100 Persen Katolik, 100 Persen Indonesia

soegijapranataDI ANTARA sekian banyak sabda Yesus, mungkin sabdaNya: berikan kepada kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah, paling banyak disalah mengerti. Meski dari sabda ini keluar kata-kata Mgr. Soegijo Pranoto – Uskup pribumi Indonesia I: menjadi Katolik 100% dan Warga Negara Indonesia 100%. Karena sabda ini dimengerti kita harus taat […]

soegijapranata

DI ANTARA sekian banyak sabda Yesus, mungkin sabdaNya: berikan kepada kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah, paling banyak disalah mengerti. Meski dari sabda ini keluar kata-kata Mgr. Soegijo Pranoto – Uskup pribumi Indonesia I: menjadi Katolik 100% dan Warga Negara Indonesia 100%. Karena sabda ini dimengerti kita harus taat kepada pemerintah, seperti kita taat kepada Allah.

Dalam banyak negara, kesimpulan ini tidak menjadi masalah, karena pemerintah yang sah adalah pemerintah yang diinginkan dan diterima oleh masyarakat banyak. Bahkan Yesaya, dalam Bacaan I menyebut Koresy, Raja Persia yang menjajah bangsa Yahudi sebagai orang yang diurapi Allah. Artinya Allah yang memilih Koresy menjadi penguasa di dunia yang dikenal bangsa Yahudi waktu itu. Tetapi dalam banyak kasus, Gereja tidak selalu mendukung pemerintah yang sah. Gereja berperan aktif menggulingkan Presiden Marcos di Phillipina. Dibawah pemerintahan Komunis Cina, Gereja merestui gerakan Gereja Bawah Tanah, karena kehidupan Gereja dilarang oleh Pemerintah Komunis disana.

Kita coba memahami apa maksud Yesus dari kisah ini. Membayar pajak kepada Kaisar itu bermasalah karena: orang tidak suka membayar pajak, apalagi membayar pajak kepada penjajah. Allah pemilik bangsa Israel. Membayar pajak kepada penjajah, artinya tidak mengakui Allah sebagai penguasa. Uang pajak: uang Roma: uang itu bergambar kepala kaisar yang memerintah waktu itu dan di baliknya tertulis: Kaisar…. Anak Allah. Ini syirik, kafir, menduakan Allah. Orang Farisi disebut munafik karena orang Farisi, tidak mau bayar, tapi terpaksa, karena ini hukuman Allah karena ketidak taatan bangsa Israel. Alasan politis: status quo.

Orang Herodian: raja Galilea, harus dukung bayar pajak. Tapi mereka mau otonomi khusus, supaya bisa tarik pajak sendiri, seperti gubernur di Yerusalem. Jadi mereka sikap mendua, bayar boleh, tidak lebih baik. Jawaban Yesus adalah jawaban praktis: pakai uang kaisar, ya artinya mengakui hak kaizar. Yang tidak biasa adalah kalimat tambahan Yesus: berikan kepada Allah yang menjadi hak Allah: ada yang lebih penting: bagaimana hubunganmu dengan Allah? Jangan hanya sibuk tentang masalah pribadimu; tempatkan Allah dalam hidupmu juga.

Hal itu yang sering terjadi dalam hidup kita. Kita sibuk mengurus masalah kita dengan semua alasan dan pertimbangan untung-rugi, kepantasan, dan sebagainya. Tetapi apakah kita sempat sejenak melihat ke atas dan bertanya: Apa kehendakMu, Tuhan? Tentu pertanyaan ini tidak langsung mendapat jawaban dari Tuhan. Seperti kasus bom di Bali: Tidak ada tindakan kekerasan dan balas dendam, suatu sikap yang menjadi titik awal sikap mengampuni.

Bahkan waktu WTC diledakkan, orang Amerika menunjukkan kebencian kepada orang Islam. Waktu mesjid Istiqlal dibom, beberapa tempat di Indonesia orang merusak gereja-gereja. Di Bali, tidak terjadi kekerasan. Beberapa sikap positip, yang melihat bahwa perlu penataan kembali dunia pariwisata khususnya dan hidup bernegara di Indonesia. Sikap ini menunjukkan bahwa hidup berjalan terus dan Allah tidak meninggalkan kita.

Suatu ketika Roberto De Vincenzo, seorang pemain golf Argentina yang terkenal itu  memenangkan sebuah turnamen golf profesional yang berhadiah uang dalam jumlah besar. Setelah menerima hadiahnya ia bergegas bersiap-siap pulang. Saat berjalan menuju mobilnya, ia dihampiri oleh seorang wanita yang memberikan ucapan selamat kepadanya atas kemenangan yang ia raih seraya mengatakan kepadanya bahwa bayinya tengah mengalami sakit keras dan kondisinya sekarat.

“Saya tak tahu harus bagaimana, karena sama sekali tak punya biaya untuk berobat ke dokter,” kata wanita itu dengan wajah memelas. Vincenzo sangat tersentuh melihat wanita malang itu dan segera menuliskan selembar check dengan nilai yang tidak sedikit untuk diberikan kepada wanita itu. “Segera bawa anakmu berobat ke rumah sakit, kalau perlu opname dan pastikan dia benar-benar sembuh” kata Vincenzo dengan penuh simpatik. Wanita itu memegang erat tangan Vincenzo dan beberapa kali membungkuk penuh rasa terimakasih sebelum pergi meninggalkan pegolf yang murah hati itu.

Minggu berikutnya dalam suatu acara makan siang di sebuah country club, rekan Vincenso yang juga seorang pejabat asosiasi golf professional mendatangi mejanya dan duduk bersamanya, kemudian bertanya, “Vincenzo, minggu lalu anda memberikan check kepada seorang wanita?” Vincenzo mengangguk sambil meneguk juice apelnya.

“Seorang tukang parkir yang melihat anda memberikan check kepada wanita itu mengatakan pada saya bahwa wanita itu telah menipumu kawan. Anaknya tidak sedang sakit apalagi sekarat” kata orang itu menjelaskan. Kali ini Vincenzo tediam sejenak dan bertanya serius, “Sungguh? Tidak ada anak yang sekarat?” “Benar!” tegasnya. “Syukurlah kalau begitu, saya rasa itu adalah berita terbaik yang saya dengar dalam minggu ini,” jawab Vincenzo.

Mungkin Vincenzo kecewa bahwa ia sudah ditipu dan akan jadi lebih hati-hati dimasa depan. Tetapi dia tidak hanyut oleh kesalahannya yang sudah lewat. Bahkan ia mensyukuri bahwa tidak ada anak yang harus sakit dan menderita. Itulah kemurahan hati, yang membawa kesejahteraan dan damai dalam hidupnya.  Kita dapat belajar dari kejadian ini. Dalam segala peristiwa, jangan hanyut dalam kesulitan saat ini. Memang kesulitan membawa beban dan membutuhkan perjuangan.

Tetapi dalam iman, kita selalu dapat melihat ke surga. Kita dapat bertanya, apa kehendakMu Tuhan? Mungkin Tuhan hanya tersenyum. Punya hati yang murah hati akan membawa kesejahteraan dalam hidup kita; dan kita menemukan bahwa Allah hadir, Allah perduli dan Allah berkarya bersama semua orang yang berkehendak baik.

Semoga kita menjadi orang yang perduli juga bagi kepentingan sesama dan ikut berusaha membangun bangsa dan Negara ini menjadi lebih baik. Merdeka!

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply