< ![endif]-->

HANGZHOU dengan tekstur lanskapnya yang menawan karena West Lake di tepian kawasan perbukitan yang ditata rapi menjadi pesona kedua setelah The Bund di Shanghai. Tak sulit menjangkau Hangzhou dari pusat kota Shanghai.

Kita cukup naik subway dari segala penjuru di Shanghai menuju Stasiun Hongqiao di jalur 2 warna hijau yang juga akan menyusuri jalur Bandara Hongqiao. Namun setibanya di stasiun ini, jangan mudah terkecoh dan terlena oleh bujukan agen-agen wisata lokal yang menawari jasa touring ke Hangzhou senilai 130 Yuan.

Dari Stasiun Hongqiao, kita bisa memilih dua opsi jenis kereta trayek Shanghai/Hongqiao menuju Hangzhou. Saat berangkat, kami memilih kereta ekpress nonstop dengan harga  77,5 Yuan. Namun saat pulangnya, kami memilih kereta non ekspres dengan harga lebih miring yakni hanya  48.5 Yuan saja. Dalam perjalanan pergi-pulang ini, kami memilih gerbong kelas dua.

Nyaris tak ada bedanya kedua jenis kereta jalur trayek Shanghai/Hongqiao ke Hangzhou pp ini antara kelas non ekspres dan ekspres. Sama-sama bersih, nyaman, enak, dan tertib serta tepat waktu. Yang membedakan hanya satu hal: ekspres benar-benar nonstop  tanpa henti di jalur sepanjang hampir 164,87 km ini, sementara nonekspres berhenti di stasiun-stasiun penghubung sebanyak 3 kali saja. Itu pun masing-masing tidak lebih dari 5 menit.

IMG_7192 Lingyin Temple of Hongzhou Sang Buddha ketawa

Selebihnya, lancar dan nyaman.

2 Yuan saja

Begitu tiba di Hangzhou, ingatan kami langsung mengarah pada tawaran jasa tour lokal seharga 130 Yuan yang sempat ditawarkan para agen di Stasiun Hongqiao di Shanghai. Di lorong-lorong Stasiun Hongszhou pun sama: agen-agen jasa lokal tour ini bersliweran dari segala penjuru.

Kali ini saya tidak tergoda mengikuti imbauan dan bujukan mereka.

Saya memilih tanya ke resepsionis Zhejiang Railway Station Hotel persis di mulut exit gate stasiun, sekalian numpang ke WC. Oleh resepsionis yang cantik dan simpati, saya diberitahu bahwa untuk bisa pergi ke lokasi wisata paling terkenal di Hongzhou yakni West Lake dan Lingyin Temple di ujung perbukitan, cukuplah naik bus kota saja.

“Tidak mahal, hanya bayar 2 yuan saja. Jauh-dekat sama saja,” ujarnya manis.

Akhirnya kami naik bus line 7 menuju West Lake dengan destinasi akhir Lingyin Temple yang lokasinya persis di samping terminal bus ini.

Bukit berukir

IMG_7181 Lingyin Temple - CopyLingyin Temple berada di sebuah kawasan wisata dengan pemandangan khas alam perbukitan disertai pepohonan tinggi yang menjulang. Yang menarik, di beberapa sisi bukit ini terukir beberapa patung Buddhist dengan ukuran raksasa.

Untuk masuk kawasan wisata ini, kami harus membayar tiket sebesar  45 Yuan.

Ada undakan tangga menuju puncak bukit berukir patung-patung dan ornamen Buddhist ini. Namun, karena saat itu hawanya super panas disertai mendung, kami urung mendaki anak-anak  tangga menuju puncak perbukitan ini.

Masih harus bayar 15 Yuan untuk bisa masuk ke Lingyin Temple. Namun kami memutuskan tidak masuk.

Kolam teratai di West Lake

Pesona Hongzhou tentu saja West Lake dengan panoroma kolam teratai dan beberapa jembatan penghubung beberapa spot di sekitar danau berukuran raksasa ini. Nyaris sama seperti Dalat di Vietnam Selatan, kawasan West Lake ini menjadi indah karena tersedia jalur pedestrian yang cukup lebar dimana para pejalan kaki dan pesepeda bisa berjalan kesana kemari.

Sepanjang hari itu, tiba-tiba Hanzhou hujan deras. Suasana penuh sesak juga terjadi di dalam bus-bus line 7 dari Terminal Akhir di Lingnyi Temple menuju Stasiun Hongzhou. Kepenatan seharian itu menjadi lengkap, setidaknya setelah seorang penumpang perempuan lokal menjadi korban pencopetan.

_MG_7251 Taman Teratai di Hongzhou - Copy

Suara gaduh antara tangisan dan makian terdengar kencang di dalam bus penuh sesak ini.

Di luaran hujan deras dan itu membuat kami urung turun dari bus kota. Takut kalau-kalau menjelang datangnya malam, kami tidak bisa lagi mencari moda transportasi di kawasan wisata perbukitan itu menuju kota.

Padahal, demikian kata orang, justru di Hangzhou inilah tempatnya gadis-gadis termolek China  berasal. Mereka biasanya keluar rumah menjelang berakhirnya senja untuk bersolek bergaya di sepanjang jalan-jalan di kota Hangzhou.

Namun, justru di Hangzhou menjelang berakhirnya petang menuju malam hari itulah, kami harus berburu tiket pulang di Stasiun Hongzhou yang sore itu benar-benar seperti pasar malam: penuh sesak dan  jadwal KA sudah penuh sesak oleh banyaknya calon penumpang. 

Photo credit: Suasana kota wisata West Lake dan Lingnyu Temple of Hangzhou di Provinsi Zhejiang, China (Mathias Hariyadi)

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.