Saturday, 01 November 2014

10 Hari di China: Forbidden City, Sejarah Lima Abad (30)

FORBIDDEN City terletak di ‘pusat’ Ibukota Beijing yang  dalam bahasa Mandarin disebut Gu Gong. Kawasan permukiman kekaisaran Tiongkok ini pertama kali dibangun pada tahun 1407 sewaktu era pemerintahan Kaisar Chengzu dari Dinasti Ming (1363-1644). Proses pembangunannya makan waktu selama 14 tahun dan baru berakhir pada tahun 1420. Segera setelah proses pembangunan selesai, Kaisar China lalu memindahkan kembali pusat kota Tiongkok dari Ibukota Nanjing ke Ibukota Beijing yang baru.

Purple Palace dan Purple City

Proses pembangunan yang makan waktu selama 14 tahun ini berlangsung dalam suasana kerja rodi alias kerja keras betulan. Butuh ribuan buruh kasar dan para seniman andal untuk mengerjakan projek besar ini. Konon, batu-batu besar harus didatangkan dari Distrik Fangshan.

Untuk bisa menggulirkan batu segede gajah tersebut, para pekerja harus membuat parit-parit dan kemudian menggelontorkan bebatuan gede ini dengan bantuan ‘pelicin’ berupa air.

Para astronom kuno di China sangat mempercayai kalau Polaris (purple star) merupakan titik sentrum antara Surga dan Kaisar China yang dipercayai sebagai “anak surga”. Sebagai ‘Putera Surgawi’, maka sudah selayaknya kalau seorang Kaisar Tiongkok harus hidup di sebuah lokasi bernama Purple Palace.

Forbidden City 5 email ok

Purple Palace di planet bumi disebut Purple City. Inilah sebuah kawasan permukiman ‘tertutup’ bagi orang lain. Hanya mereka yang mendapat izin dari Kaisar Tiongkok saja yang boleh masuk ke kompleks Purple City ini.

Dari filosofi tentang kosmologi inilah lalu lahir sebutan The Purple Forbidden City yang kemudian disederhanakan menjadi The Forbidden City.

Forbidden City menempati areal lokasi seluas 74 hektar dengan 8.700 kamar. Kawasan ini punya empat pintu gerbang utama menurut arah mata angin.

Persis berlawanan dengan Tiananmen Gate di utara ada Shenwumen atau Gate of Divine Might yang lokasinya berhadapan langsung dengan Jingshan Park. Jarak antara Tiananmen Gate dan Shenwumen adalah 960 meter. Sementara, jarak antara pintu di sisi timur dan barat adalah 750 meter.

Unit-unit bangunan

Mari kita rinci sedikit masing-masing unit bangunan di seluruh kompleks maha luas bernama Forbidden City ini.

1.      Hall of Supreme Harmony: Inner Court dan Outer Court

Bangunan ini terbagi menjadi dua unit “rumah”.

Di bagian selatan ada Outer Court dimana Kaisar biasa duduk di singgasana menjalankan kekuasan dan roda pemerintahan Tiongkok.

Di bagian utara ada Inner Court dimana Kaisar tinggal hidup bersama dengan keluarga besarnya. Inner Court adalah ‘saksi sejarah’ dimana 14 Kaisar China   Ming dan 10 Kaisar lain dari Dinasti Qing pernah hidup dantinggal di situ.

 Forbidden City 3 email ok

Tahun 1942 adalah tahun terkelam dalam sejarah Kekaisaran Tiongkok modern. Kaisar Tiongkok yang terakhir yakni Puyi harus rela menelan kenyataan yang pahit: tidak bebas lagi hidup di Istana Forbidden City. Aturan ini diterapkan  oleh rezim baru yang berkuasa di China yakni pemerintahan komunis Republik Rakyat China (RRC). Kisah ‘tragedi’ politik ini sedikit mirip-mirip dengan kisah menyedihkan Presiden pertama RI Ir. Sukarno ‘Bung Karno’ yang secara tidak terhormat mendadak harus meninggalkan Istana Negara karena diusir oleh penguasa Orde Baru.

 

Sesuai dengan hukum baru yang diundangkan oleh pemerintahan baru di Tiongkok yakni Republik Rakyat China (RRC), maka Kaisar Puyi masih boleh tinggal di Inner Court, sedangkan Outer Court mulai saat itu menjadi kawasan property milik Pemerintah dan rakyat RRC.

Forbidden City 8 email ok

Harta budaya koleksi Forbidden City banyak yang hilang selama masa pendudukan Jepang sejak Pasukan Bela Diri Jepang menguasai China mulai tahun 1933. Sebagian lainnya malah dibawa lari ke Pulau Formusa –kini bernama Taiwan—dan itu terjadi pada tahun 1948 oleh perintah Ketua Kuomintang Chiang Kai Shek yang saat itu sudah beda haluan politiknya dengan Ketua Mao Zedong. Harta berharga koleksi  Kota Terlarang ini kini masih disimpan di National Museum Taipei.

 

2.      Meridian Gate

Begitu keluar dari Meridian Gate, kita akan menemui semacam lapangan luas dengan sebuah pemandangan indah yakni Inner Golden Water River. Untuk menuju kesana, kita harus melewati jalur penghubung yakni  5 jembatan, barulah kemudian bisa menemukan lokasi dimana Gate of Supreme Harmony itu berada.

 

Selanjutnya adalah Hall of Supreme Harmony Square, sebuah bangunan terdiri dari 3 unit bangunan yakni Hall of Supreme Harmony (太和殿), Hall of Central Harmony (中和殿), Hall of Preserving Harmony (保和殿).

 

Hall of Supreme Harmony merupakan bangunan terbesar.

3.     Gate of Divine Might atau Gate of Divine Prowess

Dalam bahasa Mandarin, pintu ini disebut Shénwǔmén yang merupakan pintu masuk di sisi bagian utara kompleks The Forbidden City. Pintu ini langsung berhadapan dengan Jingshan Park. Salah satu ikon yang menempel pada gerbang sisi utara ini adalah tulisan berhuruf kanji mandarin yang berarti  “The Palace Museum” .

 Batu giok ukir raksasa email ok

Konon, pintu utara ini dulunya punya nama asli The Black Tortoise Gate atau dalam bahasa lokal disebut  Xuánwǔmén. Nama ini kemudian diganti oleh Kaisar Kangxi yang terlahir dengan nama asli Xuanye. Ketika dia naik ke tampuk kekuasaan, dia memutuskan kata ‘xuan’ tidak  boleh dipakai sembarangan karena nama kecilnya begitu sama. Karena itu,  dia melarang pemakaian kata itu, apalagi pictogram  huruf Mandarin untuk kata ‘xuan’ juga mengacu pada  arti ‘misteri kudus’ yang bertailan dengan kata ‘shen’ yang berarti ilahi.

 

4.      West Glorious Gate

Pintu utama di sisi barat

 

5.      East Glorious Gate

Pintu utama di sisi timur

 

6.      Corner towers

Tugu atau bangunan tinggi di sudut-sudut benteng Forbidden City.

 

7.      Gate of Supreme Harmony

Pintu utama menuju Supreme Harmony

 

8.      Hall of Supreme Harmony

Hall of Preserving Harmony ini biasa dipakai untuk tempat menyelenggarakan upacara dan acara-acara kekaisaran. Di tempat ini pula, keputusan-keputusan penting biasa diambil oleh Kaisar Tiongkok setelah berdiskusi dengan para penasehat utamanya.

Di belakang gedung bangunan ini, ada artefak berupa batu giok yang diukir secara menakjubkan. Batu ini berukuran  16,57 meter dengan lebar 3,7 m dan ketebalan batu mencapai angka 1,7 meter. Diperkirakan, berat batu berharga inbi mencapai 200 ton dan merupakan batu jade dengan ukiran indah terbesar di seluruh China.

 

9.      Hall of Military Eminence

Tempat ini merupakan areal dimana Kaisar biasa berunding dengan para perwira tinggi militer untuk mendiskusikan strategi perang. Di tempat yang sama ini pula, Kaisar Tiongkok biasa menerima para menteri dan pejabat tinggi serta mengadakan sidang peradilan untuk memutuskan perkara dan menjatuhkan sanksi.

 

10.  Hall of Literary Glory

Di bangunan inilah, jajaran pemerintahan Tiongkok kuna menerbitkan aturan-aturan perundangan-undangan atau publikasi lainnya. Juga di tempat yang sama pula, para filosof China seperti Confucius biasa membeberkan catatan-catatan permenungan filosofisnya kepada keluarga besar Kaisar.

 

11.  Southern Three Places

Ini adalah rumah kediaman resmi untuk Putera Mahkota Kekaisaran Tiongkok.

 

12.  Palace of Heavenly Purity

Ini adalah bangunan penting dimana Kaisar Tiongkok tinggal dan hidup. Kaisar dalam kosmologi China kuna dipahami sebagai ‘Yang’ dan ‘Surga’ karena itu sudah sepantasnya beliau tinggal menetap di sebuah tempat bernama Palace of Heavenly Purity.  Tahta kaisar biasa ‘disimpan’ di gedung ini.

 

Sementara Permaisuri yang melambangkan prinsip ‘Yin’ dan ‘Bumi’ harus berdiam tinggal di Palace of Earthly Tranquility.

 

Di antara Palace of Heavenly Purity dan Palce of Earthly Purity itu ada bangunan lain yang disebut Hall of Union dimana kedua prinsip utama ‘Yin’ dan ‘Yang’ bersatu dan keduanya menghasilkan apa yang disebut harmoni.

Di sini terdapat semacam got agar arus air hujan sampai jangan menggenani bagian dalam bangunan.

 

13.  Imperial garden

Taman kerajaan dimana para keluarga kaisar biasa bercengkerama di luar rumah.

Letaknya taman rekreasi kerajaan ini persis di belakang Palace of Tranquil Longevity dimana luas taman ini tidak terlalu luas namun desain ruangan memakai konsep compact. Di sisi utara taman ini ada Gate of Divine Might.

 

14.  Hall of Mental Cultivation

Sejak Kaisar Yongzheng dari Dinasti Qing berkuasa di Tiongkok, kaisar-kaisar sebelumnya lebih suka tinggal berdiam di The Palace of Heavenly Purity. Namun, Kaisar Yongzheng lebih suka tinggal di Hall of Metal Cultivation agar kenangan akan Kaisar Kangxi terlupakan.

 

Sejak Kaisar lebih suka tinggal menetap di Hall of Mental Cultivation, maka The Palace of Heavenly Purity semakin ditinggalkan sebagai rumah tempat tinggal. Selanjutnya, bangunan ini dipakai sebagai hall atau tempat pertemuan kekaisaran.

Di atas bangunan ada rentetan genting berbentuk naga. Sementara di atas tahta ada sebuah papan nama bertuliskan “Keadilan dan Kehormatan” 正大光明yang dalam bahasa Mandarin disebut dengan kata-kata ini:  zhèngdàguāngmíng.

 

15.  Palace of Tranquil Longevity  (坤寧宮)

Pada era pemerintahan Kaisar Ming, gedung ini merupakan tempat tinggal Permaisuri. Namun pada masa era pemerintahan Dinasti Qing, gedung ini berubah fungsi menjadi semacam tempat sembahyang bagi kelompok-kelompok Shaman yang terpengaruh oleh arus kekuasaan kekaisaran dari daerah Manchuria. Bahkan pada saat Kaisar Yongzheng berkuasa, Permaisuri tidak boleh lagi tinggal di sini. Kaisar masih menyisakan dua kamar di bangunan ini untuk kebutuhan pribadi yang berfungsi sebagai bilik cinta dimana dia dan permaisuri biasa memadu kasih. Tentu saja, di sini pula Kaisar juga biasa memadu kasih bersama para selir-selirnya.

 

Secara garis besar dan menurut tradisi, kompleks maha luas Forbidden City ini terbagi menjadi 2 wilayah besar yakni The Outer Court atau Front Court di sisi selatan.

Fungsinya untuk lokasi acara-acara politik kenegaraan dan pemerintahan serta kegiatan-kegiatan seremonial seperti menerima duta besar asing atau pemimpin politik dan militer

Sementara, The Inner Court atau Back Palace di sisi bagian utara merupakan kompleks kediaman Kaisar bersama keluarganya. Di tempat ini pula, Kaisar menjalankan kekuasaannya dan mengatur roda pemerintahan sehari-hari.

Link:  Forbidden City, City Gates and Wall

http://joyc.aisites.com/The%20Forbidden%20City1/fcgates.htm)

Photo credit: The Forbidden City (Mathias Hariyadi)

Tautan:

 

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "10 Hari di China: Forbidden City, Sejarah Lima Abad (30)"

Response on "10 Hari di China: Forbidden City, Sejarah Lima Abad (30)"