10 Hari di China: Imperial Garden of Summer Palace in Beijing (18)

< ![endif]-->

PERTAMA-tama haruslah dicatat, ini nama resminya adalah Summer Palace. Jangan salah kaprah dengan destinasi wisata lainnya dengan nama nyaris sama: Old Summer Palace.

Kawasan wisata berupa kompleks taman, telaga, residensi, dan beberapa unit gedung lain ini berlokasi di pinggiran Ibukota Beijing. Sedikitnya sekitar 15 km dari pusat kota. Menempati kawasan perbukitan Longevity dengan ketinggian sekitar 60 meter di atas permukaan air laut dan Danau Kunming, Summer Palace ini luasnya tak kurang 720 ha dengan garis memanjang tak kurang dari 2,9 km. Namun 2/3 kawasan ini terdiri dari perairan yakni Danau Kunming.

Hingga saat ini, Summer Palace masih tercatat sebagai salah satu lokasi destinasi wisata yang merupakan cagar budaya UNESCO sejak tahun 1998. Dipilih sebagai salah satu cagar budaya dan wisata UNESCO lantaran faktor arsitektur serta grand design kawasan ini yang mementingkan harmoni antara alam perbukitan, perairan, dan permukiman.

Kadang, Summer Palace ini sering disebut sebagai Gardens of Nurtured Harmony atau menurut istilah lokal di situ yakni Yiheyuan.

Istana Summer Palace ok email

Sejarah masa silam

Awalnya, kisah berdirinya The Summer Palace ini dimulai dengan keputusan Kaisar Wanyang Liang ( 24 Februari 1122-15 Desember 1162 SM) dari Dinasti Jin yang memindahkan pusat kota ke Beijing. Ia lalu membangun Weng Shan atau sering disebut Gold Mountain Palace.

Namun saat Dinasti Yuan berkuasa di China, kawasan wisata perbukitan ini diberi nama baru: Jug Hill. Berikutnya, ketika Kaisar Qianlong dari Dinasi Qing berkuasa (1644-1911), kawasan ini berjuluk dengan nama baru: Longevity Hill (Wanzhou Shan). Pemberian nama ini dilakukan sebagai bukti darma bakti dan cintanya kepada Sang Ibunda saat merayakan HUT ke-62. Peristiwa ini terjadi tahun 1752.

Konon, Kaisar Qianlong suka pelesiran kemana-mana. Karena ibundanya sudah tua, maka tak mungkin ia membawa ibunya ikut pelesiran. Karena itu, Longevity Hill kemudian dipermak habis antara lain dengan menciptakan telaga buatan –mirip seperti West Lake di Hangzhou, Shanghai.

Danau Summer Palace di balik jendela kaca email

Kawasan wisata perbukitan ini mengalami kerusakan parah saat berlangsung Perang Candu tahun 1860. Saat itu juga, Old Summer Palace juga dijarah habis-habisan oleh tentara Inggris dan Perancis. Kejadian sama berulang kembali pada Perang Boxer awal abad ke-19.

Yang selamat dari malapetaka ini adalah taman. Dua kali direhab tahun 1886 dan akhirnya tahun 1902 dilakukan rehab ulang oleh Ibu Suri Dowager Cixi dengan memakai dana besar dari Angkatan Laut China.

Akses menuju ke Summer Palace

Kalau ingin menggunakan subway, maka ambillah line 10 menuju arah Bagou dan dari situ tinggal naik taksi atau moda transportasi lainnya seperti bus kota.

Summer Palace menyediakan empat lokasi akses masuk yakni:

·         East Gate yang bisa ditempuh dengan naik Subway line 4 dan turun di Xiyuan Station; atau naik bus kita rute 209, 330, 331, 332, 346, 394, 579, 601, 608, 683, 696, 718;

·       North Gate yang bisa ditempuh dengan subway line 4 dan turun di Beigongmen Station; atau bus kota rute 330, 331, 346, 375, 384, 498, 563, 601, 608, 683, 696, 697, 718;

·         West Gate hanya bisa ditempuh dengan naik bus kota rute 469, 539

Jembatan lengkung di Summer Palace email ok

Tiga bagian penting

Kompleks maha luas The Summer Palace (Yiheyuan) ini memiliki tiga areal berbeda yakni:

·         Court Area dimana dulu menjadi tempat bagi Kaisar Guangxu dan ibunya Empress Dowager Cixi biasa menerima para pembantunya untuk mendiskusikan banyak hal berkaitan dengan tata kelola pemerintahan dan urusan negeri.

·         Front-Hill Area: kawasan wisata yang tertata sangat rapi dengan panorama di depannya adalah Tower of Buddhist Incence. Front Hill ini merupakan pusat perhatian di kompleks ini.

·         Telaga atau danau yang meliputi Pulau Nanhu, Jembatan berbentuk kurva, dan Bronze Ox. Di sini banyak perahu-perahu kecil melayani wisatawan yang akan berkeliling danau.

 Semilir angin di balik tembok

Boleh percaya, boleh juga tidak. Saat melawat ke Beijing awal Agustus 2013, suhu udara di Ibukota China ini sangat gerah; berkisar antara 37-41 Celcius. Mirip-mirip jalan kaki di kawasan Jakarta pada siang hari tanpa topi, tanpa payung.

Telaga Summer Palace email ok

Di Summer Palace –terutama ketika sudah memasuki areal telaga—suasana sejuk langsung terasa kuat. Menurut Leo –guide kami waktu itu—‘perubahan’ suhu itu terjadi karena Summer Palace menawarkan kawasan perairan yang amat luas sehingga panas bumi bisa sedikit ‘diredam’. Hasilnya prima: hawa di situ jauh lebih ‘sejuk’ dibanding di luar tembok Summer Palace.

Jadi tak heran pula, Summer Palace menjadi semacam resort idaman bagi warga Beijing –tua dan muda—untuk menikmati alam sekaligus arena bebas berolah raga. Apalagi di kawasan telaga ini, pepohonan dipelihara dengan tatanan sangat rapi. Banyak orangtu memanfaatkan suasana sejuk nan indah ini untuk bercengkerama sembari berolahraga.

Photo credit: The Summer Palace (Yiheyuan) of Beijing, China (Mathias Hariyadi)

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: