10 Hari di China: Mausoleum Ketua Mao Zedong di Tiananmen (22)

< ![endif]-->

AWAL Januari 2012, Hanoi diterpa hawa dingin karena pengaruh desiran keras angin musim dingin di China bagian selatan. Suhu udara berkisar antara 3-4 Celcius. Sangat nyaman untuk jalan-jalan di Ibukota Vietnam di bagian utara Negeri Paman Ho ini. Termasuk kesempatan mengunjungi  Mausoleum Ketua Ho Chi Minh di Hanoi.

Antrian panjang tidak menjadi masalah bagi saya. Itu karena terjadi di musim dingin, sehingga tidak terlalu menguras enersi. Namun, antrian sangat-sangat panjang di Tiananmen Square di musim panas yang terik –sekalipun untuk tujuan wisata sejarah mengunjungi Mausoleum Ketua Mao Zedong (Mao Tse Tung)—sungguh menjadi problem serius buat saya.

Pertama-tama, panjang antrian ribuan manusia dengan tujuan sama ada di depan mata. Semua berpayung ria untuk melindungi tubuh dari sengatan sinar matahari. Mereka berdiri antri dengan sangat tertib menunggu giliran clearance dari petugas keamanan. Kalau tetap bersikukuh ingin mengunjungi Maoseleum Ketua Mao, mau tak mau harus juga sabar menunggu arus antrian yang mengular panjang itu bergerak maju sedikit demi sedikit.

Kedua, akses lorong masuk menuju pintu utama ke areal Mausoleum Ketua Mao ini lumayan sempit. Ini karena harus melewati lorongan clearance dari petugas keamanan di pintu-pintu X-Ray.

Mausoleum Ketua Mao by Ist

Ketiga, dua rekan seperjalanan saya ternyata kurang berminat mengikuti antrian itu. Dan hal ini membuat saya ‘menyerah’ untuk tidak lagi meneruskan niat awal mengunjungi lokasi ‘mementomori’ Ketua Mao ini.

Chairman Mao Memorial Hall

Resminya –sesuai di buku panduan wisata di Beijing—namanya tempat ‘ziarah politik’ ini adalah Chairman Mao Memorial Hall atau sederhananya Mausoleum of Mao Zedong atau cukup menyebut nama The Mao Mausoleum.

Ketua Mao adalah Bapak Pendiri Negara Republik Rakyat China (RRC) atau Tiongkok dan kini lebih terkenal dengan sebutan internasionalnya: China. Mao dulunya adalah Ketua Politbiro Partai Komunis China (PKC) sejak tahun 1943 dan kemudian Ketua PKC sejak tahun 1945 sampai wafatnya 9 September  1976.

Sebenarnya, alm. Ketua Mao ingin jenazahnya dikremasi setelah wafat. Namun, para pembantunya di pusat pemerintahan segera membangun sebuah mauseleom bagi perintis dan founding father RRC ini dengan menggeser bangunan Gate of China.

Queue-up-for-visiting-Mao-Zedong-Mausoleum

Harus lebih pagi

Yang pasti, gagalnya kami mengunjungi Mausoleum Ketua Mao itu lantaran kami datang terlalu siang. Kami keluar hotel sudah pukul 10.00 waktu Beijing dan setelah sarapan sederhana, maka antrian di mulut pintu masuk Mausoleum Ketua Mao sudah sangat-sangat panjang. Hawa panas terasa sangat menyengat keluar dari bawah tanah saking teriknya sinar panas matahari.

Seorang rekan dari Indonesia yang sudah bertahun-tahun tinggal menetap di Beijiing kasih petunjuk praktis bila tetap bersikukuh mengunjungi Mausoleum Ketua Mao. “Harus rela bangun pagi-pagi dan sudah harus nongkrong di lorong Stasiun Qianmen pukul 06.00 pagi. Itu kalau tidak mau berdiri di antrian yang tidak terlalu panjang,” ujarnya mantap.

Antrian panjang berpayung 3 email ok

Karena musim panas, maka sekolah-sekolah juga libur panjang. Itulah sebabnya, antrian mengular sangat panjang terjadi di setiap ruas di Tiananmen Square. Termasuk di pintu akses utama menuju Mausoleum Ketua Mao. Dan untuk satu hal ini, saya terpaksa menelan ludah sendiri alias menyerah kalah tidak mau ikut antrian panjang tersebut.

Alasannya, saya takut pingsan kena dehidrasi di tengah kerumunan ribuan orang dengan maksud yang sama: ‘berziarah’ ke Mausoleum Ketua Mao.

Photo credit:

  • Chairman Mao Memorial Hall or Chairman Mao Mausoleum di Tiananmen Square dari sisi samping (Mathias Hariyadi)
  • Mausoleum dari arah depan (Ist)
  • Antrian panjang di depan Mausoleum (Ist)
  • Antrian panjang menjelang akses masuk ke Maosoleum (Mathias Hariyadi)

Tautan:

 

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: