10 Hari di China: Beijing South Railway Station (12)

< ![endif]-->

NAMA stasiun besar di bawah dan di atas tanah ini adalah Beijing South Railway Station. Atau dalam bahasa setempat sering disebut Beijingnan Railway Station. Lokasinya di Fengtai District, sekitar 7.5 km dari pusat kota Beijing.

Stasiun besar ini mulai beroperasi Agustus 2008 untuk menggantikan posisi stasiun KA yang lama bernama Majiapu Railway Station yang dikenal dengan sebutan populer pada waktu itu dengan nama Yongdingmen Railway Station.

Stasiun lama Yongdingmen Railway Station berlokasi sekitar 500 meter dari lokasi stasiun baru. Yongdimen harus lengser beroperasi, karena sudah terlalu uzur usianya. Menurut catatan jawatan KA China, Yongdingmen Railway Station sudah mulai go public alias melayani kebutuhan para komuter di Beijing sejak tahun 1897 dan pada tahun 2006 resmi mengakhiri pengabdiannya yang sangat panjang.

Di Beijing South Railway Station inilah angkutan High Speed Train yang kami tumpangi dari Shanghai Hongqiao Railway Station selama 5 jam perjalanan dengan tiga kali stop akhirnya berlabuh sampai dengan selamat.

Beijing_South_Railway_Station_2032

Stasiun ini boleh dikata dibagi menjadi dua bagian. Bagian bawah tanah melayani rute-rute luar kota dengan trayek perjalanan panjang seperti Beijing-Nanjing, Beijing Shanghai dan beberapa kota di wilayah China bagian timur. Sementara bagian atas melayani rute subway dalam kota.

Karena itu, tak seberapa lama  ratusan penumpang High Speed Train dari Shanghai Hongqiao segera ‘digiring’ petugas agar segera naik ke elevator menuju lantai atas.  Di lantai bawah, meski kami tiba menjelang siang hari namun suasana sedikit gelap sangat terasa. Susah sekali mendapatkan foto-foto bagus dalam kondisi contre soleil (back light) ini.

Tiba di lantai atas, suasana lebih meriah dan ramai langsung terasa. Itu karena di lantai ini ratusan penumpang dari rute jarak jauh akhirnya campur aduk dengan ribuan penumpang subway dengan rute-rute pendek di seluruh pelosok Ibukota Beijing.

Namun jangan takut. Semuanya serba jelas dan tertib serta teratur.Beijing_South_Railway_Station_20080818_1415

Mesin tiket otomatik

Segera setelah kami menggesekkan tiket High Speed Train rute Shanghai-Beijing ke pintu akses keluar, kebutuhan segera di depan mata adalah mencari tahu dimana kami bisa membeli tiket subway. Celinguk sana-sini, kami tidak bisa mendapati lokasi dimana kantor informasi berada. Sok akrab dengan bahasa Mandarin juga kurang mendapat respon menggembirakan.

Jangan-jangan, keramahan orang Shanghai tidak banyak kami dapatkan di Ibukota Beijing. Atau hanya karena keterbatasan kawan kami berbahasa Mandarin saja yang membuat kami sedikit ‘tersesat’ di hutan belantara ratusan bahkan ribuan penumpang di stasiun subway kota metropolis ini.

Syukurlah, saat mengikuti antrian di mesin pembelian tiket secara otomatis di sebuah sudut di stasiun ini ada orang kulit putih persis berdiri di depan kami. Segera kami minta ‘petunjuk’ bagaimana bisa membeli tiket ini secara otomatis dengan memasukkan koin atau uang kertas.

Syukurlah, bapak ramah dari Uruguay di Amerika Latin ini bersedia menolong kami. Ia baru sekitar dua pekan berada di Beijing untuk urusan pekerjaan. Dan dalam tempo secepat itu, katanya, dia sudah bisa akrab dengan sistem transportasi subway di Beijing.

Beijing South Railway Station

Dia katakan, mesin tiket otomatik itu menyediakan menu dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris, mereka menyebutnya sebagai Ticketing Vending Machine.  Kata bahasa Inggris ‘Vending’ jelas tidak biasa bagi telinga orang Indonesia. Untunglah, saya sedikit tahu bahasa Latin dan masih nges bahasa Perancis saya, karena kata itu berasal dari kata Perancis yakni ‘vendre’ yang berarti menjual, berjualan.

Apa iya? Begitu kurang lebih pertanyaan kami, karena 3 menit berlalu memelototi layar mesin itu, menu bahasa Inggris tidak bisa kami temukan.

Ternyata ada di ujung bawah paling kiri. Tapi, begitu mau dipencet, sistemnya langsung error. Untunglah ada petugas peron stasiun yang datang ‘memergoki’ kesulitan kami. Dengan sigapnya, perempuan berumur 30-an ini langsung bertanya apa yang bisa dibantu.

Dengan logat bahasa Mandarin pas-pasan, rekan perempuan saya minta dicarikan tiket subway untuk hari itu juga sebanyak tiga biji. Kepada dia kami sodorkan uang kertas senilai 10 RMB (Yuan). Lalu, uang itu dia masukkan ke lobang tertentu dan kemudian di menu utama dia pencet angka ‘3’ dan dalam hitungan detik, keluarlah tiket subway untuk hari itu sebanyak 3 orang.

Harganya sangat murah untuk ukuran kota besar seperti Ibukota Beijing. Hanya 2 RMB (yuan) saja per tiketnya.

Segeralah kami menuju ke peron khusus untuk lintasan subway. Di depan kami masih ada pria Uruguay yang tadi sempat menolong kami. Kata dia, “Have a nice day in Beijing, Friends!”

Adios amigo…muchas gracias.

Photo credit: Suasana Beijing South Railway Station di Ibukota Beijing, China (ist)

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply