10 Hari di China: I Love Shanghai (2)

< ![endif]-->

HARI pertama begitu mendarat dengan selamat di pagi hari di Bandara International Pudong di luar kota Shanghai, kami segera berjalan menuju Stasiun Subway Shanghai yang berada sedikit di luar bandara. Tak jauh, hanya sekitar 350 meter dari exit gate bandara usai rampung dilakukan pemeriksaan imigrasi dan kepabeanan bandara.

Tinggal keluar bandara dan berjalan lurus menyusuri lorong panjang. Maka di ujung jalan sebelah kiri lorong panjang yang bagus dan ber-AC ini, kita akan mendapatkan stasiun KA Subway yang melayani rute Pudong International Airport menuju pusat kota Shanghai.

Tiket subway terusan

Di loket pembelian tiket KA, kami memesankan karcis KA Subway kategori terusan.

Ada bermacam-macam tiket karcis KA Subway di Shanghai. Sesuai kebutuhan traveling, kami lalu membeli tiket terusan untuk durasi selama 3 hari. Mereka lebih suka menyebutnya tiket KA Subway Shanghai untuk lama pemakaian selama 72 jam.

Untuk tiket berdurasi 72 jam alias 3 hari ini, pihak otoritas KA Shanghai mematok harga 45 RMB (Yuan). Bentuknya sangat modis, karena dikemas dalam format  layaknya kartu kredit  dengan logo ikon bertuliskan “I Love SH (Shanghai)”

Dengan tiket subway jenis ini, maka kita bisa bebas melakukan perjalanan ke seluruh penjuru kota Shanghai, kemana saja tanpa batas. Tapi asalkan tetap di dalam areal kota Shanghai.

Tap your ticket

Bagaimana caranya memakai kartu tiket subway terusan ini?

Sangat mudah. Cukup hanya menempelkan tiket ini pada pintu gerbang masuk dan keluar peron stasiun, maka  kita sudah bisa lenggang kangkung menyusuri seluruh lorong dan jalan di Shanghai dari pukul 05.00 pagi sampai pukul 22.30 malam.

Karcis atau tiket KA Subway jenis terusan ini sungguh praktis. Dengan tiket jenis terusan ini di tangan, maka kita tak perlu lagi menunggu antrian panjang para calon penumpang yang biasa membeli tiket sesuai kebutuhan di mesin-mesin penjual tiket otomatis atau loket khusus secara manual.

Jam-jam sibuk di Shanghai

Karcis terusan ini juga sangat efektif dan efisien dalam urusan waktu.

Harap diingat, pada jam-jam sibuk jalur trayek KA Subway di seluruh jaringan di Shanghai mengalami intensitas jumlah penumpang yang membludak. Terutama pada jam-jam menjelang kerja antara pukul 07.00 sd 09.00 dan menjelang pulang kerja kantoran sekitar pukul 17.00 sampai pukul 19.00-an.

Pada jam-jam sibuk ini, peron-peron  stasiun subway  di Shanghai akan selalu penuh oleh para komuter—penumpang KA Subway yang bolak-balik pergi-pulang dari rumah ke tempat kerja mereka. Jalur panjang menuju peron juga akan penuh sesak oleh jejalan para komuter ini.

Kepadatan jumlah penumpang akan mencapai puncaknya menjelang berakhirnya jam operasional subway. Kurang lebih kurun waktu sekitar pukul 21.30 sampai pukul 22.30. Harus berani sedikit jalan cepat agar tidak kehilangan momentum bisa terangkut subway ke tempat tujuan.

Terlambat sedikit, maka tiada pilihan lain selain harus keluar dari stasiun dan pulang ke tempat tujuan dengan naik taksi. Itu berarti prinsip hemat dalam traveling tidak terjadi, karena harga argo taksi di Shanghai lumayan mahal, lebih karena jalanan suka tersendat oleh tumpukan arus kendaraan di perempatan-perempatan jalan akibat lampu lalu lintas.

Itu kisah di jalanan. Kalau di dalam peron stasiun subway, mau tak mau kita harus juga rela rebutan masuk urutan ke akses pintu otomatis yang hanya bisa terbuka  setelah kita tempelkan karcis tiket terusan itu di tempat khusus yang telah disediakan..

Sungguh, hanya dengan kartu tiket terusan 3 hari bertuliskan “I Love SH (Shanghai)”, perjalanan kami di Shanghai dibuat lebih mudah, cepat, efisien, dan tentu saja juga hemat tenaga serta uang. (Bersambung)

Photo credit: Kartu tiket KA Subway terusan berdurasi 72 jam di Shanghai, China (Mathias Hariyadi)

Tautan: 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: