10 hari di China: Denda 250 Yuan bila Tiket Subway Hilang (5)

0
20

< ![endif]-->

UNTUK urusan disiplin dan penegakan hukum, jangan coba main mata atau bertindak ceroboh di China. Khusus untuk urusan publik seperti ini, pemerintah RRC sangat peduli dan tidak pandang bulu dalam urusan penegakan hukum.

Yang berbuat salah atau bertindak nekat, tiada ampun hukumannya. Termasuk, misalnya, kecerobohan kita hingga sampai kehilangan tiket subway.

Baik di Shanghai  maupun di Beijing, peraturan tegas sudah tertulis teramat jelas di kartu tiket subway. Mereka –siapa pun juga, termasuk para turis asing—yang terbukti tidak punya tiket subway, maka sanksi berat sudah menanti di depan mata.

Inilah daftar sanksi serius bila kedapatan tidak punya atau kehilangan tiket subway:

  • Tidak ada peluang sedikit pun  bisa masuk peron stasiun subway, karena akses pintu masuk peron hanya bisa dibuka secara otomatis dengan tiket tersebut;
  • Jangan coba-coba main mata dengan petugas, sekalipun mereka itu gadis-gadis muda yang tak jarang juga molek wajahnya karena mereka sangat disiplin dan tegas terhadap semua bentuk pelanggaran publik;
  • Kalau sampai benar-benar apes semisal tiket subway hilang, maka denda besar sudah ada di depan mata: keharus membayar sedikitnya 250 Yuan atau dengan kurs rupiah sebesar Rp1.700 per Yuan, maka jumlah denda yang harus dibayar sejumlah Rp 425.000,00;
  • Kalau sampai terjadi kehilangan karcis tiket,maka dengan sendirinya kita juga tidak bisa keluar dari peron stasiun menuju exit gate yang kita kehendaki. Kalau sudah begini , ya runyam jadinya karena kita tidak punya bukti otentik yang bisa menunjukkan –misalnya—tadi kita sudah membeli tiket subway namun kemudian hilang atau terjatuh.
  • Bagaimana kalau tiket itu sampai robek atau pecah? Kalau yang ini bisa dengan mudah ditangani, karena sobekan karcis berformat seperti kartu kredit itu menjadi bukti otentik bahwa kita memang sudah membeli tiket namun terjadi ‘kecelakaan’ tiketnya sobek atau pecah.

contoh tiket subway Shanghai Hangzhou

Untuk urusan disiplin dan penegakan hukum ini, marilah kita jangan malu belajar dari China.

Dengan begini  –disiplin tinggi dan penegakan hukum tanpa pandang bulu—maka urusan transportasi akan menjadi moda angkutan massal yang mengenakkan, nyaman, aman dan tertib.

Tidak banyak kami alami di Shanghai maupun di Beijing aksi main sikut, serobot dalam antrian, dan apalagi tindak pelecehan antar para penumpang.

Inilah potret Negeri China yang makin modern: disiplin menjadi tulang punggung kehidupan bersama. Termasuk urusan transportasi massal seperti kereta api subway di Shanghai dan Beijing. (Bersambung)

Photo credit: Contoh tiket KA jurusan Shanghai-Hangzhou (Mathias Hariyadi)

Tautan:

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here