10 Mei – Kis 16:11-15; Yoh 15:26-16:4a

“Kamu juga harus bersaksi karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

(Kis 16:11-15; Yoh 15:26-16:4a)

 

“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu." (Yoh 15:27-16:4a)

 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Seorang saksi adalah orang yang diharapkan menyampaikan kebenaran-kebenaran, antara lain apa yang telah dialami maupun dilihatnya. Kebenaran-kebenaran yang disampaikan akan berfungsi untuk mencerahkan aneka masalah atau persoalan. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, kita dipanggil untuk menjadi saksiNya karena kita telah mendengarkan sabda-sabdaNya serta mengalami bersamaNya secara spiritual dan menjadi nyata dalam berperilaku baik atau berbudi pekerti luhur. Dengan kata lain kita dipanggil untuk mensharingkan pengalaman iman kita kepada saudara-saudari kita, pengalaman mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui cara hidup dan cara bertindak sehari-hari. Sharing pengalaman iman dapat dilakukan bersama dengan semua umat beriman, tanpa pandang bulu atau SARA. Banyak orang mengaku beragama tetapi belum tentu beriman, mengingat dan memperhatikan masih maraknya korupsi atau kejahatan yang terjadi di hampir semua bidang kehidupan masa kini, maka orang yang sungguh beriman pada masa kini sering harus menghadapi aneka ancaman atau usaha pengucilan. Maka untuk menghadapi ancaman atau usaha pengucilan kami berharap kita dapat saling membagikan pengalaman iman dengan siapapun yang berkehendak baik dilingkungan hidup maupun kerja kita. Marilah kita saling bertukar aneka macam kebenaran atau perbuatan baik yang kita lihat dan kita lakukan guna memperkuat dan memperdalam iman kita dalam menghadapi aneka macam ancaman dan hambatan. Jangan takut kepada orang yang sering mengatasnamakan Allah, namun mengancam dan menteror kita.

·   "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” (Kis 16:15), demikian kata seorang perempuan bernama Lidia kepada Paulus setelah ia menerima pembaptisan dari Paulus. Apa yang dilakukan oleh Lidia kepada Paulus ini rasanya juga terjadi pada masa kini dalam bentuk atau warna lain, antara lain perhatian para ibu atau perempuan terhadap para pastor atau gembala mereka. Dan ada sementara pastor menanggapi perhatian ini tanpa kendali sehingga sering menumpang di rumah sang perempuan atau ibu tersebut sehingga pada suatu saat lengket kepadanya, tak mungkin mau dipisahkan lagi alias menjadi suami-isteri. Maka dengan ini kami berharap kepada rekan-rekan ibu maupun perempuan serta para pastor untuk tetap menjadi saksi Yesus Kristus dalam saling berkomunikasi atau memperhatikan satu sama lain. Untuk menjaga agar tetap setia sebagai saksi Yesus Kristus alias panggilan hidup masing-masing, hendaknya ada pihak ketiga atau saksi yang mendampingi; pihak ketiga ini terutama dan pertama-tama adalah Tuhan sendiri, yang mungkin menjadi nyata dalam ‘keterbukaan’. Terbuka maksud kami antara lain: pertemuan hendaknya diselenggarakan di tempat terbuka, jika anda mengalami ada sesuatu yang tidak baik/tidak beres dalam saling berkomunikasi atau memperhatikan hendaknya membuka diri kepada rekan atau atasan yang dapat dipercaya alias berkonsultasi. Memang harus diakui dalam kenyataan yang sungguh memberi perhatian terhadap kegiatan pastoral pada umumnya lebih banyak rekan perempuan daripada laki-laki. Sebagai contoh: mayoritas anggota koor pada umumnya perempuan, di beberapa paroki jumlah misdinar laki-laki tergeser oleh jumlah misdinar perempuan, dst… Secara umum memang kami berharap agar rekan-rekan pastor memperoleh perhatian dari umat yang dilayani, sebaliknya kami juga berharap agar rekan-rekan pastor tidak terikat untuk melayani orang-orang tertentu saja, yang memang sungguh memperhatikan. Semoga berbagai macam komunikasi dan perhatian antara gembala dan umatnya semakin memperkuat masing-masing dalam menjadi saksi iman, iman kepada Yesus Kristus.

 

“Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka! Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.” (Mzm 149:1-4)

Jakarta, 10 Mei 2010

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply