Friday, 31 October 2014

13 Sept – 1Kor 11:17-26; Luk 7:1-10

“Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai”

(1Kor 11:17-26; Luk 7:1-10)


“Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.”(Luk 7:1-10), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Seorang perwira tentara atau militer pada umumnya mengandalkan diri pada kekuatan phisik dan kurang percaya kepada Tuhan. Dalam kisah yang diwartakan hari ini ada seorang perwira dengan rendah hati minta tolong kepada orang tua-tua Yahudi untuk menghadap Yesus guna mohon penyembuhan hambanya yang sedang menderita sakit. Maka Yesus berkata :”Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel“. Sehat atau sakit serta penyembuhan orang sakit erat kaitannya dengan beriman atau tidak beriman. Jika kita sungguh beriman kiranya kita jarang atau tidak pernah menderita sakit apapun, sebaliknya jika sedang menderita sakit hendaknya mawas diri apakah kita sungguh beriman, dan dengan rendah hati mohon penyembuhan dari Tuhan melalui orang-orang di sekitar kita. Beriman berarti hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan dan dengan demikian hidup dan bertindak sesuai dengan aneka macam tata tertib yang dibuat dan diundangkan demi hidup sehat, bahagia dan damai sejahtera, antara lain tata tertib hidup sehat dan berdoa. Makan-minum, istirahat, bekerja dan bertindaklah dalam iman jika anda mendambakan hidup sejahtera, damai bahagia lahir dan batin, jasmani dan rohani. Jauhi cara hidup dan cara bertindak hanya mengikuti keinginan atau selera pribadi alias seenaknya sendiri.


·   Setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.”(1Kor 11:26), demikian ajaran atau peringatan Paulus. Apa yang dikatakan oleh Paulus ini erat kaitannya dengan saat ketika kita menerima komuni kudus di dalam Perayaan Ekaristi. Dengan menerima komuni kudus berarti kita mengenangkan wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus dalam cara hidup dan cara bertindak kita, artinya kita mati dalam hal dosa alias tidak berbuat dosa lagi dan hanya hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita hidup dan bertindak dengan meneladan Yesus, yaitu mempersembahkan hidup kita seutuhnya demi kebahagiaan dan keselamatan diri kita sendiri maupun orang lain yang hidup dan bekerja bersama kita setiap hari atau orang yang kena dampak cara hidup dan cara bertindak kita. Dengan kata lain kita menjadi saksi karya penyelamatan Tuhan di dalam hidup kita sehari-hari sampai mati atau dipanggil Tuhan. Kita juga diingatkan setiap kali akan menerima komuni kudus hendaknya kita dalam keadaan yang layak atau baik alias tidak berdosa, maka sekiranya berdosa dan tidak layak untuk menerima komuni kudus, hendaknya terlebih dahulu mohon kasih pengampunanNya antara lain dengan mengaku dosa. Ingat bahwa menerima komuni kudus berarti kita didatangi oleh Tuhan yang mahasegalanya. Bukankah ketika kita akan menyambut tamu penting dan terhormat pada umumnya untuk mengusahakan lingkungan hidup kita serta diri kita sendiri bersih, tanpa noda? Tuhan melebihi segalanya yang ada di dunia ini, maka selayaknya sebelum menyambut kedatanganNya, antara menerima komuni kudus, kita jaga diri kita senantiasa dalam keadaan bersih dan tanpa noda baik secara spiritual maupun phisik, rohani maupun jasmani. Karena kita semua menerima komuni kudus yang sama, maka selayaknya kita bersaudara dan bersahabat dalam situasi dan kondisi apapun dan dimanapun.

 

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku” (Mzm 40:7-9).

Jakarta, 13 September 2010   . .        

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "13 Sept – 1Kor 11:17-26; Luk 7:1-10"

Response on "13 Sept – 1Kor 11:17-26; Luk 7:1-10"