10 Hari di China: Jaringan High Speed Train di RRC (11)

MARI untuk sementara waktu kita tinggalkan moda transportasi naik pesawat. Kalau urusannya ingin traveling dan ingin melihat banyak kota dengan investasi waktu yang lama dan panjang, sudah pastilah moda transportasi KA atau bus AKAP (antarkota, antarprovinsi) menjadi opsi pilihan terbaik.

Republik Rakyat China (RRC) atau lazim disebut China yang kian kinclong dengan pembangunan fisik dan sistem transportasi darat kini membuat impian di atas bisa terlaksana dengan rapi dan mudah.  Jaringan transportasi pesawat lintas kota dengan rute penerbangan yang banyak tetap tersedia di China.

Namun, yang suka melancong sana-sini sembari mau  explore budaya dan aneka kuliner di setiap kota di seluruh penjuru China, maka tentu saja jaringan sistem transportasi darat –baik bus dan KA—menjadi andalan paling utama.

Kali ini, saya ingin fokus pada jaringan sistem KA di China, khususnya High Speed Train yang di China resmi bernama Jinghu High-Speed Railway. Di Indonesia atau di banyak negara lain, High Speed Train atau Jinghu High-Speed Railway ini sering disebut Bullet Train.

Kita di Indonesia dengan gampangnya menyebutnya Kereta Api Kapsul lantaran bentuknya seperti peluru kapsul.

Otoritas jawatan KA di China

Jinghu High-Speed Railway di China atau sering disingkat sebagai The High-Speed Rail  (HSR) sepenuhnya dioperasikan oleh China Railway Corporation yang di Indonesia mirip seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Jaringan sistem transportasi darat melalui rel kereta api di seluruh pelosok China dengan operator tunggalnya HSR ini bertanggungjawab atas seluruh jaringan rel KA yang kalau dijumlah total akan memanjang sejauh 9.300 km.

Dari berbagai sumber literatur, jaringan HSR ini mulai beroperasi sejak 25 Desember 2012.

KA High Speed from Shanghai

Rute terpanjang yang kini mampu dilayani jaringan sistem transportasi HSR adalah trayek Guangzhou-Beijing yang menempuh jarak sepanjang 2.298 km.

Mari kita lihat skejul trayek ini dengan opsi pilihan memakai KA Super Cepat yang biasa diberi kode G.

Untuk keperluan referensi, saya persilahkan melihat situs web resmi mereka di: http://www.travelchinaguide.com/china-trains/display.asp?from1=Guangzhou&to1=Beijing&tp=1&image.x=30&image.y=9

Dari skema perjalanan di atas, menjadi jelas bahwa jarak tempuh dari Guangzhou di China bagian selatan ke Ibukota Beijing di bagian utara ada beberapa jenis KA yang tersedia sesuai keinginan calon penumpang.

Yang tercepat adalah KA dengan kode perjalanan  G80 dengan jarak tempuh selama  9 jam 40 menit dan mengalami 5 kali pemberhentian di 5 stasiun besar sepanjang rute rel Guangzhou South Railway Station ke Beijing West Railway Station. Harga tiketnya mulai dari kelas gerbong terrendah senilai  862 Yuan atau setara dengan Rp 1.465.400 (dengan asumsi kurs rupiah terhadap RMB senilai Rp 1.700/Yuan). Makin mewah kelas gerbongnya, maka harga tiket akan melambung tinggi melewati angka Rp 1,4 juta.

Hong Kong – Guangzhou – Beijing

Karena jarak Guangzhou dan Hong Kong (Kwoloon) lumayan dekat (kurang lebih 2 jam perjalanan naik KA), dengan sendirinya  naik KA dari Hong Kong menuju Beijing atau kota-kota besar lainnya di seluruh pelosok China juga sangat dimungkinkan.

Silakan lihat referensinya melalui web resmi mereka  di sini: http://www.travelchinaguide.com/china-trains/display.aspx?tp=1&to1=Guangzhou&from1=Hong+Kong

Salah seorang rekan Indonesia yang tinggal lama di Beijing menuturkan, dia sengaja membeli tiket KA termurah dari Hong Kong menuju Beijing.

Ketika kami tanya, bagaimana rasanya, dengan enteng  pemuda lajang dari Surabaya ini menjawab santai: “Waah enak tenan, Mas. Gak seperti sepur-sepur di Tanah Jawa yang berisik dan sedikit-sedikit kena stop karena ‘crash’ (simpangan atau disalib kereta lain). Di China, saya bisa tidur nyenyak sepanjang hampir 24 jam perjalanan dengan KA biasa,” tuturnya.

KA High speed train 3Nah, itu baru yang namanya naik kereta enak di China. Kalau bisa naik High Speed Train dengan jarak tempuh selama kurang lebih 24 jam itu, sudah pastilah kita  seperti duduk di kursi santai sembari membiarkan kaki bergoyang kanan-kiri sesuka hati.

Jadi, untuk apa tidak berani mencoba naik High Speed Train di China? Tak ada alasan untuk takut dan tidak berani mencobanya.

Jadwal perjalanan KA dari Hong Kong ke Beijing, silakan melihat di referensi ini: http://www.travelchinaguide.com/china-trains/display.aspx?tp=1&to1=Beijing&from1=Kowloon+[Hong+Kong]&depDate=08%2F21%2F2013

Berangkat dari Stasiun KA di Hong Kong  pukul 15.15 waktu setempat, maka lama perjalanan selama kurang lebih 24 jam itu akan berakhir di Beijing West Railway Station pada pukul  14.56 keesokan harinya. Dilayani dengan dua jenis KA dengan kode perjalanan T98B dan T98 dengan jarak tempuh waktu kurang lebih sama dan akan berhenti di 5 stasiun besar.

Kalau melihat kodenya, sudah barang tentu jalur panjang ini tidak bisa dilayani dengan High Speed Train. Bila demikian, opsi paling enak tentunya ambil rute Hong Kong (Kowloon) ke Guangzhou dulu dan baru kemudian sambung berikutnya jalur trayek Guangzhou ke Beijing.

Sama seperti di Indonesia sekarang dimana para calon penumpang bisa dengan mudah mengakses membeli tiket KA setidaknya sebulan sebelum keberangkatan, di China pun demikian. Orang boleh membeli tiket setidaknya 20 hari sebelum berangkat.

Belinya bisa dimana saja, namun lebih enak kalau di stasiun-stasiun besar. Untuk semua jurusan bisa.

Photo credit: High Speed Train in China (Courtesy of Travel China Guide)

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply