12 Nov – 2Yoh 4-9; Luk 17:26-37

“Sama seperti terjadi pada zaman Nuh”

(2Yoh 4-9; Luk 17:26-37)


“Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."(Luk 17:26-37), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Yosafat, uskup dan martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Dampak dari pemanasan global dan cuaca ekstrim telah menimbulkan kenaikan dan pemanasan air laut, sehingga terjadi rob di sana-sini, hujan deras dan badai serta angin puting beliung serta banjir banding, yang menghancurkan aneka macam yang ada di atas muka bumi ini. Konon tidak lama lagi kota-kota di pantai akan tenggelam karena kenaikan permukaan air laut, padahal mayoritas kota besar berada di pantai. Maka orang akan berbondong-bondong meninggalkan pantai ke area yang lebih tinggi atau ke pegunungan-pengunungan, yang kemudian berdampak semakin sempitnya lahan untuk tempat tinggal dan bercocok tanam serta memperoleh air segar dan sehat demi kehidupan. Dalam situasi yang berat dan sulit tersebut ada kemungkinan orang juga enggan atau malas untuk berkeluarga serta beranak-cucu, dengan kata lain terjadi penuyusutan jumlah penduduk, karena di masa sulit dan berat tersebut kiranya juga akan terjadi orang bunuh diri dengan mudah. Kepunahan bumi segera akan terjadi, begitulah mungkin yang dapat dikatakan. Menghadapi aneka macam bencana dan kepunahan serta kehancuran saat ini, marilah kita rela ‘kehilangan nyawa’ artinya meninggalkan cita-cita, dambaan, semangat hidup yang hanya mengikuti selera pribadi dan kemudian memeluk, menggeluti dan menghayati kehendak ilahi, kehendak Tuhan dalam hidup sehari-hari. “Barangsiap berusaha menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya”, demikian sabda Yesus yang hendaknya kita renungkan dan hayati, dengan hidup menurut perintah-perintahNya.


·   Inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya” (2Yoh. 6). Kutipan dari surat Yohanes ini mengingatkan kita semua untuk senantiasa hidup saling mengasihi dan hidup menurut perintah Tuhan dalam menghadapi aneka macam bencana alam maupun musibah yang terus-menerus terjadi masa kini. Kehancuran dan kepunahan aneka macam sarana-prasarana atau hal-hal duniawi hendaknya menjadi bahan permenungan bagi kita semua, bahwa kasih tak akan punah dan hancur. Semuanya itu ada, tumbuh dan berkembang karena oleh kasih dan dalam kasih, dengan kata lain yang terutama adalah kasih. Salah satu cara hidup dan bertindak dalam kasih antara lain hidup menurut perintah Tuhan, dan perintah Tuhan antara lain dapat kita temukan dalam aneka tulisan yang ditulis dalam ilham Tuhan, antara lain kitab suci.  Maka marilah kita baca, renungkan dan hayati apa yang tertulis didalam kitab suci  Setiap hari saya mengutip apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, mengikuti Kalender Liturgy, dengan harapan dapat menjadi bantuan bagi kita semua untuk memahami, mendalami dan menghayati perintah-perintah Tuhan. Semoga apa yang saya usahakan kutip dan tulis setiap hari berguna bagi kita semua untuk senantiasa hidup dalam dan oleh kasih dimanapun dan kapanpun. Marilah meneladan St.Yosafat, yang sungguh mengasihi umatnya serta rela berkorban demi keselamatan sesamanya.

 

“Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,… Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau

 (Mzm 119:1-2.10-11)

Jakarta, 12 November 2010

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: