sebagai umat Allah. Kami berharap kita senantiasa
dapat berpartipasi dalam pembangunan hidup bersama sebagai umat Allah,
sehingga kebersamaan hidup umat Allah mempesona, menarik dan
menggairahkan. Secara konkret dalam kehidupan beragama sering ada
perjumpaan bersama seperti ibadat di tempat ibadat, pendalaman iman
atau doa bersama di lingkungan atau tempat kerja dst..  Kami mengajak
anda sekalian untuk aktif dan proaktif serta selalu menghadiri
perjumpaan-perjumpaan umat Allah tersebut.  Ingatlah, sadari dan
hayati bahwa dalam kebersamaan pada umumnya kita akan diperkaya dengan
berbagai pengalaman melalui curhat atau percakapan, dimana
masing-masing membagikan pengalamannya. Percayalah bahwa jika hatim,
jiwa dan akal budi kita baik, maka perjumpaan antar kita dalam bentuk
apapun dan dimanapun akan membuahkan hasil-hasil yang menyelamatkan
dan membahagiakan, terutama keselamatan atau kebahagiaan jiwa.
“Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti
orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan
tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah
orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar
kepada orang-orang ini!" TUHAN telah melakukan perkara besar kepada
kita, maka kita bersukacita” (Mzm 126:1-3)

Ign 19 September 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: