15 Okt

“Roh  Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan”
(Rm 4:13.16-18; Luk 12:8-12)
“Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan." (Luk 12:8-12), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Teresia dari Yesus, perawan dan pujangga Gereja, hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Hidup sebagai perawan alias tidak menikah sampai mati atau menjadi biarawati pada masa kini kiranya sarat dengan tantangan, hambatan maupun masalah, apalagi untuk menjadi perawan suci. Bertahan tetap perawan alias tidak pernah berhubungan seksual sebelum menikah menjadi suami-isteri pun kiranya juga penuh dengan tantangan dan godaan, mengingat dan memperhatikan cukup banyak gadis masa kini tidak perawan lagi. Hidup sebagai perawan yang tidak menikah sampai mati atau biarawati berarti membaktikan diri seutuhnya kepada Tuhan dan dengan demikian diharapkan hidup dijiwai oleh Roh Kudus. Orang yang bersangkutan menghayati sabda Yesus bahwa “pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan”. Sebenarnya semua orang beriman atau beragama juga diharapkan hidup dijiwai oleh Roh Kudus alias mengandalkan diri pada Penyelenggaraan Ilahi dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari dimanapun dan kapanpun. Ketika menghadapi situasi, pribadi orang atau pekerjaan yang kurang jelas atau menakutkan, hendaknya dengan rendah hati mendengarkan dan melihat guna menemukan cara atau terobosan yang ditunjukkan oleh Roh Kudus untuk menanganinya. Percayalah dan imanilah bahwa jika kita sungguh percaya pada Penyelenggaraan Ilahi, maka kita akan menemukan celah-celah yang harus kita lalui untuk mengatasi aneka tantangan, hambatan atau masalah. Marilah kita cari dan akui aneka kehendak baik dari saudara-saudari kita atau mencari orang-orang baik di sekitar kita, sebagai kepanjangan “Roh Kudus yang akan mengajar kita apa yang harus kita katakan maupun lakukan” 
·   Bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.” (Rm 4:13), demikian kata Paulus kepada umat Roma. Sebagai umat beriman kita adalah keturunan Abraham dan kita dianugerahi dunia seisinya untuk kita olah atau urus dalam “kebenaran, berdasarkan iman”. Dengan kata lain kita diharapkan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan atau dengan semangat iman, atau iman kita harus menjadi nyata dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimanapun dan kapanpun. Kami berharap kita tidak membesar-besarkan perbedaan karena agama/keyakinan, suku atau ras, melainkan marilah kita kita angkat dan perdalam sama antar kita yaitu sama-sama umat beriman. “Allah menghendaki, supaya bumi beserta segala isinya digunakan oleh semua orang dan sekalian bangsa, sehingga harta benda yang tercipta dengan cara yang wajar harus mencapai semua orang, berpedoman pada keadilan, diiringi dengan cintakasih” (Vatikan II GS no 69). Maka marilah dunia atau bumi yang telah ‘menjadi milik kita bersama’ kita olah dan urus sedemikian rupa dengan tujuan kemakmuran atau kesejahteraan seluruh umat manusia. Jika masih ada orang menderita kelaparan atau kehausan atau berkekurangan dalam hal sandang dan pangan berarti ada orang-orang tertentu yang serakah alias tidak hidup dan bertindak berdasarkan imannya. Maka kami berharap kepada mereka yang serakah untuk bertobat dan kepada yang kaya akan harta benda atau uang kami harapkan berjiwa social dengan membantu dan memperhatikan mereka yang miskin dan berkekurangan, menyisihkan sebagian harta benda atau uangnya bagi mereka.
“Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah. TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya; Ia menaikkan kabut dari ujung bumi, Ia membuat kilat mengikuti hujan, Ia mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaan-Nya. Dialah yang memukul mati anak-anak sulung Mesir, baik manusia maupun hewan” (Mzm 135:5-8)
Ign 15 Oktober 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: