10 Hari di China: Shanghai at Night (1)

< ![endif]-->

JANGAN melihat Shanghai di waktu siang. Terutama kalau lagi  menyusuri keindahan kota metropolis di belahan China bagian timur ini pada musim panas. Hawa super panas nan gerah seperti berjalan di atas oven menganga terasa mengalir dari balik pernukaan tanah. Efeknya sangat terasa bagi para pejalan kaki yg suka blusukan menyusuri kawasan kawasan eksotik di kota perdagangan, pusat mode dan kegiatan bisnis di China ini.

Saya mengalaminya suasana jalan-jalan teramat gerah dan melelahkan ini sepanjang 4 hari tinggal di Shanghai  awal Agustus 2013. Baru berjalan hanya sekitar 100-an meter di Kompleks Taman Rakyat yang di situ dikenal dengan nama People’s Squre saja, saya sudah dibuat sangat-sangat teler.

Wajah langsung berlumuran dengan tetesan butir-butir keringat. Dahi lalu berkerut dan mata menjadi perih menahan panasnya sinar matahari yang tengah garang menyinari kawasan taman umum nan indah di pusat kota Shanghai ini.

Waktu itu konon suhu udara mencapai angka 41 Celcius.

Shanghai di waktu malam

Namun, jangan tanya Shanghai at night.

Melihat Shanghai di waktu malam hari seperti menyaksikan ribuan kunang-kunang terbang dengan suasana tengah bersolek di waktu malam. Serba indah dan menawan. Terutama ketika gedung-gedung bertingkat memanjakan mata wisatawan dengan pendaran sinar berwarna-warni yang membuat suasana jadi serba indah dipandang.

Shabghai at night bisa menjadi indah, bukan hanya karena kemurahan hati aneka gedung bertingkat yang  dengan suka rela memamerkan keindahan arsitekturnya lengkap dengan segala fasilitas gemerlapnya lampu lampu di ketinggian gedung. Tapi juga keindahan gadis-gadis Shanghai yang rata-rata punya postur badan serba tinggi semampai.

shanghai girls by Shanghai Magazine

Mereka ini suka dandan dengan kostum pakaian yang modis. Pokoknya, serba menawan dan sepertinya ingin memanjakan mata lelaki yang tengah menikmati suasana malam di Kota Mode di belahan timur China ini. Sudah barang tentu, Shanghai by night di musim panas yang tetap gerah itu, mereka tentu akan merasa lebih nyaman berjalan di trotoar jalan dengan kostum busana minim daripada harus memakai busana serba formal.

Namun toh ada juga yang dengan pedenya tetap memakai busana malam, dress lengkap dengan two atau bahkan three pieces.

Celana pendek super ketat layaknya hotpants dipadu dengan tank top berleher V rendah menjadi busana paling casual terfavorit bagi gadis-gadis semampai di Shanghai. Kadang, teramat sering pula saya menyaksikan gadis-gadis muda atau perempuan umur 30-an tetap saja pede memamerkan keindahan pundaka atau belahan kaki mereka yang jenjang sampai nyaris ke ujung pangkal paha.

Shanghai di waktu malam ibarat panggung catwalk dimana ratusan bahkan ribuan gadis-gadis metropolis suka menyusuri trotoar dengan dandanan super modis lengkap dengan aksesori penampilan fisik yang membuncah. Gadis-gadis muda lincah berjalan meski telapak kakinya dibungkus sepatu high heels.

Serba mahal

Itulah yang saya lihat setidaknya di sepanjang Nanjing Road di pusat kota Shanghai dimana berdiri puluhan toko fashion kelas branded ternama. Meski malam itu terasa gerah dan berjalan melelahkan, namun begitu masuk ke sebuah fashion and department store lisensi dari Jepang maka suasana gerah dengan cepat berganti menjadi super sejuk.

Shanghai  at nightDi toko fashion dan barang-barang khas Jepang dan branded items kelas atas ini, semua harga dipatok sangat-sangat mahal. Untuk sebuah payung produksi Jepang, label harga yang terbaca sudah melewati angka 900 RMB (Yuan). Dengan kurs Rupiah-Yuan senilai Rp 1.700, maka payung sederhana itu sudah berharga lebih dari Rp 1,5 juta.

Di Shanghai at night di sepanjang Nanjing Road itu, saya hanya bisa berbelanja 6 keping sumpit khas Jepang seharga 12 Yuan saja. Selebihnya, jalan-jalan memanjakan mata. (Bersambung)

Photo credit: Suasana malam di Kota Shanghai, China (ist)

Tautan:  10 Hari di China: I Love Shanghai (2)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: